604. BlueTEC, Inovasi Manajemen Air, Penghasil Listrik Tenaga Gelombang Laut

Penulis : Dila Widya Sambhara
Tema : Water
=========================================================================================================================================================

image002
(Peta Negara Belanda. Sumber gambar: http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/c/cc/Map_provinces_Netherlands-en.svg/2000px-Map_provinces_Netherlands-en.svg.png)

Belanda, sebuah negara kecil di bagian barat Eropa yang menjadi salah satu negara dengan kepadatan penduduk terbesar di dunia. Luas negara ini mencapai 41.500 km2 dengan jumlah penduduk lebih dari 16,5 juta jiwa[1]. Negara yang memiliki nama resmi Koninkrijk der Nederlanden atau dalam bahasa Inggris The Kingdom of The Netherlands ini memiliki arti secara harfiah “Low Countries”, yang berarti sebagian daerahnya berada di bawah ketinggian air laut. Secara geografis, Belanda berada di antara Belgia di sebelah selatannya, Jerman di sebelah timur, dan Laut Utara di bagian utara dan barat. Berada di dekat laut membuat sebagian besar wilayahnya merupakan air, sehingga sangat penting bagi orang Belanda untuk memiliki manajemen air yang baik.

Peran manajemen air di Belanda telah nampak dilakukan beratus-ratus yang lalu. Bendungan, sheet piling, dan parit-parit yang diekskavakasi di daerah Vlaardingen pada tahun 1990-an menunjukkan bahwa sudah banyak terdapat aktivitas-aktivitas yang berkaitan dengan manajemen air pada masa-masa awal setelah masehi. Bahkan ratusan tahun sebelum masehi, pengelolaan air sederhana telah dilakukan, seperti gundukan yang disebut terps yang dibuat nenek moyang Belanda dari daerah utara. Pada Abad Pertengahan, terowongan dan parit mulai digali serta tanggul dan kincir dibangun untuk membuang kelebihan air ke laut. Pada awal abad 17-an, Belanda membangun mesin pemompa berkekuatan uap untuk mengeringkan danau-danau besar yang pada saat itu harus dilakukan karena ketinggian laut semakin naik dan dataran semakin kecil.[2]

image004
(Sejarah Manajemen Air di Belanda. Sumber gambar: Booklet Water Management In the Netherlands)

Belanda mulai terkenal dengan manajemen airnya ketika Belanda melakukan proyek yang bernama Zuiderzee Project, yang berawal dari Afsluitdijk pada tahun 1927- 1932 dan reklamasi Wieringermeer, Noordoostpolder, Oostelijk Flevoland dan Zuidelijk Flevoland. Banjir besar yang terjadi di daerah barat daya Belanda pada tahun 1953 memunculkan proyek baru, yaitu Delta Project[2].Setelah itu bermunculan banyak pemutakhiran dalam pengelolaan air, hingga kini banyak negara dari seluruh dunia berguru tentang manajemen air pada Belanda.

Baru-baru ini muncul teknologi baru seputar manajemen air di Belanda. Teknologi ini menggunakan energi pasang surut air laut (tidal energy) untuk menghasilkan listrik. Energi tidal merupakan salah satu sumber energi terbarukan terbesar yang belum banyak dimanfaatkan oleh manusia. Siklus gelombang pasang surut air laut yang dipengaruhi oleh fase-fase bulan ini sangat mudah diprediksi dan konsisten, yang artinya sebelumnya kita dapat menghitung seberapa besar listrik yang dihasilkan oleh alat berkekuatan pasang surut air laut ini. Konsistensi ini akan membawa stabilitas pada jaringan listrik lokal. Selain itu, energi ini dapat dihasilkan ketika tidak ada angin yang berhembus dan ketika tidak ada panas matahari[3], sehingga energi ini dapat menjadi energi alternatif yang sangat membantu, terutama untuk daerah-daerah berada di dekat laut atau perairan yang deras.

Dari IEA-OES Annual Report pada tahun 2009 menyebutkan bahwa kapasitas fisik dari energi tidal di seluruh dunia diperkirakan sekitar 3 TW (3.000.000 MW). Dengan menggunakan teknologi terkini, setidaknya 60.000 MW sumber energi dapat diekstrak secara teknis. Energi tidal ini bisa didapatkan dengan cara menempatkan turbin-turbin di arus gelombang laut. Turbin-turbin ini akan berputar sehingga akan menghasilkan energi tidal tersebut. Walaupun industri penghasil energi tidal ini masih dalam tahapan perkembangan awal, namun hal ini dianggap menjanjikan untuk penyediaan energi alternatif di masa yang akan datang karena mesin penghasil energi tidal ini dapat ditempatkan di banyak wilayah di seluruh dunia.[3]

