571. Fungsi, dan Pentingnya Pertanian di Negara Belanda.

Penulis : Yoga Krisnanda
Tema : Earth
=========================================================================================================================================================

1.1. Fungsi, dan Pentingnya Pertanian di Negara Belanda.
Makanan adalah hal terpenting bagi kehidupan manusia. Sayur, buah, daging,telur dan susu serta bahan makanan lainnya sangat diperlukan bagi tumbuh kembang manusia serta kelangsungan kesehatan yang mumpuni. Buah dan Sayur yang kaya akan vitamin baik dikonsumsi tiap hari demi menjaga kesehatan, maupun untuk membantu penyembuhan ketika sakit. Daging salah satu sumber energi untuk aktivitas , Susu dan Telur yang sangat baik untuk pertumbuhan manusia. Semua merupakan produk sektor Pertanian.

Baik Negara maju maupun Negara berkembang tidak bisa lepas daripada sektor tani. Walaupun decade terahkir jumlah-nya mengalami penurunan, Pertanian tidak bisa dipandang sebelah mata. Selain sebagai satu-satunya penghasil sumber makanan , Pertanian sangat penting bagi sektor Ekonomi lain-nya. Pertanian adalah sumber pencarian yang paling penting bagi masyarakat desa, pertanian membuka lapangan kerja bagi masyarakat suatu daerah ( pertanian padat karya ), hasil pertanian sebagai bahan pokok beberapa industri manufaktur , menunjang sektor restoran ,wisata dan kuliner, sumber pendapatan Negara melalui kegiatan eksport. dan terahkir, Pertanian menjadi bidang kewirausahaan yang sangat menjanjikan.

Belanda merupakan salah satu Negara yang mempunyai sektor pertanian yang baik . Setelah Amerika dan Perancis, Netherland ( Belanda ) adalah Negara eksporter produk pertanian terbesar. Pada 2007, kegiatan pertanian telah memberikan 9,6 % dari total national added value ( 47,9 miliyar euro ). Sektor pertanian membuka sekitar 600.000 lapangan kerja , hampir 10 % dari total lapangan kerja Negara Belanda . Tahun 2003, Perdana Menteri Balkenende menyatakan bunga dan makanan sebagai kunci utama dari perekonomi belanda .
Proposi jumlah produk pertanian dan makanan dalam jumlah total barang ekpor Belanda cukup tinggi, mencapai 17 %. Tiap tahun-nya, sektor pertanian memberikan nilai ekspor mencapai 20 miliyar ( 23 miliyar Euro ditahun 2007). 70% kegiatan ekonomi pertanian dilakukan pada kegiatan ekspor. Sekitar 80% ekspor ditunjukkan kepada anggota EU ( Uni Eropa ), dengan Jerman dan U.K sebagai pembeli terbesar. Sekitar 75% total bersih ekspor bersumber pada produk daging ternak dan sayuran .

1.2. Perkembangan dan Inovasi Pertanian Negara Belanda.

Tahun 1900, Pertanian merupakan mata pencarian banyak penduduk, Sekitar 2.8 juta bekerja bertani. Era ini pertanian berpusat kepada Ternak hal ini dikarenakan tanah Negara Belanda umumnya berpasir dengan kadar humus rendah, sedangkan tanah bercocok tanam berukuran sempit. Hasil cocok tanam hanya untuk makanan ternak dan sisanya dikonsumi atau dijual. Pada 1930 , ketika perang dunia II, Terjadi Krisis Ekonomi dan keterbatasan makanan, mendorong pemerintah menetapkan kebijakan pengembangan sektor pertanian. Kebijakan direalisasi dengan diterapkan intensitas penggunaan mesin dalam kegiatan bertani, penggunaan pestisida dan pupuk untuk meningkatkan hasil cocok tanam, dan dibuat kebijakan Konsolidasi Tanah .

Setelah PD II, pertanian Belanda berubah dari sistem pertanian campuran berfokus kepada padat karya , yang dikarakteristikan dengan diversifikasi produksi pertanian, menuju sistem pertanian padat modal dan karya ( dalam dunia akademis disebut “ Footloose agricultural farms “).

Kebijakan Pemerintah yang berfokus kepada penggunaan Mesin mendorong Produksi Susu / Dairy. Usaha Produksi susu / Dairy merupakan sektor paling penting bagi Pertanian Belanda. Pada 1960-1985, produksi susu / Dairy Negara Belanda terus meningkat tiap tahun-nya. Pada 1970-an , supply tumbuh 100 % , Oleh karena nya supply yang besar ini, Belanda menjadi eksporter susu utama (60% penjualan susu ke luar negeri ), Sampai 1984 ketika European Community menetapkan sistem kuota pembatasan produksi susu yang telah membludak.

