574. Belanda, Menaklukkan Alam untuk Kemajuan Peradaban

Penulis : Dea Hasna Isadora
Tema : Water
=========================================================================================================================================================

Belanda, sebuah negeri yang sangat lekat dengan sejarah kemerdekaan negara kita. Negeri yang terletak di Eropa bagian barat ini dahulu berhasil menjajah negara kita selama kurang lebih 350 tahun. Banyak sekali inovasi di bidang pembangunan dan teknologi yang tersisa di zaman penjajahan Belanda yang masih kokoh dan berfungsi dengan baik di Indonesia sampai saat ini seperti rel kereta api, sistem irigasi dan waduk serta bendungan. Bahkan setelah hampir tujuh puluh tahun masa penjajahan berlalu, negara Belanda semakin berjaya dalam berbagai bidang. Keberhasilan penjajahan dalam kurun waktu yang sangat panjang yang disertai berbagai inovasi cemerlang tersebut semestinya membuat kita penasaran mengenai kunci kemajuan dari negara ini untuk menjadi pelajaran bagi bangsa kita.

image002
Gambar 1. Waduk Pacal Bojonegoro, Salah satu peninggalan teknologi Belanda di Indonesia
sumber : http://www.kaskus.co.id/

Secara geografis negara Belanda memiliki permukaan yang rendah, 20% wilayahnya berada di bawah permukaan laut, dan 50% wilayahnya memiliki ketinggian kurang dari 1 m di atas permukaan laut. Uniknya, hal tersebut diabadikan dalam nama Belanda sendiri yaitu “Nederland” yang berarti “negeri-negeri berdataran rendah”. Makna nama “Nederland” jika dihubungkan dengan kemajuan negara Belanda di masa kini melambangkan kegigihan dan keuletan Belanda dalam berjuang menghadapi tantangan alam. Kegigihan Belanda dalam mengeringkan daratan yang digenangi air agar dapat menjadi permukiman yang layak didiami juga tergambar dari kalimat seorang filsuf Perancis Rene Descartes yaitu “God created the world, but the Dutch created Holland.”

Tantangan demi tantangan alam itulah yang memacu Negeri Van Oranje untuk terus berinovasi dalam menjaga dan memperluas wilayahnya. Salah satu inovasinya adalah sistem reklamasi lahan dengan menggunakan sistem polder yang kompleks sejak abad ke-11. Sistem polder adalah sistem tata air tertutup dengan elemen-elemen berupa tanggul, pompa, saluran air dan kolam retensi, pengaturan lanskap lahan, dan instalasi air kotor terpisah. Mulanya sistem polder ini hanya berfungsi menjaga level ketinggian air dan untuk menjaga daerah dari ancaman banjir (waterschappen). Pada abad ke-13 sistem polder ini disempurnakan dengan penggunaan kincir untuk memompa air keluar dari daerah yang berada di bawah permukaan air laut. Dengan semakin banyaknya pembangunan sistem hidrolik inovatif di Belanda, polder dan kincir angin akhirnya menjadi identik dengan Negeri Belanda.

image004
Gambar 2. Kincir angin di Desa Kinderdijk
sumber: mozaik.matawanita.com

Meskipun telah menerapkan sistem polder namun banjir tetap merupakan ancaman terbesar di negara ini setiap waktu, hampir satu milenium Belanda terus berjuang melawan banjir. Salah satu bencana paling memilukan terjadi pada tahun 1953 dimana daratan Zeeland di Belanda diterjang banjir yang menewaskan kurang lebih 1800 jiwa. Namun bencana banjir tersebut juga melahirkan sebuah inovasi berupa salah satu pembangunan terbesar dalam sejarah peradaban manusia yaitu Delta Works/Deltawerken. Megaproyek ini berlangsung selama hampir lima dekade. American Society of Civil Engineers pun menetapkannya sebagai salah satu dari tujuh keajaiban dunia modern.

image006
Bencana Banjir di Belanda tahun 1953
sumber : http://riasetiawati.blogspot.com/

Deltawerken adalah pembangunan infrastruktur polder strategis yang berteknologi canggih untuk menguatkan pertahanan terhadap bencana banjir. Deltawerken ini dibuat dalam bentuk bendungan berseri secara berturut-turut dan bertujuan untuk menjaga daratan dari ancaman Laut Utara. .Deltawerken terdiri dari sepuluh bendungan besar dan tiga penahan gelombang yang dibangun secara bertahap selama kurang lebih 44 tahun dan menghabiskan kurang lebih 8 milliar dollar. Bendungan yang dihasilkan diklaim mampu menahan badai besar yang hanya muncul sekali dalam 10.000 tahun, dan memiliki tinggi 13 meter diatas permukaan laut. Struktur bangunannya dua kali lebih tinggi dibandingkan bendungan New Orleans dan Deltawerken memakan biaya perawatan 500 juta dollar tiap tahunnya.

