592. Melihat Alam Semesta Lewat Radioteleskop Terbesar di Belanda

Penulis : Arifanny Faizal
Tema : Air
=========================================================================================================================================================

Sejak dahulu kala manusia yang tinggal di bumi selalu merasa penasaran dan bertanya-tanya, “apakah ada orang lain di luar sana (selain bumi) yang seperti kita?” Kisah-kisah alien yang datang ke bumi menggunakan pesawat UFO diceritakan dari generasi ke generasi, bahkan sampai difilmkan. Tapi semuanya belum berhasil menjelaskannya secara logis kepada kita, “apakah mereka benar-benar ada atau hanya khayalan kita saja?”

image002
Sumber: telegraph.co.uk

image004
Sumber: livescience.com

Alam semesta dan isinya memang masih menyimpan jutaan misteri yang belum terpecahkan. Berbagai percobaan dan eksperimen dilakukan manusia untuk mendapatkan jawaban atas pertanyaan-pertanyaannya tentang alam semesta. Mulai dari membuat berbagai teori tentang penciptaan alam semesta hingga berusaha dapat pergi ke luar angkasa.

Belanda ikut larut dalam keingintahuan manusia-manusia di muka bumi ini tentang alam semesta. Setidaknya Belanda tercatat mengikuti program pencarian makhluk asing atau Search For Extraterrestrial Intelligence (SETI). Keikutsertaan Belanda dalam program tersebut diwakili oleh Low Frequency Array (LOFAR) yang merupakan contoh terbaru dari inovasi teknologi Belanda di bidang astronomi. Selain LOFAR, turut berpartisipasi juga dalam program ini di antaranya adalah Green Bank Telescope (GBT), Infrared Spatial Interferometer (ISI), Teleskop Nickel dan lain-lain.

image006
Sumber: sen.com

LOFAR merupakan jaringan radioteleskop yang tersebar di lima negara Eropa. Kelima negara tersebut adalah Belanda, Jerman, Inggris, Perancis dan Swedia. Di Belanda sendiri terdapat 38 stasiun LOFAR. Sementara itu di Jerman terdapat 6 stasiun dan Inggris, Perancis dan Swedia masing-masing memiliki 1 stasiun LOFAR.

Di stasiun LOFAR di Belanda setidaknya ribuan sensor dipasang di area dengan diameter 100 kilometer di sekeliling Exloo, propinsi Drenthe. Apabila dihubungkan dengan kesembilan stasiun lain yang terdapat di Jerman, Inggris, Perancis dan Swedia maka LOFAR akan menjadi radioteleskop terbesar di dunia. Sebagai perbandingan misalnya, teleskop GBT yang berlokasi di Amerika Serikat hanya berukuran 100 meter.

Bukan hanya menjadi yang terbesar di dunia, LOFAR juga menjadi radioteleskop dengan teknologi yang lebih mutakhir dibanding radioteleskop lainnya. LOFAR sangat sensitif dalam menerima sinyal. Bahkan seratus kali lebih sensitif dari teleskop-teleskop yang ada saat ini. Kesensitifan suatu radioteleskop yang demikian nyatanya amat diperlukan apabila kita melihat kembali tujuan pembangunan radioteleskop LOFAR.

Secara umum, LOFAR dibangun dengan tujuan untuk mempelajari alam semesta. Dalam program pencarian makhluk asing atau SETI, LOFAR akan memancarkan sinyal melalui radioteleskopnya. Sinyal yang berasal dari LOFAR tersebut diharapkan akan mengusik makhluk asing sehingga nantinya makhluk asing tersebut akan merespon sinyal dari LOFAR. Sinyal balasan dari makhluk asing kemungkinan besar baru bisa dideteksi LOFAR jika posisi bumi dengan planet tersebut terletak pada orbit yang sama, serta planet tersebut juga sedang menghadap bumi.
Namun, LOFAR dibangun bukan hanya untuk mengikuti program pencarian makhluk asing atau SETI. Bidang-bidang ilmu lain juga bisa ikut memanfaatkan LOFAR. Para ilmuwan di bidang pertanian, misalnya, menggunakan LOFAR untuk meneliti pertanian berketepatan tinggi dengan sensor-sensor non-kabel yang dapat membantu mereka untuk mengoptimalisasi proses produksi. Para ahli geofisika menggunakan sensor-sensor seismik ini untuk memetakan geologi wilayah Belanda Utara. Pemetaan ini menghasilkan informasi yang sangat menarik mengenai penambangan gas alam dan proses turunnya permukaan tanah.

Beberapa hari yang lalu, diberitakan bahwa LOFAR berhasil mengungkapkan rahasia tentang terjadinya badai. Dalam temuannya LOFAR mengungkapkan bahwa ternyata partikel-partikel yang berenergi tinggi dari ruang angkasa yang berjarak jauh juga berperan dalam menerangi petir.

Sebelumnya, astronom-astronom internasional juga berhasil menemukan atom-atom karbon terbesar di luar galaksi bima sakti dengan menggunakan radioteleskop LOFAR. Bahkan pada observasi pertama dengan menggunakan LOFAR, astronom-astrom berhasil meneliti Whirlpool Galaxy Messier 51 (M51) yang terkenal itu.

image008
Sumber: sen.com

M51 berada di jarak yang jauh sekali, kira-kira 30 juta tahun cahaya. Selain jarak yang jauh, sinyal yang dipancarkan M51 ini juga berfrekuensi rendah. Sedari dulu para astronom sulit untuk mendeteksi sinyal yang berasal dari luar yang berfrekuensi di bawah 300 MHz, seperti halnya M51 yang ternyata berfrekuensi rendah. Hal tersebut dikarenakan ketika frekuensi rendah dari luar angkasa itu hendak memasuki bumi kedatangannya terhalang oleh lapisan ion bumi. Berkat adanya inovasi teknologi LOFAR, astronom-astronom akhirnya berhasil menemukan berbagai hal di alam semesta, meskipun sinyalnya berfrekuensi rendah sekalipun.

Selain M51, LOFAR juga berhasil melakukan observasi terhadap M82. Observasi tersebut dipuji oleh banyak kalangan karena menghasilkan gambar-gambar M82 yang sangat tajam. Lagi-lagi ketajaman gambar tersebut tercipta berkat inovasi teknologi yang digunakan LOFAR.

image010
Sumber: sen.com

Adanya LOFAR terbukti bukan hanya berguna bagi program pencarian makhluk asing, LOFAR juga berguna untuk mempelajari alam semesta secara keseluruhan. Bahkan LOFAR pun berguna bagi bidang-bidang di luar astronomi seperti bidang pertanian dan geofisika. Hal-hal yang dulu sulit untuk dipelajari karena keterbatasan teknologi, kini dapat dipelajari berkat adanya inovasi teknologi LOFAR. Dengan adanya pemahaman-pemahaman tentang alam semesta secara keseluruhan tentu akan berguna bagi keberlangsungan dunia selanjutnya.

Daftar Bacaan
Majalah “Hello Holland!”

http://www.nature.com/news/cosmic-rays-reveal-the-secrets-of-thunderstorms-1.17401

http://phys.org/news/2014-10-lofar-largest-carbon-atoms-milky.html

http://sen.com/news/-first-lofar-observations-reveal-a-whirlpool-of-wonder

http://www.dw.de/inovator-pekan-ini/av-17151910

http://www.cnnindonesia.com/teknologi/20150311125644-199-38321/untuk-pertama-kalinya-permukaan-planet-venus-terlihat/

http://teknologi.news.viva.co.id/news/read/517884-ini-dua-cara-baru-berburu-sinyal-dari-alien