599. KEHEBATAN SANG JAWARA PENGENDALI AIR

Penulis : MUHAMAD ROM ALI FIKRI
Tema : Water
=========================================================================================================================================================

Jika ada sebuah teka-teki yang menanyakan tentang sesuatu jika ia sedikit adalah sahabat bagi kita dan jika banyak adalah musuh bagi kita, Apakah ia ?. Apa yang terlintas di fikiran anda? Mungkin anda mulai bingung? Atau bahkan anda mulai lapar karena memikirkannya? Jika saya memberikan sebuah kata kunci tentang jawabannya mungkin akan sedikit memberikan pencerahan dalam kebingungan yang anda alami. Tapi berhubung butuh waktu lama untuk menunggu anda mencari jawabnnya, maka saya langsung memberitahukan jawabannya keapada anda agar bisa langsung menuju ke pokok pembahasan kita. Jawabannya adalah Air, dalam Bahasa inggris diartikan sebagai “Banyu” dan dalam “Water” Bahasa jawa, Ups Kebalik. Air memang tidak bisa dilepaskan dari kehidupan kita, pepatah modern mengatakan manusia tanpa air ibarat sayur lodeh tanpa kuah. Begitulah peran penting air dalam kehidupan kita, dalam jumlah sedikit ia menjadi kebutuhan mendasar bagi setiap insan bernyawa untuk menjalankan kelangsungan hidupnya , namun jika jumlahnya banyak dan berlebihan, maka tak ayal menjadi musuh besar bagi insan bernyawa yang bisa mengancam kelangsungan hidupnya seperti banjir bandang, tsunami dan lain sebagainya. Begitulah rumus air bagi manusia dan makhluk hidup lainnya.

Tapi tidak demikian dengan jawara pengendali air yang satu ini, dimana ia telah berjibaku dengan air selama ribuan tahun lamanya. Ia bukan manusia tapi sekumpulan manusia yang telah menjadi bangsa dan menempati suatu wilayah yang di sebut negara. Belanda-lah namanya, jika berbicara tentang belanda pasti yang ada difikiran kita adalah kincir angin, bunga tulip atau kolonialisme. Akan tetapi jika kita tilik lebih dalam, negeri ini mempunyai keahlian luar biasa di bidang perairan. Kemampuannya dalam mengelola air diaplikasikan dengan membuat bendungan berteknologi canggih dan dapat mengubah laut menjadi daratan yang dapat ditinggali oleh penduduknya, maka dari itu sudah sepantasnya jika belanda dijuluki sebagai sang jawara pengendali air dari Eropa.
Kisah belanda dalam membangun teknologi bendungan tidak bisa dikatakan berjalan secara instan dan sederhana, akan tetapi membutuhkan proses panjang yang penuh dengan tantangan. Satu abad yang lalu, tepatnya tahun 1912 saat Belanda mengalami hal yang sangat memilukan. Seolah menjadi mimpi buruk yang tak terlupakan, badai dan banjir besar telah menyapu daratan wilayah Belanda dan menelan banyak korban. Ditambah lagi dengan kondisi 27 % wilayah Belanda berada dibawah permukaan laut. Hal ini tentu menjadi sebuah momok permasalahan besar yang menghantui bangsa Belanda. Posisi wilayah belanda yang tidak stratgis dan rawan akan bencana alam tidak membuat belanda hilang dari peta dunia justru dengan kondisi yang dibilang tidak menguntungkan malah membuahkan sebuah inovasi yang belum pernah terfikirkan oleh bangsa lain, yaitu inovasi teknologi bendungan yang berfungsi untuk mlindungi diri dari ancaman banjir tetapi juga dengan fungsi sebagai reklamasi daratan, cadangan air tawar dan untuk meningkatakan jalur pengairan. Teknologi ini telah teruji selama bertahun-tahun dan menghasilkan berbagai macam teknik yang dapat mengatasi masalah dalam penerapan teknologi, sehingga muncul perbaikan-perbaikan dan menghasilkan kontruksi terbaik dunia

image002
Bendungan yang dibangung Belanda

Teknologi bendungan pada mulanya diawali warga Frisian yang mendiami Belanda dengan melakukan reklamasi pantai dan membangun apa yang disebut dengan Terpen, bendungan pertama yang dibangun untuk menghadang air laut utara. Namun pada tahun 1287, terjadi kebobolan Terpen yang menyebabkan banjir besar yang disebabkan karena gelombang laut makin menguatkan, tekad orang Belanda untuk segera melaksanakan rencana lama yang tertunda untuk melakukan reklamasi Zuiderzee. Mulai dari tahun 1927 hingga 1933 dilakukan pembangunan tanggul sepanjang 30.5 km (19 mil), lebar sekitar 90 meter dan tinggi mencapai 7,25 meter diatas permukaan laut yang dinamakan Afsluitdijk. Bendungan ini mengubah Zuiderzee menjadi Ijsselmeer, sebuah danau air tawar. Tahun-tahun selanjutnya dibangun bendungan lainnya, sebagai bagian reklamasi daratan Ijsselmeer. Daratan baru hasil dari reklamasi menghasilkan sebuah provinsi baru bernama Flevoland yang dulunya adalah lautan.

