565. “Rubber Dam”, Solusi Atasi Banjir di Netherland

Penulis : Yuni Astuti
Tema : Water
=========================================================================================================================================================

Jika musim penghujan tiba, sudah bisa dipastikan terjadi banjir di mana-mana. Itulah negeri kita, Indonesia. Apalagi di Jakarta, ibu kota negeri tercinta kita..hampir setiap tahun menjadi pelanggan banjir. Hampir setiap hari kita disuguhi berita dari berbagai media yang berisi tentang liputan banjir. Apakah kita bosan…? Mungkin saja tidak. ..! Karena kita selalu mengalami dan menyaksikan secara berulang setiap tahunnya.

Eit…! Tunggu dulu, jangan salahkan air yang kebetulan menjadi pelaku utama pada setiap event yang bertajuk “kebanjiran”… Coba bayangkan seandainya di dunia ini tidak ada air, pastilah kita dan alam sekitar kita sudah punah sejak zaman purba barangkali..so, jangan salahkan air jika terjadi banjir. Salahkan diri kita sendiri.

Apa benar sih Indonesia tidak bisa mengatasi permasalah banjir..? Untuk saat ini memang belum, akan tetapi tentunya andapun juga punya harapan besar seperti penulis, bahwa suatu hari nanti negeri kita bisa mengatasi permasalahan air seperti di negeri Van Oranje, Belanda. Tidak hanya sekedar mengatasi banjir, tetapi juga mengelola air secara keseluruhan. Misalnya pengelolaan air bersih untuk air minum, pengolahan limbah air dan pemanfaatan air untuk pembangkit listrik, serta mengelola laut yang asin menjadi air tawar.

Yuk…coba kita intip bagaimana Negara yang permukaan lautnya lebih tinggi daripada daratannya ini melakukan inovasi terhadap pengeloaan air, khususnya dalam menghadapi ancaman banjir.
Belanda selalu mencari cara-cara inovatif untuk meningkatkan pertahanan pesisir, memurnikan air, mencegah banjir di daerah dataran rendah dan memerangi kadar garam yang ada dalam air.
Salah satu inovasi yang telah di lakukan Belanda ini merupakan inovasi yang bisa dikatakan sebagai inovasi yang paling berani dalam pengelolaan air ( water management). Inovasi tersebut adalah ditemukannya rubber dam Balgstuw Ramspol.

image001
Sumber gambar: http://www.government.nl/issues/water-management/water-innovations

Delta IJssel merupakan delta yang rentan terhadap banjir. Dalam kondisi air yang mencapai ketinggian tertentu di Ketelmeer dan sungai-sungai di delta IJssel, dan ditambah lagi dengan adanya badai dari utara-barat, maka muncul resiko kemungkinan air akan memenuhi tanggul dan bahkan tanggul tidak sanggup lagi menahan air . Sehingga sangat beresiko terkena ancaman banjir.
Untuk mengatasi masalah tersebut maka dicari beberapa solusi dan akhirnya ditemukan suatu temuan yang innovative dan unik. Yaitu solusi atasi banjir dengan dibangun semacam bendungan yang fleksibel. Solusi tersebut adalah “rubber dam”, bendungan karet Balgstuw Ramspol. Bendungan ini merupakan bendungan yang terbuat dari karet yang kuat. Bentuk dari “rubber dam” ini merupakan bentuk yang mirip dengan ban dalam sepeda akan tetapi dalam versi ukuran yang sangat besar. Bentuk memanjang dan diletakkan didekat sungai atau daerah-daerah yang sering tergenang air. Masing-masing ujung terdapat semacam alat yang mana didalamnya terdapat katup. Disamping katub bisa disambung lagi dengan karet yang lain lagi dan diakhiri dengan katup pula. Banyaknya karet tersebut tergantung kebutuhan. Kalau yang ada di Belanda sendiri ada 3 tempat karet dengan panjang gabungan dari ketiganya adalah 240 meter.

