593. Mengayuh Sepeda Menuju Masa Depan

Penulis : Ahmad Suryawan Oktafiadi
Tema : Fire
=========================================================================================================================================================

Pengetahuanku tentang Belanda terbatas pada legalisasi ganja, lokalisasi prostitusi di Red Light District, dan legalisasi pernikahan sesama jenis, tentunya selain bunga tulip dan kincir angin. Dari pelajaran sejarah di sekolah aku mengetahui negara ini pernah menjajah negaraku selama tiga abad lebih. Bahwa sebagaian besar wilayahnya berketinggian di bawah permukaan laut juga aku pelajari dalam pelajaran geografi. Tentu saja banyak hal yang belum kuketahui tentang negara ini dan jikalau ada kesempatan aku ingin tahu lebih banyak. Baru kemudian sebuah foto yang diunggah di facebook oleh salah seorang teman yang berkuliah di sana yang menampilkan ratusan sepeda berjejer di luar sebuah stasiun menambah persepsi dalam pikiranku tentang Belanda: sepeda.

Setelah melihat video sepasang kekasih berboncengan di atas sebuah sepeda di suatu malam menyusuri jalan berbintang di suatu sudut Belanda aku jadi meyakini bahwa cinta tidak membutuhkan lagi romantisme karena yang dibutuhkan hanyalah seruas jalan berbintang. Walaupun begitu, tetap saja aku membutuhkan selembar tiket ke Belanda, sebuah sepeda, dan yang paling sulit dari semuanya adalah seorang kekasih. Dibutuhkan imajinasi dan kreatifitas untuk membuat seruas jalan yang diterangi lampu LED yang didukung panel surya yang terisi daya pada siang hari dan cat yang mengumpulkan cahaya ini. Proyek ini merupakan bagian dari jalan cerdas Daan Roosegaarde untuk menciptakan jalan yang lebih aman dan efisien. Tidak perlu mengenal karya Van Gogh untuk menikmati jalan yang terinspirasi dari lukisan “The Starry Night” ini. Hanya dibutuhkan sedikit romantisme dan puisi.

Aku membayangkan betapa menyenangkannya bersepeda di Belanda, menyusuri jalur-jalur khusus sepedanya yang lebar yang biasanya berwarna merah; menikmati angin di sepanjang fietspad (jalur sepeda yang terpisah dari jalan utama), tanpa merasa cemas oleh lalu lalang kendaraan walaupun sedang melintasi fietsstrook (jalur sepeda yang bersatu dengan jalan utama), menikmati santainya bersepeda dengan memasuki fietsstraat (jalanan yang memang diutamakan untuk sepeda), atau mengayuh pedal secepat yang aku bisa di sepanjang snielfietsroutes (jalur sepeda cepat). Tidak perlu merasa terintimidasi ketika berada di persimpangan jalan karena tanda sepeda termasuk salah satu tanda pada lampu lalu lintasnya. Kalau kebetulan berada di propinsi Brabant Utara aku akan memutari Hoverning (jembatan lingkar khusus sepeda yang pertama di dunia) untuk mengunjungi Eindhoven, Veldhoven, atau Meerhoven tanpa merasa terganggu oleh lalu lintas padat di bawahnya.

Aku akan mengayuh sepedaku menuju ArenA Boulevard untuk mengagumi stadion sepak bola terbesar di negara itu. Aku penasaran pada atapnya yang mulai dipasangi panel surya pada 2014 sebagai bagian dari program ‘Amsterdam ArenA-Naturally Sustainable’ yang bertujuan menjadikan stadion ini bebas karbon pada tahun ini. Bahkan tak ketinggalan warga Belanda semakin banyak yang memasang panel surya di atap rumah mereka. Tidak mengherankan Belanda juga menjadi pelopor SolaRoad, jalur sepeda pertama di dunia yang dilapisi sel surya. Jalur yang terletak di desa Krommenie ini merupakan proyek percobaan yang memiliki visi untuk menjadi jalan yang mampu menghasilkan energi untuk menyalakan lampu-lampu jalannya sendiri, mengisi daya mobil listrik yang melintas di atasnya, atau bahkan rumah-rumah di sekitarnya. Walaupun pandangan skeptis ditujukan kepada proyek ini untuk masalah efisiensi (biaya, kotoran yang menempel, keamanan, atau posisi dari sinar matahari), paling tidak, langkah awal telah dibuat untuk proyek-proyek yang lebih baik di masa depan.

Karena sepeda bisa dibawa memasuki kereta (asal diletakkan di area khusus kalau tidak bisa dilipat) aku juga akan mengayuh sepedaku menelusuri provinsi Groningen di sebelah utara, memasuki museum-museumnya, mungkin juga ikut tur kanalnya, atau mengagumi kastil-kastil indahnya. Jikakalu aku terus bersepeda ke arah laut di Eemshaven aku akan menemukan ladang turbin angin terbesar di Belanda yang menghasilkan daya yang cukup besar walaupun tidak lebih besar dari daya yang dihasilkan turbin-turbin angin lepas pantai. Kalau ada uang aku pasti mampir untuk membeli cindera mata kaos matahari yang mampu mengisi baterai telepon selular buatan desainer Belanda Pauline van Dongen. Teman-temanku pasti tidak akan percaya ada kaos semacam itu.

Boleh jadi jika dibandingkan dengan beberapa negara Eropa lain mungkin Belanda masih agak tertinggal dalam isu energi terbarukan namun sebagai negara sepeda tentu saja selain ramah lingkungan, pastinya negara ini menghemat banyak bahan bakar yang berasal dari minyak bumi. Hingga pada akhirnya nanti datang masa di saat minyak bumi habis sama sekali, negara ini sudah siap untuk menjalani jaman itu, mengayuh sepeda menuju masa depan. Sepanjang matahari masih terus bersinar dan angin berhembus.

Walaupun langit gelap sebuah sepeda, jalanan berbintang, seruas jalan matahari di desa Krommenie, atap atap berpanel surya yang mulai terpasang itu, turbin turbin angin yang berputar, bahkan kaos yang mampu menyimpan energi mungkin akan menerangi jalan hidup manusia nanti.

Sumber :

http://www.nltimes.nl/2015/03/16/dutch-solar-shirt-can-recharge-your-phone/

http://www.nltimes.nl/2015/03/16/dutch-solar-shirt-can-recharge-your-phone/

http://www.nltimes.nl/2015/03/16/dutch-solar-shirt-can-recharge-your-phone/

http://www.solarplaza.com/article/top-10-dutch-solar-pv-projects

http://en.wikipedia.org/wiki/Cycling_in_the_Netherlands

http://www.holland-cycling.com/blog/198-solar-cycle-paths-the-way-forward