Dewasa ini, Pertanian masih amat penting, Pertanian mencangkup 2/3 ( two third ) wilayah Belanda. Belanda sendiri membagi pertanian dalam 5 golongan : Grassland base livestock, Horticulture, arable crops, pigs and poultry, mixed 3. Area tanah yang digunakan bercocok tanam mencapai 1.930.000 hektar, dengan 53% diklasifikasi sebagai grassland ( padang rumput), 42% tanah arable, 3% untuk buah-buahan, dan 2% untuk bunga, tanaman hias, dan bibit.

Sektor pertanian ke 2 paling penting adalah holtikultural. Tahun 2003 nilai ekspor-nya mencapai 6.5 miliyar Euro. Holtikultural meliputi tanaman hias dan sayuran. 93% tanaman hias Belanda yang diekspor berupa Flower Bulbs ( contoh : bunga tulip ). Ekspor tanaman hias Belanda mencapai 70% dari total ekspor tanaman hias Negara Eropa. Pembeli umbi-umbian hasil Belanda terbesar adalah Amerika dan Jepang, sedangkan Jerman dan U.K, Perancis sebagai negara-negara pembeli Bunga terbesar. Untuk Sayuran, Belanda mengekspor sekitar 540 kg tomat/tahun , Dengan Jerman dan U.K sebagai pasar utama. Holtikultural era Modern dilaksanakan dengan media Rumah Kaca ( Glasshouses ), dengan 1/4 praktek rumah kaca diseluruh Dunia barada di Belanda. Tahun 2008, sekitar 60.000 orang bekerja di GlassHouse.

Setelah Holtikultural, Perkebunan arable menduduki sektor ke 3 paling penting. Tahun 2008, Netherland memiliki 11.000 Perkebunan Arable, dengan membuka lapangan kerja bagi lebih dari 24.000 orang. Hasil Panen yang dihasilkan didominasi pada gandum, makanan hewan ( fodder ), Sugar Beets ( Lobak ), table potatoes, dan tumbuhan polong ( legumes). Total luas area perkebunan arable adalah : 812,812 ha. Banyak tumbuhan arable tumbuh subur di tanah berpasir, tak heran Perkebunan arable ditemukan didaerah tanah berpasir seperti provinsi Noord-Brabant ( daerah selatan ), Gelderland dan Overijssel ( Daerah Timur ).

1.3. Prospek Pertanian Belanda di Masa Depan.

Tahun 2005 Perdana Menteri Pertanian, alam, dan Kualitas Makanan mengamandemekan peraturan yang menjelaskan prospek masa depan pertanian Belanda , dengan judul ” The Choice for Agriculture”. Prospek pertanian yang dipandang menarik dimasa depan yaitu cocok tanam dengan rumah kaca ” greenhouse ” dan Hortikultural dengan lahan terbuka ( open field horticulture). Kedepan-nya Para petani diberikan peran yang lebih luas dalam pengelolaan pertanian, sementara campur tangan pemerintah akan diperkecil.

1.4. Semi-Closed GreenHouse : Sistem Pertanian Masa Depan Berbasis Teknologi dan Ramah Lingkungan.

Berdasarkan pemikiran sustainability environment , perlunya system pertanian yang mampu meningkatkan produksi , tapi juga memikirkan dampak-nya terhadap lingkungan, ahkirnya Greenport Greenhouse Institute Wageningen UR Netherland mengagas system ” semi-closed greenhouse “. Konsep GreenHouse yang ramah Lingkungan berupa minimalisasi kebutuhan energi serta emisi CO2 yang dikeluarkan lebih rendah.Manfaat lainya adalah memungkinkan-nya menampung Energi panas dalam tanki selama berbulan-bulan. Konsep ini menggunakan air panas ( hot water ) sebagai sumber energi sehingga lebih ramah lingkungan daripada generator pada system greenhouse traditional. Selain ramah lingkungan, system baru ini memberikan manfaat ekonomis, yaitu energi panas yang ditampung di tanki dimungkinkan untuk dijual, sehingga manfaat ekonomis diperoleh bagi Pengguna system ini.

Referensi :
Agriculture in the Netherland : It’s recent past, Current state, and perspective: C. Heide, C. Martijn Van der , Silvis, Huib J., dan Heijman, Wim J.M : University Wageningen.
https://www.google.com/search?q=sustainable+development+in+netherland&ie=utf-8&oe=utf-8# Diakses : 27 April 2015