image005
Proses pembuatan bendungan

Fondasi bendungan diperkuat dengan batu-batu besar yang dibungkus tikar-tikar raksasa yang dianyam dari batang pohon. Material yang digunakan pada bangunannya adalah sebuah material yang keras dan ulet yang berasal dari tanah liat berbatu yang disebut kei-lem. Material ini terdapat di dasar laut dekat lokasi bendungan. Karena mengandung batu-batu raksasa, maka tanah liat itu tetap kokoh walaupun terkena arus pasang surut. Dari sisi konstruksi dan material yang digunakan, Aufsluitdijk merupakan proyek konstruksi bendungan yang luar biasa yang mampu membelah Laut Selatan, dan menghubungkan dua propinsi yaitu Noord Holland dan Friesland. Pertarungan Belanda dengan laut tidak selesai sampai disitu. Suatu pekerjaan konstruksi modern yang jauh lebih besar setelah Afsluitdijk adalah dengan membangun bendungan berseri secara berturut-turut yang dinamakan proyek ‘deltawerken’. Hal itu juga dipicu oleh bencana pada tahun 1953 yang menewaskan 1800 penduduk.
Pencapaian tertinggi dalam konstruksi besar di lautan adalah Delta works karena dibangun dengan menghadapi arus laut, gelombang dan karakter tanah yang bervariasi. Design dan teknik yang digunakan khususnya di area persiapan fondasi dan penggunaan matras-matras fondasi perlindungan menggambarkan inovasi dan kerjasama yang kuat antara para geologist dan insinyur yang memberikan penerapan penting dalam berbagai aspek dari konstruksi yang berhubungan dengan pantai dan lepas pantai. Penggunaan komponen yang telah dibentuk sebelumnya (prefabricated) untuk kemudian ditempatkan melalui metode penempatan material-materialnya mencerminkan sebuah terobosan dalam konstruksi di laut terbuka (open water construction). Aspek lingkungan dan sosial pun sangat diperhatikan agar ekologi pantai sekitarnya tidak terganggu dan kehidupan nelayan dan kelancaran arus lalu lintas pelabuhan tidak terganggu. Inovasi yang luar biasa tersebut merupakan hasil dari budaya inovatif masyarakat Belanda yang konon terbentuk dari interaksi ribuan tahun dengan laut.

image008

Budaya belanda berasal dari perjuangannya dalam melawan lautan. budaya kebebasan, toleransi, kebebasan bicara, kebiasaan masyarakat Belanda untuk terus bernegosiasi tanpa akhir berasal dari pertarungan mereka dengan air. Pertarungan selama 2000 tahun membendung lautan telah membentuk budaya masyarakat Belanda yang terus mencari dan melakukan perbaikan tanpa henti. Melalui berbagai bencana air yang terjadi dibelanda ini, masyarakat Belanda membuat apa yang kini disebut dengan public-private partnership. Dimulai sejak abad ke 11, kerjasama semacam itu mulai terbentuk. Dewan lokal yang yang disebut water board di setiap desa melakukan pengawasan terhadap pengelolaan air di wilayah mereka melalui suatu forum yang mengumpulkan masyarakat disekitar wilayah untuk membahas pengelolaan air secara demokratis. Kebebasaan ini menjadi fondasi yang kuat dalam karakter inovatif masyarakat Belanda sehingga kemudian melahirkan banyak kreasi-kreasi besar yang mendapat pengakuan dunia mulai dari karya lukisan dari Rembrandt yang sangat indah, hingga jam pendulum dan navigasi kapal hasil karya Cristiaan Huygens. Bahkan bunga Tulip dengan berbagai warna yang menjadi ciri khas Belanda juga merupakan hasil pengembangan botani para peneliti Belanda yang membawanya dari kawasan Asia Tengah yang kondisi tanah dan cuacanya jauh berbeda dengan Belanda.

Dibalik bendungan di Belanda menunjukkan bagaimana proses pembelajaran dan interaksi dengan air selama bertahun-tahun telah membentuk budaya masyarakat belanda yang terus gelisah dan berupaya untuk memperbaiki keadaan melalui teknologi konstruksi bangunan yang semakin canggih untuk mengamankan diri mereka. TIdak berhenti sampai disitu karakter inipun merupakan penjelasan yang logis dari berbagai hasil karya inovatif hasil kreasi bangsa Belanda yang banyak kita nikmati saat ini sehingga pantaslah negara ini disebut sang jawara pengendali air. Untuk itu kita patut belajar ke Belanda dan mempelajari apa yang terjadi dibalik bendungan tidak hanya konstruksi tetapi juga masyarakatnya.

Sumber Pustaka :
Dr. S. Van Baars, and I. M. Van Kempen, “Journal The Causes and Mechanisms of Historical Dike Failures in the Netherlands”, Faculty of Civil Engineering and Geosciences Delft University of Technology
Fajrin.2010. http://market-insight.blogspot.com/2010/04/dibalik-bendungan-belanda.html. Diakses pada tanggal 20 April 2015.
Ian Watson and Charles W .F inkl,J nr, “Journal State of the Art in Storm-Surge Protection: The Netherlands Delta Project “, Department of Geology Florida Atlantic University
Matt,Rosenberg.2009.http://geography.about.com/od/specificplacesofinterest/a/dykes.htm.Polders and Dikes of the Netherlands, The Reclamation of Land in the Netherlands Through Dikes and Polders. di akses pada 25 April 2015.
Matthew, Harwood . 2010. http://www.livius.org/opinion/opinion0016.html, Why the Dutch are becoming restless, , Doing It the Dutch Way, di akses pada 25 April 2015.
Simona O. Negro, Marko P. Hekkert and Ruud E. H. M. Smits, “Journal Stimulating Renewable Energy Technologies by Innovation policy”, Innovation Studies Utrecht (ISU) Working Paper Series,