602. Selamat Tinggal Jalanan Berlubang dan Dinding Retak

Penulis : VERONICA S
Tema : Earth
=========================================================================================================================================================

Siapa yang suka kesel kalau cat tembok rumah mengelupas? Atau.. Siapa yang suka menggerutu dengan jalanan di Indonesia yang sering mirip dengan permukaan bulan? Penuh dengan lubang-lubang yang membuat tidak nyaman. Apakah pernah terpikir jika bangunan dapat mengatasi kerusakannya sendiri seperti yang ada di film science fiction? Nah, simpanlah kekesalan kalian. Belanda telah hadir dengan inovasi terbarunya untuk mewujudkan harapan kalian.

image002

http://www.neverpaintagain.co.uk/blog/self-repairing-wall-coatings-and-concrete-discovered/

Adalah Prof. Bert de With yang berasal dari Eindhoven University of Technology, Netherland yang menangkap keresahan tersebut. Bersama timnya, ia berupaya menciptakan teknologi untuk membuat suatu lapisan yang mampu menyembuhkan dirinya sendiri dan dalam bahasa ilmiah sering disebut self-healing coating. Wah maksutnya bagaimana, tuh? Saya akan menggunakan analogi kucing di sini. Saya yakin kita semua sudah tidak asing dengan kemampuan self-healing kucing yang sangat baik. Kucing dapat menyembuhkan dirinya sendiri saat terluka dengan menggunakan air liurnya yang mengandung enzim khusus. Nah, prinsip inilah yang kemudian diterapkan pada penemuan Prof. With.

image004
www.fusenet.eu

Tim ini secara khusus mempelajari nano-technology. Setelah melalui banyak proses, akhirnya mereka menemukan materi yang memiliki kemampuan untuk memperbaiki kerusakan disebabkan oleh penggunaan secara mekanik dalam jangka waktu yang lama. Cara kerjanya adalah sebagai berikut, mereka menambahkan molekul fungsional yang diyakini memiliki kemampuan self-coating ke atas permukaan suatu benda. Dari situlah mereka menarik kesimpulan bahwa kerusakan pada suatu permukaan dapat diatasi dengan hanya menambahkan molekul fungsional pada ujung tangkai polimer dan kemudian mencampurkannya dalam lapisan. Molekul fungsional yang berfungsi sebagai alat perbaikan inilah yang disebut healing agent. Lapisan ini akan berfungsi sebagai lapisan anti-bakteri yang akan mendeteksi kerusakan sekecil apapun yang terjadi. Singkatnya, self-healing bisa terjadi apabila healing agent berhasil melakukan polimerisasi. Healing agent ini akan mendeteksi kerusakan sekecil apapun pada suatu benda dan kemudian memperbaikinya, jadi kerusakan tidak akan menjadi semakin parah dan fatal. Adapun contoh konkritnya adalah sebagai berikut. Sebuah keretakan pada dinding sebuah gedung tidaklah terjadi begitu saja. Ada proses yang panjang di dalamnya. Pada mulanya ada lubang kecil di dalam dinding yang biasanya disebabkan oleh faktor cuaca atau usia dinding itu sendiri. Dan kita tentu saja tidak bisa melihat lubang kecil yang ada di dalam dinding tersebut karena ukurannya mikro. Akibatnya lubang itu akan terus membesar dan seiring berjalannya waktu barulah keretakan pada dinding tersebut bisa kita lihat secara kasatmata. Nah, guna dari healing agent adalah memperbaiki dinding tersebut setiap kali ada lubang yang timbul sebelum muncul ke permukaan. Jadi keretakan tidak mungkin terjadi. Karena setiap timbul lubang sudah langsung diperbaiki secara otomatis dalam kurun waktu 2-4 hari oleh healing agent tersebut.

image005

http://www.coatingsworld.com/contents/view_online-exclusives/2013-06-26/ami-offers-polymers-for-seal-healing-coatings-technologies/

Penemuan ini kontan saja menarik perhatian berbagai pihak. Dan akhirnya beberapa tahun kemudian, tepatnya pada 2013 silam Eric Schlangen yang juga berasal dari Belanda mengembangkan penemuan ini menjadi self-healing concrete. Di mana fokus dari penemuan Eric adalah bagaimana aspal di jalan dapat memperbaiki kerusakannya sendiri. Mereka menerapkan teori Prof. With dan kemudian mengembangkannya dengan menggunakan Bacillus bacteria sebagai healing agent dalam proses self-healing ini. Kabar baiknya, tahun ini self-healing asphalt sudah mulai diluncurkan di negara asalnya. Dan ada kabar yang menyebutkan bahwa ke depannya teknologi ini akan didistribusikan ke negara-negara lain di dunia. Menakjubkan bukan? Terima kasih atas kreatifitasnya, Belanda! Semoga teknologi ini bisa sampai ke Indonesia ya. Jadi kita bisa mengucapkan selamat tinggal ke jalanan berlubang dan dinding rumah kita yang retak.

REFERENSI:
- http://www.neverpaintagain.co.uk/blog/self-repairing-wall-coatings-and-concrete-discovered/
- http://en.wikipedia.org/wiki/Self-healing_material
- http://www.coatingsworld.com/contents/view_online-exclusives/2013-06-26/ami-offers-polymers-for-seal-healing-coatings-technologies/
- http://www.archdaily.com/400530/erik-schlangen-proves-the-potential-of-self-healing-asphalt/