558. Tulip Semakin Berwarna dengan Rekayasa Genetika

Penulis : Moh. Iqbaludin
Tema : Earth
=========================================================================================================================================================

Belanda. Sebuah negeri yang berasal dari laut yang dikeringkan. Barangkali sudah terdengar klise. Sama klisenya dengan julukan negeri kincir angin yang disematnya, pun dengan negeri penghasil bunga tulip yang paling besar di dunia. Dengan semangat pantang meyerah yang dimiliki oleh penduduknya hingga mampu membuat Belanda menjadi negeri yang luar biasa. Bahkan dikatakan bahwa belanda menepati peringkat ke-4 sebagai Negara paling bahagia di dunia.

Berbicara mengenai tulip,. Bunga yang satu ini merupakan kebanggaan Negeri Belanda yang terkenal hingga seluruh antero dunia. Siapa sangka Tulip yang berasal dari Asia Tengah, tumbuh liar di kawasan pegunungan Pamir dan pegunungan Hindu Kush dan stepa di Kazakhstan ini bisa berkembang dengan indah di Belanda hingga bahkan menjadikan Belanda terkenal sebagai Negeri Bunga Tulip. Inilah bukti kretifitas Bangsa Belanda. Kreatifitas yang membesarkan Bangsa. Meski negara yang hanya seluas provinsi jawa barat ini letaknya di bawah permukaan laut, mereka mampu mengembangkan bunga Tulip hingga memancarkan pesona luar biasa yang membawa mereka menjadi salah satu negara yang sangat diminati pengunjung dari seluruh belahan dunia, demi menikmati keindahan bunga Tulip.
Bunga Tulip selalu diidentikkan dengan negara Belanda. Ribuan wisatawan datang ke Belanda hanya untuk mengagumi bunga yang cantik dan berwarna cerah ini, yang banyak ditanam di taman-taman negara Kincir Angin itu. Kota Keukenhof di Belanda, setiap tahunnya bahkan dikunjungi sekitar 800.000 orang dari seluruh dunia yang ingin menyaksikan keindahan aneka bunga tulip dalam Festival Tulip yang diselenggarakan setiap tahun di kota itu. Tak heran masih banyak orang yang beranggapan bahwa bunga tulip adalah bunga asli dari Belanda.

Kemunculan berbagai warna Tulip yang kini beraneka ragam adalah berkat usaha abad ke-17 ketika para pecinta tulip mengumpulkan dan bereksperimen memilih tulip dan memunculkan varietas baru. Inovasi dalam memadukan keindahaan alam dengan teknologi rekayasa genetik inilah yang memunculkan kreatifitas tak terhingga, menciptakan kekaguman bagi penikmat pesona bunga Tulip.

image004

image002
(Sumber gambar : novalitta.blogspot.com)

Teknologi Rekayasa Genetika merupakan inti dari bioteknologi yang didifinisikan sebagai teknik in-vitro asam nukleat, termasuk DNA rekombinan dan injeksi langsung DNA ke dalam sel atau organel. Prinsip dasar teknologi rekayasa genetika adalah memanipulasi atau melakukan perubahan susunan asam nukleat dari DNA (gen) atau menyelipkan gen baru ke dalam struktur DNA organisme penerima. Gen yang diselipkan dan organisme penerima dapat berasal dari organisme apa saja. Misalnya, gen dari bakteri bisa diselipkan di khromosom tanaman, sebaliknya gen tanaman dapat diselipkan pada khromosom bakteri.

Pada bunga tulip terdapat antosianin, yaitu pigmen larut air yang secara alami terdapat pada berbagai jenis tumbuhan. Pigmen ini memberikan warna pada bunga, buah dan tumbuhan. Menurut (Tanaka et al., 2009). Berbagai macam warna bunga dapat dihasilkan dengan cara memodifikasi jalur biosintesis antosianin. Salah satunya dengan cara menyisipkan gugus acyl dengan menggunakan acyltransferase. Penyisipan gugus acyl tersebut dapat menghasilkan bunga dengan warna biru yang cerah. Dengan demikian, teknologi rekayasa genetika dapat menghasilkan tanaman transgenik dengan sifat-sifat baru yang khas. Itulah mengapa bunga tulip memiliki warna yang beragam, Saling menyilangkan gen diantara bunga tulip menjadikannya bunga dengan warna yang bermacam-bacam.
Tulip bisa ditanam dari biji maupun umbinya. Tulip tidak bisa hidup di alam terbuka wilayah iklim tropis karena perlu suhu rendah untuk pertumbuhan umbi, kecuali jika diawali proses cold treatment. Sebaliknya di negara empat musim, jika umbi tulip ditanam pada musim gugur—sebelum tanah menjadi dingin dan keras—maka saat cuaca menghangat di musim semi, tunas akan muncul dan berbunga. Berikut cara menanam umbi tulip.

1. Menilai tempat untuk menanam.

image006

Tulip bisa tumbuh pada sebagian besar jenis tanah, dan tidak banyak yang perlu dilakukan untuk mempersiapkan penanaman. Namun demikian, jika tanahnya sangat kering dan keras, untuk menanam umbi maka perlu menunggu sampai sehari setelah turun hujan. Singkirkan rumput liar atau bebatuan dan gunakan sekop untuk melonggarkan dan memungkinkan terjadinya aerasi tanah.

2. Gali lubang untuk menanam umbi tulip

image008

Pisahkan lubang dengan jarak 4-6 inci (±10,2-15,2 cm), dan gali lubang dengan kedalaman kira-kira 8 inci (±20,3 cm) dari dasar umbi. Jadi, jika umbi berukuran 1 inci (±2,54 cm), maka akan memerlukan lubang sedalam 9 inci (±22,86 cm). Semakin besar diameter umbi, semakin dalam lubang yang harus dibuat.

3. Tanamlah umbi tulip.

image010

Tempatkan umbi tulip ke dalam lubang dengan bentuk meruncingnya menghadap ke atas (jika tidak, umbi akan tumbuh ke arah bawah). Kembalikan tanah galian ke dalam lubang dan tepuklah dengan tangan; berhati-hatilah untuk tidak menanam umbi dalam arah yang berbeda.

4. Siram umbi tulip namun tidak berlebihan

image012

Tepat setelah menanam, siramlah umbi tulip dengan air secukupnya. Penyiraman akan membantu umbi memulai proses pertumbuhan. Jangan sampai umbi terendam, bagaimanapun jika terlalu basah umbi akan busuk dan mati.

5. Perhatikan pertumbuhan tulip pada musim semi.
Sekitar Maret atau April untuk belahan bumi utara dan sekitar September atau Oktober untuk belahan bumi selatan, umbi tulip yang ditanam akan berubah menjadi kebun bunga yang indah.

Referensi :

http://sandi-biologi.blogspot.com/2012/11/dasar-dasar-teknik-rekayasa-genetika.html

http://puspareni.blogspot.com/2012/05/mimpi-di-atas-kelopak-tulip.html

http://hwc2015.nvo.or.id/077-negeri-van-oranje-kisah-tentang-manusia-yang-melawan-takdir/

http://id.wikihow.com/Menanam-Umbi-Tulip

http://id.wikipedia.org/wiki/Antosianin