606. Sepedaan Yuk, tapi di Belanda

Penulis : Anindita Ayu Pratiwi
Tema : Earth
=========================================================================================================================================================

“Sepedaan yuk!” atau “CFD-an yuk!” itu beberapa ajakan yang lagi tren di kalangan warga Indonesia. Ajakan disetiap akhir pekan ini tidak hanya berlaku di Ibukota tetapi di berbagai provinsi di Indonesia juga, seperti di Surabaya. Nah, lain halnya dengan di negara kincir angin, Belanda. Sepeda adalah transportasi paling efisien di negara tersebut, dibanding harus mengendarai mobil atau sepeda motor. Alasannya selain bisa menjaga kantong dari keseretan duit karna harus bayar bensin, parkir, dan pajak yang harganya selangit, juga merupakan solusi dari krisis energi dan ekonomi yang terjadi pada tahun 1970-an. Pesepeda-peseda di Belanda didukung penuh oleh pemerintah dengan membangun sarana untuk pengendara sepeda, menutup beberapa ruas jalan mobil dan menjadikannya satu arah, serta menaikkan tarif parkir. Ya, akhirnya dengan bersepeda menjadi budaya yang kental di kalangan masyarakat Belanda, sampai ada satu celetukan kehebatan warga Belanda dalam bersepeda “kalau belum bisa naik sepeda tanpa berpegangan tangan berarti belum Belanda banget”.

Sarana untuk bersepeda pun dibangun pemerintah Belanda dengan baik agar masyarakat semakin nyaman dalam beraktifitas. Salah satunya dibangunnya jembatan di Groningen yang memiliki design ciamik. Jembatan ini dibangun untuk menggantikan jembatan yang sudah ada. Selain di Groningen, ada lagi sarana jembatan penghubung antara Hertogenbosch ke Rosmalen yang berjarak sekitar 1.2 km dengan ketinggian bisa mencapai 7 meter dari bawah. Kerennya ini hampir seperti flyover kalo di Jakarta atau kota lain di Indonesia, tetapi penanjakkannya tidak terlalu tajam dan bedanya ini adalah untuk pesepeda, jadi aman banget tanpa gangguan kendaraan bermotor di dalam ruas jalan yang sama. Jembatan ini melewati Máximakanaal dan benar-benar baru dibuka pada tanggal 9 April 2015.

image002
Jembatan di Groningen

image004
Peta dari viaduct dari Hertogenbosch ke Rosmalen

Perkembangan teknologi terus dilakukan untuk memberikan kenyamanan bersepeda di Belanda. Negara ini merupakan negara subtropis, tentunya ada beberapa bulan yang harus dilalui di cuaca dingin, yakni pada musim salju “winter”. Pemerintah Belanda melakukan inovasi untuk pemanasan jalan sepeda dengan memasang pipa bawah tanah sedalam 50 meter dan akan ditaruh sepanjang tahun, yang akan mengambil dan menyimpan energi panas yang dihasilkan pada musim panas. Teknologi ini dapat membantu mengurangi salju dan yang menutupi jalan, sehingga lebih mudah diakses.

image006
Tidak Takut Sepedaan di Musim Dingin, karna ada Pipa Penghangat

Satu lagi teknologi mengagumkan untuk para pesepeda di Belanda, yaitu jalan yang menerangi saat malam, glow in the dark! Seorang desainer asal Belanda, Daan Roosegaarde yang telah menciptakan sebuah jalur sepeda ini. Jalur yang diberi nama Jalur Van Gogh – Roosegaarde terletak di kota Eindhoven, terlihat seperti hamparan langit berbintang yang menyelimuti tanah. Sang designer terinspirasi dari lukisan karya Van Gogh yang berjudul the starry night, menurutnya lukisan ini sangat berkarakter, sehingga ia ingin membuat sesuatu yang membuat orang-orang akrab dengan Vincent Van Gogh. Teknologi yang digunakan untuk rute hampir 1 km ini adalah ditanamanya teknologi inovatif sinar surya pada setiap kerikil sampai membentuk lautan batu bergelombang di aspal. Selain itu, lampu LED juga di tempatkan di sepanjang jalur sebagai cahaya tambahan. Pekerjaan inovatif ini tidak dilakukan Roosegaarde sendiri, ia bekerjasama dengan Heijmans Company. Jalur indah ini baru di buka pada 13 November 2014, dan untuk memperingati mendiang Van Gogh ke-125.

image008
Jalur indah Van Gogh – Roosegaarde

Sarana-sarana jitu dengan teknologi yang hebat dari Belanda untuk pesepeda semoga bisa menjadi inspirasi pemerintahan Indonesia agar bisa memperbarui ruas jalan sepeda, sehingga warga semakin semangat untuk bersepeda dalam beraktifitas, ini juga untuk menghemat bahan bakar yang semakin menipis.

Referensi :

https://bicycledutch.wordpress.com

http://www.goesbike.com

http://gopego.com

http://www.wowkeren.com/berita/tampil/00061431.html

http://properti.kompas.com