583. Air: Sahabat atau Musuh? Sebuah tilikan terhadap Manajemen Air di Belanda

Penulis : Paulus Widiantoro
Tema : Water
=========================================================================================================================================================

Kekuatan air: menghancurkan vs menghidupkan
Salah satu film yang menarik dan penuh kontroversial tahun 2014 adalah NOAH. Kisah ini ingin mencoba menghadirkan cerita dalam Kitab Suci tentang salah satu tokoh terkenal NOAH, yang menurut cerita dalam Kitab Suci telah ikut berperan menyelamatkan ekosistem dunia. Perannya menurut para ahli dan penafsir Kitab Suci sungguh sangat besar. Namun, bukan itu yang ingin menjadi sasaran pembahasan. Ada satu hal yang menarik dari film ini, yaitu penggambaran unsur/elemen air yang sangat mendominasi sepanjang film. Penonton diajak untuk mewujudkan imajinasi tekstual suci dalam bentuk tiga dimensi, yang salah satu tekanan kuat dari film tersebut diletakkan pada kedahsyatan kekuatan air yang bisa dilihat dari dua sisi, destruktif/penghancur atau produktif/sumber kehidupan makhluk hidup.

Dalam kisah NOAH, air menjadi lambang pembersih (cleaner), yaitu menyapu semua “kotoran/dosa” manusia dan berhasil menciptakan sebuah dunia baru (para ahli Kitab Suci menyebut rentang waktu sesudah terjadinya air bah tersebut sebagai “taman Eden baru”). Kita tidak bisa membandingkan kisah NOAH ini dengan peristiwa banjir yang terjadi di beberapa belahan dunia akhir-akhir ini. Banjir yang terjadi akhir-akhir ini bisa diteliti secara ilmiah/akademis, misalnya saja, bisa dikaitkan dengan akibat dari eksploitasi alam (terutama hutan dan sumber daya alam) yang terlalu berlebihan. Ini tentu mengakibatkan defisit unsur tanah dan tanaman yang seharusnya menopang air hujan dalam volume berapa pun. Dari sini kita bisa bertanya, apakah selama ini air menjadi sahabat atau musuh manusia? Nah, untuk menemukan jawabannya, mari kita menelisik lebih dalam dari pengalaman ratusan tahun negeri seribu kincir air mengelola air, tanah, udara, dan api.

Menilik sejarah negeri air
Menilik ke rentang waktu yang lebih jauh dan real, saat ini manusia masih dihantui oleh adanya ancaman air yang bisa sewaktu-waktu datang menghancurkan segala yang dilewati. Peristiwa ini bagi warga negara Belanda tentu mengingatkan akan rentetan peristiwa banjir yang terjadi selama bertahun-tahun dan menghancurkan segala sesuatu. Sejak peristiwa banjir rutin menghampiri negeri seribu kincir ini muncul kesadaran dalam diri warga Belanda untuk mengadakan sebuah “perlawanan” terhadap ancaman alam yang mengganggu kelangsungan hidup. Berbagai cara dilakukan oleh pemerintah Belanda, dengan membangun dam, water boards, mengelola sistem kanal dan pengairan, membangun bendungan, dan memanfaatkan situasi alam yang ada untuk mencegah sekaligus bersahabat dengan alam. Kesadaran semacam ini tentu tidak diperoleh dengan begitu cepat. Dibutuhkan waktu yang cukup panjang sampai akhirnya muncullah kesadaran ini.

Banyak orang merasa kagum dengan sistem manajemen pengairan yang telah berpuluh-puluh tahun dilakukan oleh orang Belanda. Sistem yang dibangun tidak sekadar untuk melawan ancaman alam, namun sekaligus bersahabat dengan alam. Proses manajemen ini tidak akan terlaksana dengan baik jika tidak mendapatkan dukungan yang kuat dari berbagai pihak antara lain: lembaga pemerintahan dalam hal in diwakili oleh Rijkswaterstaat (sebuah kementerian yang secara khusus mengelola pengairan) , perusahaan (baik milik pemerintah maupun swasta) yang membantu mengurus infrastruktur pengairan, dan yang terutama adalah kesadaran warga negara untuk memiliki masa depan yang lebih baik.

Trend masa depan untuk Pemerintah Belanda
Salah satu artikel menarik yang penulis temukan membahas mengenai rekomendasi masa depan yang lebih baik. Ada dua belas rekomendasi yang dibuat sebagai salah satu usaha masyarakat Belanda mempersiapkan masa depan sampai tahun 2100 . Memang rentang waktu yang sangat panjang. Namun, penting untuk diperhatikan di sini adalah kesadaran masyarakat untuk memutuskan mengelola alam dengan lebih modern dan berkualitas. Dengan mengurangi risiko kerusakan alam seminimal mungkin.

