559. Blue Energy Inovasi Dari Negeri Kincir Angin Untuk Masa Depan Dunia

Penulis : Okto Riristina Gultom
Tema : Water
=========================================================================================================================================================

Sumber energi merupakan salah satu isu global yang paling banyak di bicarakan. Berbagai penelitian telah dilakukan untuk menghasilkan sumber energi terbaru. Air merupakan salah satu komponen yang banyak digunakan sebagai penghasil energy. Penggunaan pembangkit listrik tenaga air telah banyak dikembangkan, namun jumlah air bersih yang semakin menipis menjadi salah satu kendala untuk pengembangan energi alternatif ini.

Sumber air di bumi salah satunya adalah laut, luas lautan 361 juta km2 dan daratan 149 juta km2, sehingga luas lautan di permukaan bumi adalah 71% dan daratan adalah 29%, sehingga perbandingan lautan dan daratan dipermukaan bumi adalah 7:3 (Djakaria, 1989)1. Ketersedian air laut di bumi dalam jumlah yang banyak, menjadi salah satu pertimbangan bagi bangsa Belanda sebagai sumber alternatif energi terbarukan.

Lautan bukan hal yang asing lagi untuk bangsa Belanda, negara yang dikenal sebagai “lage landen” yang berarti negeri dataran rendah, dimana kedudukannya memang berada dibawah permukaan laut. Keberadaan geografis yang berada di antara lautan tidak menjadikan Belanda sebagai negeri yang “terhantui” oleh ancaman dari laut, namun hal ini malah menjadikan bangsa Belanda pioneer dalam teknologi penanggulangan air laut dan menjadikan air laut sebagai sumber energi di negeri ini. maka dengan itu Belanda menciptakan teknologi terbarukan dengan menamakannya sebagai “blue energy”

Blue energy merupakan teknologi menciptakan air laut dan air sungai menjadi pembangkit listrik dengan cara mencampurkan dua aliran air yang memiliki perbedaan konsentrasi ion (air tawar dan air laut) tanpa menghasilkan polutan karbon dioksida atau polutan emisi lainnya (Fei Liu, 2007)2. yang dapat menyebabkan peningkatan efek rumah kaca dan toksik bagi manusia

image001
Gambar 1. Konsep dasar dari “blue energy” (J. Moreno, 2013)5

image002
Gambar 2. Plant “blue energy” (http://www.betterworldsolutions.eu)1

Teknologi “blue energy” dikenal dengan nama Reverse Electrodialysis (RED) , teknologi ini menggunakan membran dalam aplikasinya. Ada dua membran yang digunakan dalam proses ini yaitu membran pemisah anion dan membran pemisah kation. Teknologi yang cukup sederhana dan ramah lingkungan.

image003
Gambar 3. Membran penukar kation dan anion (T.Rijnaarts, 2011)7

Pada saat air laut dan air sungai di campurkan, mereka harus melewati membran penukar ion, sehingga keduanya akan kehilangan ion positif dan ion negatif . Pemisahan muatan ini akan menghasilkan perbedaan potensial yang dapat dimanfaatkan langsung menjadi energi listrik. Aliran listrik DC yang dihasilkan dari blue energy harus di rubah menjadi arus AC sebelum didistribusikan terlebih dahulu kemasyarakat, untuk itu Belanda membuka plant blue energy pertama di Afsluitdijk oleh Raja Belanda Majesty King William-Alexander pada 26 November 2014.

image004
Gambar 4. Proses “mini” proses blue energy (Kees Van Den Ende., et al, 2007)6

image005
Gambar 5. Plant Afsluitdijk disebelah kanan merupakan fresh water dari Ijsselmeer dan disebelah kiri merupakan aliran air laut dari Waddenzee (Kees Van Den Ende., et al, 2007)6

Hasil penelitian yang telah dilakukan oleh Belanda, bahwa dengan 1 m3 air air sungai dan air laut akan menghasilkan 1 Mega Watt listrik. Plant di Afsluitdijk diperkirakan dapat menghasilkan listrik 50kW per jam dan diharapkan dapat memenuhi kebutuhan 500.000 rumah tangga (www.dutchwatersector.com)4 sungguh merupakan sumber energi yang menjanjikan masa depan bagi anak cucu kita. Setelah Belanda menemukan teknologi ini beberapa negara mulai mengikuti teknologi ini, diantaranya adalah Singapura dan Jepang, dan tidak menutup kemungkinan untuk Indonesia mencontoh teknologi blue energy, mengingat kondisi negara Indonesia yang dikelilingi oleh lautan dan air sungai yang cukup melimpah.

Daftar Pustaka
1. Blue Energy From Holland, 10 April 2015. Web, http://www.betterworldsolutions.eu

2. Djakaria.M.Nur et all, 1989, Dasar-Dasar Oseanografi Dalam Studi Geografi, Jurusan Pendidikan Geografi FPIPS – IKIP, Bandung.

3. F. Liu., et all, 2007, Capacitive Blue Energy: Electricity production from externally-charged membrane capacitive mixing technology. Wetsus, centre of excellence for sustainable water technology Leeuwarden, the Netherlands.

4. King Opens World’s First RED Power Plant Driven On Fresh –Salt water, 15 April 2015. Web

5. J. Moreno., et all, 2013, Fouling management and stack design in reverse electrodialysis, Wetsus, centre of excellence for sustainable water technology Leeuwarden, the Netherlands.

6. K. Van den Ende and F.Groerman, 2007, Blue Energy,Leonardo Energy.

7. T. Rijnaarts., et all, 2009, Membrane development for Reverse Electrodialysis, Wetsus, centre of excellence for sustainable water technology Leeuwarden, the Netherlands.