584. Pertanian Sepanjang Waktu: Belanda

Penulis : Andi Rahmat Saleh
Tema : Fire
=========================================================================================================================================================

Setelah Amerika Serikat, Belanda adalah Negara pengekspor komoditas pertanian terbesar di dunia. Pertanyaan yang paling mendasar adalah “Bagaimana Belanda mampu mencapai hal tersebut?” Seperti yang diketahui, luas wilayah Belanda hanya sekitar 42 ribu kilometer persegi, bandingkan dengan Amerika Serikat dengan luas sekitar 9 juta kilometer persegi. Prestasi yang sangat menakjubkan dari Negara yang bahkan daratannya pun lebih rendah dibandingkan dengan permukaan laut.

Berbagai tantangan yang dihadapi oleh Belanda sebagai Negara pengekspor produk agrikultur. Pertama tentunya adalah faktor luas lahan yang tidak seberapa dibandingkan dengan Negara besar lainnya. Tidak lupa juga adalah faktor lokasi yang yang berada di benua dingin Eropa yang pastinya merupakan kondisi yang kurang kondusif bagi pertumbuhan tanaman. Tetapi, bukan Belanda namanya kalau tidak bisa menghasilkan solusi-solusi istimewa.

Permasalahan lahan ditangani dengan penambahan luas lahan melalui proyek Delta. Hasilnya, luas lahan meningkat sehingga bisa dimanfaatkan untuk pertanian. Faktor system irigasi dank anal yang sempurna membuat lahan Belanda tetap kering walaupun tingginya di bawah permukaan laut. Masalah kondisi cuaca dengan empat musim pun bisa ditaklukkan. Caranya adalah dengan menggunakan api. Api yang tersedia sepanjang masa oleh alam. Api yang tersimpan bersama dengan magma inti bumi. Energi ini dinamakan dengan geothermal atau panas bumi.

image003
Figure 1. http://www.bgs.ac.uk/research/energy/geothermal/

Pada prinsipnya, energi panas bumi adalah energi yang tersedia dari lapisan magma pada inti bumi yang memanaskan lapisan air di atasnya. Hasilnya adalah panas dalam uap air yang tertampung di bawah kerak bumi. Terkadang panas ini dapat mencapai permukaan bumi apabila terdapat celah pada kerak bumi sehingga muncul sebagai sumber air panas atau geyser. Apabila panas ini tidak menemukan celah, maka ia hanya akan tersimpan sebagai sebuah potensi. Hal inilah yang mampu dimanfaatkan oleh Belanda.

Belanda mampu memanfaatkan energi panas bumi ini dengan berbagai cara misalnya untuk pembangkit listrik, penghangat rumah, perikanan, dan rumah kaca. Rumah kaca yang dipergunakan untuk pertanian bisa menyediakan hasil agrikultur yang memadai dan tersedia sepanjang waktu tanpa takut oleh musim dan cuaca di Belanda. Prosesnya adalah kurang lebih sama dengan pembangkit listrik tetapi yang dipergunakan adalah sumber energi panas bumi dengan temperatur yang lebih rendah yaitu kurang dari 90oC. Prosesnya secara sederhana adalah berupa panas yang berasal dari bawah kerak bumi dialirkan ke bagian yang lebih dekat dengan permukaan tanah yang dinamakan dengan kolektor. Kolektor inilah yang kemudian dihubungkan dengan listrik yang akan mengalirkan air yang dipanaskan dibantu dengan pompa ke bagian atap dari rumah kaca. Air hangat yang mengalir ini yang akan menghangatkan rumah kaca sehingga menciptakan atmosfir yang cocok bagi pertumbuhan tanaman. Hasilnya adalah tanaman yang bisa berbuah dan dipanen sepanjang masa walaupun di musim dingin/salju yang biasanya adalah musim yang kurang bagus untuk pertumbuhan tanaman.

image004
Figure 2. www.http://www.preferredair.com/geothermal.html

Contoh pemanfaatan energi panas bumi ini bagi rumah kaca di Belanda adalah di daerah Ammerlaan, beberapa kilometer dari TU Delft. Mahasiswa dari Delft Aardwarmte Project (DAP) membantu wilayah ini sehingga para petani rumah kaca bisa memanfaatkan energi panas bumi yang tersimpan di Ammerlaan. Bahkan energi panas bumi yang diperoleh bisa dimanfaatkan oleh petani dari wilayah tetangga, sekolah, kolam renang, dan pusat olahraga. Contoh lain bisa dilihat pada perusahaan A+G van den Boosch yang memiliki rumah kaca di daerah Bleiswijk, berdekatan dengan wilayah Den Hague. Perusahaan ini adalah perusahaan pertama di Belanda yang mempergunakan energi panas bumi untuk bidang agrikultur. Hasilnya adalah sekitar 7,2 hektar tanaman tomat yang dipelihara dalam rumah kaca yang dibantu dengan energi panas bumi. Hal ini menjadikan tomat-tomat tersebut dapat dipanen tanpa mengenal musim sehingga bisa diekspor ke luar wilayah Belanda.

image006
Figure 3. www.thermogis.nl

Kegigihan warga Belanda memanglah patut diacungi jempol. Berbagai tantangan tidak menjadikan mereka mundur tetapi menjadi sebuah pemicu semangat untuk menghasilkan inovasi-inovasi yang mungkin tidak terbayangkan sebelumnya. Di saat Negara lain masih sibuk untuk menggali dan memanfaatkan energi panas buminya untuk dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik, Belanda sudah melangkah dengan aplikasi-aplikasi lain yang secara nyata membuat mereka menjadi salah satu Negara yang berperan penting dalam bidang agrikultur.

Sumber

http://www.government.nl/issues/agriculture-and-livestock/agriculture-and-horticulture

http://www.tudelft.nl/en/current/dossiers/archive/geothermal-energy/

https://www.rabobank.com/en/press/search/2013/20130730_Heating_the_Hothouse.html

https://www.tno.nl/media/2629/information20-art1.pdf

http://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_negara_menurut_luas_wilayah