588. Untuk Alam dari Penemu, You are my friend or my foe?

Penulis : Rika Yudani
Tema : Fire
=========================================================================================================================================================

Filsuf klasik Yunani percaya bahwa semesta ini – dan juga manusia – tersusun dari empat elemen utama. Air, udara, api, dan tanah. Empat elemen yang meniupkan kehidupan.

Namun, jangan salah, mereka juga bisa menjadi lawan mematikan.

Untunglah, sejak ratusan tahun lalu, Belanda telah menunjukkan bagaimana menempatkannya sebagai kawan, dan bukan lawan.

Air dan Kedalaman Air yang Menakutkan

Dalamnya air selalu menjadi misteri bagi manusia. Minimnya cahaya di bawah sana, kuatnya tekanan air, dan keterbatasan nafas manusia menjadikan dua pertiga wilayah bumi ini menjadi daerah gelap tak terjangkau.

Tahun 1620. Di Indonesia, rakyat Ternate sedang berjuang melawan Portugis. Di Amerika, sejarah kolonisasi dimulai. Dan di London, seorang penemu dari Belanda, menemukan cara untuk menyelami kedalaman air. Dan dari ia lah, konsep kapal selam modern pertama ditemukan.

Pada masa itu, konsep kapal selam, apalagi yang mampu membawa penumpang, merupakan hal yang dinilai mustahil. Bukan saja bagaimana membuat kapal mampu memasuki kedalaman air, kemudian muncul lagi tanpa kerusakan apapun, namun yang lebih penting adalah bagaimana membuat para penumpangnya mampu bernafas dan tetap hidup.

Cornelius van Drebbel memukau ratusan orang di pinggiran Sungai Thames, termasuk juga King James I, saat berhasil memperagakan kapal kayu buatannya yang mampu menyelam ke dalam sungai, namun juga membawa penumpang, salah satunya bahkan King James I. Saking luar biasanya, hingga saat ini, para ahli masih berusaha menerka bagaimana Drebbel tetap mampu memberikan oksigen di dasar sungai sana.

Udara dan Panas yang Menyesakkan

Udara dan oksigen menjadi elemen terpenting hidup manusia. Tanpanya, kita mengucapkan selamat tinggal pada dunia. Namun, bagaimana jika suhu udara meninggi? Tetapkan ia menjadi penyambung kehidupan, atau justru sebaliknya?

September 2013. Sebanyak 54 ribu warga Jepang dirawat di rumah sakit akibat udara panas ekstrim dan 87 orang diantaranya dilaporkan meninggal. Puluhan lainnya meninggal di Amerika karena penyebab yang sama. Sedangkan di India, 524 orang meninggal dunia akibat meningkatnya suhu udara secara drastis.

Maka benar yang dilakukan oleh Drebbel. Pada bulan Juli 1620, di tengah-tengah musim panas yang hangat, ia menunjukkan pada King James I sebuah mesin prototype pendingin udara, yang merupakan cikal bakal air conditioning (AC) modern. Mesin buatannya berhasil mengubah suhu di Great Hall of Westminster Abbey – yang amat luas dengan langit-langit tinggi – menjadi jauh lebih rendah, dan membuat King James I menggigil kedinginan.

Konsep AC modern pertama Drebbel ini kemudian menjadi inspirasi bagi puluhan penemu lainnya, yang berwujud menjadi AC yang kita gunakan sekarang. Tanpa AC temuan Drebbel, mungkin akan lebih banyak lagi nyawa melayang karena udara panas yang ekstrim.

Api dan Kemarahan yang Menghanguskan

Penemuan atas api mungkin merupakan salah satu penemuan paling berguna bagi kehidupan manusia. Namun, jika tak waspada, ia bisa menjadi kekuatan yang menghancurkan.