“Rubber dam” ini seperti layaknya ban dalam sepeda, maka jika tidak diperlukan akan kempis dan tenggelam di dalam air serta tidak terlihat.

Jika tingkat air naik di atas lima puluh sentimeter, sistem diaktifkan. Sejumlah kecil udara ditiupkan ke bawah, maka katup dibuka, sehingga air mengalir. Air terus mengalir masuk ke dalam karet “ban” sampai tingkat air di dalam karet sama dengan tingkat air di luar. Setelah itu, udara tambahan dipompa ke dalam “ban” sehingga karet tersebut menggelembung besar dan kemudian bertindak sebagai bendungan. Pengisian bendungan karet ini memerlukan waktu sekitar satu jam. Ketinggian karet bendungan ini bisa mencapai 10 meter, sehingga cukup tinggi untuk menahan badai yang kuat.

Inovasi “rubber dam” sepertinya tepat jika di terapkan di negeri Indonesia apalagi Jakarta yang selalu banjir.
Untuk mengetahui gambaran mekanisme kerja “rubber dam” bisa dilihat di sini

Sumber : http://www.government.nl/issues/water-management/water-innovations

image002

Beach and dunes to strengthen the Hondsbossche and Pettemer seawalls
Three birds with one stone: safety, recreation and room for nature. That is the result of the strengthening of the Hondsbossche en Pettemer Sea Wall. A new line of defence – a new beach and new dunes – will soon have been created by spraying an enormous amount of sand.
(http://www.government.nl/issues/water-management/water-innovation

Flood protection by an inflatable rubber dam
The IJssel delta was vulnerable to flooding. In the event of high water in the Ketelmeer and the rivers of the IJssel delta, combined with a storm from the north-west, there was a danger that water would flood over the dikes into the hinterland. An inflatable flexible membrane dam or ‘rubber dam’, the Balgstuw Ramspol, protects the hinterland of the IJssel delta against flooding.

image003

Water distribution between two rivers at high water

Hondsbroeksche Pleij at Westervoort, near Arnhem, is an important water-management area of the Netherlands where the Lower Rhine and IJssel split. The has been widened the river here to increase discharge capacity in times of high water. The river widening consisted of relocating a dike landwards and building a high-water channel that gives the river extra room to discharge water. The channel contains a flood control barrier which guarantees the distribution of water between the Lower Rhine and the IJssel in times of high water
Hondsbossche Bermain di Westervoort, dekat Arnhem, adalah daerah pengelolaan air penting dari Belanda di mana Lower Rhine dan IJssel berpisah. Telah melebar sungai di sini untuk meningkatkan kapasitas debit pada saat air tinggi. Pelebaran sungai terdiri dari relokasi ke darat tanggul dan membangun saluran air yang tinggi yang memberikan sungai ruang ekstra untuk melepaskan air. Saluran berisi penghalang pengendalian banjir yang menjamin distribusi air antara Lower Rhine dan IJssel pada saat air tinggi

image004

image005

Sand motor
Selama beberapa dekade mendatang, motor pasir akan menyebar 21,5 juta meter kubik pasir di sepanjang pantai Belanda Selatan. Dengan cara ini, motor pasir akan meningkatkan keamanan wilayah pesisir dan menciptakan ruang tambahan untuk alam dan rekreasi. Motor pasir massa pasir yang telah disimpan di lepas pantai dekat Ter Heijde. Angin, gelombang dan arus laut secara bertahap akan mendistribusikan pasir ini sepanjang pantai Belanda Selatan. Ini prinsip “alam harnessing untuk membangun” garis pantai akan menghasilkan ekspansi alam pantai selama bertahun-tahun yang akan datang. Kedatangan motor pasir menghilangkan kebutuhan untuk melengkapi pasir pantai setiap lima tahun. Hal ini akan mengurangi biaya pertahanan pesisir dan mengganggu kehidupan di tanah jauh lebih sedikit