Pada tanggal 9 April 2015, gabungan dari beberapa perusahaan yang bergerak di bidang kemaritiman, yaitu Bluewater, Damen/Niron Staal, Van Oord/Acta Marine, Vryhof Anchors, TKF, Tocardo, Schottel Hydro, NIOZ, Tidal Testing Centre, Nylacast, dan Pelabuhan Den Helder, meluncurkan floating tidal platform yang diklaim merupakan yang pertama di dunia. BlueTEC Tidal Energy Platform atau yang memiliki nama resmi BlueTEC Texel ini merupakan platform terapung yang mampu menahan turbin tidal di bawah permukaan laut[4]. Aliran dari gelombang air menyebabkan turbin-turbin di bawah permukaan laut berputar, yang mana menyebabkan generatornya menyala dan menghasilkan listrik. Listrik yang dihasilkan kemudian disuplai ke jaringan listrik di pulau utama melalui kabel listrik. Platform ini dijangkar seperti perahu[5].

Rencananya alat ini akan dipasang di sebelah selatan pulau Texel, diharapkan dapat menyuplai listrik bersih pada jaringan listrik Belanda. Platform pertama ini akan menjadi platform percontohan yang ditargetkan untuk ditempatkan di tempat-tempat terpencil di seluruh dunia, seperti pulau-pulau di Indonesia, Filipina, dan Pasifik, untuk menghasilkan energi listrik bersih yang dapat menggantikan generator diesel yang mahal dan menghasilkan polusi.[6]

Bluewater’s Tidal Energy Converter (BlueTEC) platform ini memiliki beberapa keuntungan dengan mengakomodasi sebagian besar peralatan penting di atas permukaan laut, dimana peralatan listriknya dapat tetap kering dan terlindungi, sehingga dapat memudahkan untuk pengecekan dan perbaikan[6]. Hal ini membuat platform ini menjadi produk yang sangat unik.

image006
(Model platform BlueTEC. Sumber gambar: http://www.bluewater.com/wp-content/uploads/2015/02/SeaGen-F_white_card_800x510pxs.png)

Platform ini akan mulai bekerja memproduksi daya listrik sebelum musim panas tahun ini. Diharapkan alat ini dapat memproduksi listrik untuk beberapa tahun ke depan. Selain itu, alat ini juga akan dikomersialkan secara global, dengan dikirimkan dengan kapal dalam kontainer dan dapat dipasang dimana saja di seluruh dunia. Ini juga merupakan kali pertama sistem tidal yang lengkap dan terintegrasi dipasarkan ke publik.[4]

Begitu banyak inovasi-inovasi yang telah dihasilkan oleh Belanda. Dengan semangat yang tidak pernah putus dalam menghasilkan sesuatu hal yang baru dan berguna bukan hanya bagi negaranya sendiri namun juga untuk negara-negara lain di seluruh dunia, Indonesia diharapkan dapat lebih banyak belajar dari Belanda dalam pemanfaatan air laut untuk menghasilkan energi alternatif. Apalagi Indonesia adalah negara kepulauan, dengan sebagian besar wilayahnya dikelilingi oleh laut. Hal ini menjadikan Indonesia memiliki kesempatan yang sangat luas untuk pemanfaatan air laut menjadi sumber energi alternatif. Memang tidak mudah untuk mempersiapkannya dan membutuhkan waktu yang lama. Modal yang diperlukan untuk membangun mesin ini juga pasti sangat banyak. Namun kita dapat mencapainya sedikit demi sedikit, dan semua ini tergantung pada generasi muda yang nantinya akan melanjutkan perjuangan untuk membangun Indonesia menjadi negara yang lebih maju.

DAFTAR REFERENSI
[1] http://www.holland.com/global/tourism/holland-information/about-holland/facts-figures.htm, diakses pada tanggal 26 April 2015.
[2] Booklet Water Management in the Netherlands, dari Rijkswaterstaat, Ministry of Infrastructure and the Environment tahun 2011. Diakses di https://www.rijkswaterstaat.nl/en/images/Water%20Management%20in%20the%20Netherlands_tcm224-303503.pdf pada tanggal 26 April 2015.
[3] http://www.bluewater.com/new-energy/tidal-energy/, diakses pada tanggal 26 April 2015.
[4] http://www.damen.com/en/news/2015/04/worlds_first_floating_tidal_bluetec_platform_ready_for_electricity_generation, diakses pada tanggal 26 April 2015.
[5]http://www.nioz.nl/files/afdelingen/CPR/documenten/BlueTEC%20-%20Facts%20and%20Figures.pdf, diakses pada tanggal 26 April 2015.
[6] www.bluewater.com/new-energy/bluetec/, diakses pada tanggal 26 April 2015.