Pada masa itu, metode pemadam kebakaran masih menggunakan cara tradisional – ember berisi air, terpal basah, dan tiang panjang untuk merobohkan dinding yang terbakar. Alat pemadam kebakaran merupakan bak air yang rumit, yang harus dibawa ke dekat sumber api, untuk kemudian dipompa secara manual. Pemadaman api hanya bisa berlangsung satu arah, dan tidak memungkinkan untuk diputar ke kanan kiri maupun atas bawah. Karena itulah, api menjadi momok paling menakutkan. Dengan kota yang dipenuhi rumah kayu dan diapit gang-gang sempit, satu batang lilin kecil bisa membumihanguskan sebuah kota.

Ganasnya api membekas di benak Jan van der Heyden muda saat menyaksikan bagaimana api melahap habis Old Town Hall di Dam Square pada Juli 1652. Dua puluh tahun kemudian, bersama adiknya, Nicolaes, seorang insinyur hidrolik, ia mengembangkan sebuah selang pemadam kebakaran, yang menjadi cikal bakal selang pemadam modern. Bukan hanya ringan dan mudah dipindahkan, dengan selang ini, kini pasukan pemadam kebakaran dapat mengarahkan air ke berbagai arah, tanpa terpaku di satu tempat.

Heyden kemudian mengembangkan pasukan pemadam kebakaran modern di Amsterdam. Ia membagi kota menjadi beberapa kabupaten, dan masing-masing penduduk kabupaten bertanggung jawab atas kebakaran di wilayahnya. Dengan demikian, tidak ada lagi satu pasukan pemadam kebakaran kota yang lari ke sana kemari.

Sebagai pelengkap kepeduliannya terhadap bahaya kebakaran, pada 1690, Heyden menulis Brandspuiten-boek (The Fire Engine Book), yang berisi ringkasan kronologis puluhan kebakaran di Amsterdam serta penjelasan tentang metode tradisional yang berbahaya dan tidak efisien untuk memadamkan api dengan ember kulit dan selang tua. Buku ini menjadi buku panduan pemadam kebakaran pertama di dunia.

Dan berkat Heyden, api menjadi kawan sekaligus lawan yang bisa dikendalikan.

Di Mana Bumi Dipijak Di Situ Langit Dijunjung

Kita tidak bisa memilih di mana kita dilahirkan. Begitupun penduduk Belanda. Lokasi tanah Belanda, yang dikelilingi laut dan tiga sungai utama serta mayoritas berada di bawah permukaan laut membuat cerita tentang Belanda tak bisa lepas dari kisah tentang banjir.

Dari banjir All Saints pada tahun 1170, banjir Laut Utara pada tahun 1953, hingga banjir dari sungai-sungai utama pada tahun 1990-an. uluhan ribu nyawa melayang dan kehidupan masyarakat porak poranda. Namun, bukan Belanda namanya jika ia menyerah. Setiap peristiwa bencana dijadikannya pelajaran untuk mengembangkan pengetahuan dan teknologi penanganan banjir masa depan.

Sepanjang sejarahnya, Belanda memiliki banyak metode dan teknik untuk mengamankan tanah kehidupannya, dari jaringan tanggul, selokan, polder, pintu air, hingga pendekatan terpada menggabungkan sistem keamanan air dan infrastruktur. Dalam beberapa tahun mendatang, semua aliran air di Belanda akan terlihat pada sebuah dashboard digital berteknologi tinggi.

Belanda terletak di delta dari. Pada tahun 1993 dan 1995, tiga sungai utama: Rhine, Meuse dan Scheldt banjir yang menyebabkan evakuasi 250.000 orang dan 1 juta hewan ternak. Setelahnya, Belanda mulai membangun “Room for the River,” sebuah proyek bernilai €2.3 billion untuk mengembalikan dataran banjir alami sungai.

https://sites.google.com/site/athenebittingscienceteacher/home/who-invented-air-conditioning

http://www.dutchnews.nl/features/2014/02/master_dutch_painter_revolutio/

http://mentalfloss.com/article/25773/innovator-inventor-and-painter-jan-van-der-heyden

http://waterandthedutch.com/delta/