589. Destruksif Namun Kreatif

Penulis : Diaz Adisastomo
Tema : Fire
=========================================================================================================================================================

Desain Belanda dan Hingga Kini
Belanda merupakan salah satu negara di Eropa yang senantiasa menawarkan perspektif dan pendekatan baru, unik bahkan cenderung radikal, salah satunya dalam bidang desain. Desain Belanda dikenal dengan karakter yang pragmatis, sederhana namun dengan penjelajahan konsep yang mendalam.

Desain Belanda boleh saja disebut kekinian, namun bukan berarti sebuah fenomena baru, Pergerakan desain modern Belanda ditandai dengan kehadiran sebuah kelompok desain yang disebut DeStijl di tahun 1918. Kelompok tersebut didirikan oleh Theo van Doesburg, Gerrti Rietveld dan Piet Mondrian. Karya Piet Mondrian yang bertajuk Composition Red and Blue mungkin merupakan karya dari DeStijl yang banyak dikenal dan hingga saat ini masih banyak desainer maupun seniman yang mereinterpretasi karya tersebut.

Memasuki awal 90-an, desain Belanda kembali menarik perhatian dunia dengan hadirnya kelompok desain Droog yang dipelopori oleh Gijs Bakker dan Renny Ramakers.Satu hal yang membedakan Droog adalah muatan cerita, kritik sosial maupun humor yang terkandung pada produk-produk yang diciptakan.

SMOKE by Maarten Baas
Di antara air, tanah, udara dan api, api merupakan elemen yang cenderung dihindari oleh manusia. Tidak jarang elemen tersebut diidentikkan dengan penderitaan, bahaya, bencana hingga kerusakan. Walaupun begitu, elemen yang telah dikendalikan manusia lebih dari 500.000 tahun yang lalu juga memiliki keintiman dalam kehidupan manusia, sehingga banyak aktivitas maupun untuk penerangan, membakar gerabah, memasak hingga menghangatkan tubuh.

Namun apa yang dilakukan Maaten Baas di tahun 2002 telah mengungkap keindahan dari jejak destruktif kobaran api. Maarten Baas merupakan salah satu desainer asal Belanda yang banyak mengeksplorasi persepsi manusia terhadap objek. Salah satu desain yang membawa namanya ke kancah dunia desain internasional adalah ‘Smoke.’

image002
Proses pembakaran kursi oleh Maarten Baas

‘Smoke’ merupakan sebuah seri furniture dimana Baas mulai mengembangan metode membakar furniture ini saat dia sedang menyelesaikan pendidikan desain di Design Academy Eindhoven. Maaten Baas secara harafiah membakar sejumlah furniture dari karya desainer terkemuka maupun kursi yang familiar dalam kehidupan sehari-hari. Setelah dibaka, kursi-kursi tesebut kemudian dilapisi oleh epoxy resin yang menjadikannya dapat tetap dengan layak untuk digunakan Furnitur tersebut antara lain ‘Red Blue’ chair dan ‘Zigzag’ chair milik Gerrit Rietveld atau lainnya. Karya Maarten Baas tersebut mengajak audiens untuk meninjau dan memikirkan kembali sejarah dari sebuah objek dan juga mendorong untuk menghargai sesuatu yang mungkin terabaikan. Proses pembuatan yang destruktif sekaligus kreatif. Sebuah cara berbeda dalam mempertanyakan peran desainer sebagai pencipta dari objek-objek yang baru.

image004

image006
Salah satu Karya Gerrit Rietveld, ‘Red Blue’ chair yang kemudian dibakar oleh Maarten Baas

Referensi :

http://www.maartenbaas.com

http://archaeology.about.com/od/ancientdailylife/qt/fire_control.htm

http://www.moooi.com/us/products/smoke-chair