Salah satu prediksi yang sudah diperhitungkan dengan matang adalah masa depan Belanda suatu saat nanti, bisa dikatakan pertumbuhan masyarakat yang akan semakin meningkat. Menurut data, pada tahun 1800 penduduk Belanda hanya berjumlah 2 miliar, sedangkan data pada tahun 2008 penduduk Belanda mencapai 16 miliar . Oleh karena begitu kayanya Belanda akan pengelolaan air, dengan percaya diri Belanda menerima mandat untuk menjaga negara sebagai sebuah tempat yang aman dengan persediaan air bersih untuk manusia dan kehidupan lain, ini juga didukung oleh waktu dan pengetahuan. Tantangan lain adalah adanya perubahan iklim di hampir semua belahan dunia, trend ekonomi dan demografi, sosial-politik, dan kemajuan teknologi.
Belanda berhasil melakukan inovasi sekaligus merencanakan inovasi baru dalam mengelola air. Inovasi ini juga dilakukan dengan sangat serius, mengingat tantangan ke depan yang semakin kompleks dan tingkat kesadaran manusia yang semakin berkurang.

Manajemen air: peluang dan risiko
Untuk mewujudkan visi dibutuhkan aksi. Mewujudkan kedua hal tersebut dibutuhkan keteguhan untuk mengambil keputusan (decision-making). Apa saja yang perlu dilakukan oleh para pengambil keputusan tentu tidak jauh dari visi, antara lain: tetap pada jalur yang sudah ditetapkan, koordinasi dan tujuan nasional visi, dukungan finansial yang tepat dan cukup, dan juga pihak yang harus mengawasi jalannya seluruh visi nasional tersebut. Hal lain yang tidak bisa dipisahkan dari manajemen air ini adalah manajemen terhadap risiko volume atas air (apakah nanti akan menjadi terlalu banyak atau justru sebaliknya), polusi air, air segar untuk ekosistem, dan juga kesadaran sekelompok masyarakat terhadap sistem dan aturan ekonomi.

Negara yang sudah berpengalaman dalam mengelola air pun terus-menerus memikirkan rencana jangka panjang terhadap pengelolaan air. Air, akhirnya menjadi sahabat yang justru banyak membantu manusia untuk kelangsungan hidupnya. Bersahabat dengan air adalah sebuah pilihan. Negeri seribu kincir ini telah membuktikan pada dunia dan terus menyebarkan ilmu manajemen air ini ke seluruh dunia . Bukti besar pada manusia bahwa manusia bisa bersahabat dengan elemen air dengan manajemen yang benar dan tepat, serta terus-menerus memperhatikan kelangsungan ekosistem.

Catatan akhir
Dalam sejarah, negeri Belanda merupakan salah satu negara yang berhadapan secara langsung dengan air. Salah satu peristiwa banjir besar terjadi pada tahun 1953, meskipun dalam catatan sejarah sebelum banjir besar tahun tersebut sudah terjadi banjir di mana-mana. Inilah rupanya yang menurut penulis, menjadikan kesadaran manusia terhadap pengelolaan dengan alam begitu besar. Menjadikan alam sebagai sahabat, bukan musuh yang mengancam (bdk. Pendahuluan).
Belanda dikenal sebagai negara yang sangat ahli dalam mengelola sistem pengairan, hal ini bisa dilihat dari negara-negara bekas jajahan Belanda yang masih memiliki sistem pengairan ala Belanda. Bahkan di beberapa negara sistem pengairan tersebut terus-menerus dilakukan dan diinovasi dengan sistem teknologi yang baru.
Rijkswaterstaat adalah lembaga resmi milik Pemerintah Belanda yang menangani persoalan infrastruktur dan pembangunan. Salah satunya tentu infrastruktur pengelolaan sistem pengairan.
Dua belas rekomendasi ini dibuat oleh Komite Delta (Delta Committee) yang telah membuat sebuah visi jangka panjang sampai tahun 2100. Tentu visi panjang ini lalu diturunkan dalam visi jangka pendek, medium untuk menaikkan level perlindungan terhadap banjir dan suplai air bersih.
Data demografis ini semakin diperkuat dengan ekspektasi populasi warga Belanda dalam 20 tahun ke depan, dengan sebuah penambahan yang sangat tajam antara populasi penduduk dan populasi pembangunan rumah. Diprediksi sampai tahun 2040, akan muncul 500.000 rumah baru.
Bdk. Proyek-proyek Belanda di beberapa negara seperti, New Orleans (2005), Prancis (2010), Thailand (2011), Jepang (2011) karena pengalaman selama puluhan tahun dalam mengelola sistem analisa banjir.

Sumber referensi:
OECD (2014),Water Governance in the Netherlands: Fit for the Future?, OECD Studies onWater, OECD Publishing atau dapat diakses di http://dx.doi.org/10.1787/9789264102637-en
Secretariat Delta Commite (2008), Working together with water. A living land builds for its future. Hollandia Printing atau dapat diakses di http://www.deltacommissie.com
Slomp, Robert (2012), Flood Risk and Water Management in the Netherlands. A 2012 update, Rijkswaterstaat.