image008
Deltawerken
sumber : www.neeltjejans.nl

Teknologi Deltawerken ini terbukti telah mengamankan Belanda selama bertahun-tahun dan membuat Belanda menjadi negara dengan sistem pengelolaan terbaik di dunia sehingga teknologi ini diadaptasi oleh berbagai negara di belahan dunia. Deltawerken secara tidak langsung membangun Belanda itu sendiri dengan memberikan arahan tata kota di Belanda berupa kanal-kanal dan jalur transportasi air yang begitu cantik. Polder, dam, dan kanal merupakan istilah istilah yang tak akan terlepas dengan Negeri Van Oranje sejak saat itu. Teknologi Deltawerken bukanlah inovasi air yang terakhir yang dilakukan oleh Belanda. Karena belakangan Belanda terus mengembangkan teknologi mutakhir dalam pengelolaan air. Pemerintah terus menaruh perhatian besar pada air dan bekerjasama dengan berbagai perusahaan, universitas dan lembaga penelitian. Berdasarkan publikasi dari Rijkswaterstaat Kementrian Infrastruktur dan Lingkungan Belanda (2014) terdapat 35 titik inovasi air di seluruh Belanda.

image010
Kanal di kota Amsterdam
sumber : gudangilmukeren.blogspot.com

Berbagai inovasi dan pengelolaan air yang baik oleh Belanda juga memberikan dampak positif yang terkait dengan pengelolaan elemen lainnya. Dengan pengelolaan elemen air yang baik Belanda dapat mengelola elemen tanah sehingga menghasilkan lahan yang layak untuk pemukiman dan pertanian. Dewasa ini sektor pertanian manjadi modal utama bagi Belanda untuk menjadi negara dengan hasil pertanian terbanyak di dunia. Sektor pertanian menjadi salah satu pendapatan negara Belanda setelah sektor wisata.

Sistem polder dan kincir angin yang awalnya digunakan sebagai bagian dari pengelolaan air untuk mengeringkan daratan dan alat bantu pertanian pun sekarang juga telah berhasil digunakan Belanda untuk mengelola elemen lainnya yaitu elemen udara. Dimana angin yang dihasilkan oleh kincir juga dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik yang dibangun tak hanya di daratan namun juga di sepanjang lepas pantai. Energi dari kincir angin ini pun digunakan Belanda sebagai bagian dari pengelolaan elemen terakhir yaitu elemen api dalam bentuk penyedia bahan baku industri. Kincir angin untuk kepentingan industri terdapat banyak jenisnya dan mereka diberi nama sesuai dengan penggunaan mereka, contohnya kincir angin untuk menggergaji (sawmill red.) atau kincir angin untuk menggiling jagung (cornmill red.). Jenis kincir angin yang paling tua adalah kincir angin standar (standaardmolen atau postmill dalam bahasa inggrisnya).

Kesuksesan Negeri van Oranje dalam menaklukkan alam dan mengelola empat elemen kehidupan terutama air, membuat kita menyadari bahwa semangat membangun dan berinovasi yang dimiliki Belanda sangat tinggi. Inovasi adalah instrumen utama dalam pembangunan Belanda menjadi sebuah bangsa yang sejahtera secara ekonomi, kaya akan budaya dan memiliki reputasi tinggi dalam bertoleransi. Ekonomi pengetahuan telah menjadi pijakan bagi Belanda melejitkan diri dan mengambil posisi penting dalam percaturan global. Dimana pengetahuan dan kreativitas menjadi faktor produksi penting, sehingga setiap orang ditantang untuk menggunakan talenta serta mengembangkan diri sebesar mungkin.

Sumber:

http://id.wikipedia.org/wiki/Belanda

http://www.nesoindonesia.or.id/tinggal-di-belanda/tentang-belanda

http://www.kaskus.co.id/thread/52f4f7d8148b46dc5c8b4697/teknologi-belanda-yang-masih-di-gunakan-indonesia

http://www.7wonders.org/wonders/europe/netherlands/rotterdam/delta-works.aspx

http://www.wired.com/science/planetearth/magazine/17-01/ff_dutch_delta?currentPage=all

http://en.wikipedia.org/wiki/Delta_Works

http://www.deltawerken.com/Haringvliet-Dam/327.html

http://tiaoktaviyani.blogspot.com/2012/09/pesona-kincir-angin-belanda.html