607. Kok Belanda Gak Banjir? : “DeltaWork Sebagai Bahan Refleksi Untuk Indonesia”

Penulis : Lisna Anggraeni
Tema : Water
=========================================================================================================================================================

Air tidak pernah bisa dipisahkan dari kehidupan mansia. Bayangkan bila air tidak ada? Mungkin istilah “Hujan” hanyalah sebuah fenomena aneh yang mustahil bisa terjadi. Namun karunia Tuhan sungguhlah indah, Dia menciptakan sesuatu dengan segala fungsinya yang sempurna. Sebagai manusia yang diberikan kesempurnaan akal, tentunya pengelolaan hasil ciptaan-Nya merupakan tugas wajib bagi kita. Misalnya air, mulai dari pengelolaan agar bisa bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. Namun, air bisa saja menjadi bencana bila kita tidak mengelolanya tidak baik. Contoh, banjir, karena air yang berlebih. Atau, krisis air karena serakahnya manusia terhadap alam. Mungkin kita menyebutnya itu sebuah bencana alam yang biasa, namun bagaimana bila kejadiaanya terus berulang apakah masih bisa disebut suatu bencana?. Untuk itu dibutuhkan manusia-manusia yang bijak dan kreatif dalam mengelola air agar bisa bermanfaat bagi setiap orang dimuka bumi.

Belanda, salah satu Negara di benua Eropa yang sangat terkenal dengan pemanfaatan air yang sangat baik. Bisa dikatakan sebagai cermin bagi negara-negara yang letak geogafisnya berdiri dibawah dataran rendah. Kanal-kanal yang indah disetiap penjuru kota merupakan hasil inovasi Negara Belanda yang berhasil menyihir Negara lain untuk mencontoh Negara tersebut dalam pemanfaatan air. Timbul pertanyaan, apa yang menyebabkan Belanda begitu apik menjaga dan menata kota? Apa tujuan Belanda memasang kincir angin yang tiap detiknya berputar? Hanya sebagai unsur estetis sajakah? atau ada tujuan lain dari itu semua?

Kembali kesejarah pembentukan Negara Belanda, memang Negara ini termasuk Negara yang kecil yang terbentuk di dataran rendah. Oleh karena itu Belanda terkenal dengan sebutannya yang khas yaitu “Nederlands”. Cukup jujur, namun dibalik kesan jujur itu Negara Belanda memiliki sebuah keoptimisan bahwa Negara Belanda bisa maju walaupun secara letak geografis tidak memungkinkan untuk bisa maju seperti Negara lainnya. Namun coba bandingkan dengan Negara kita sendiri yang luas, namun hingga saat ini masih tergolong kedalam Negara berkembang. (Penulis tidak bermaksud pesimis terhadap Negara sendiri. [Read: Indonesia]. Namun ini hanya sebagai perumpamaan yang didasarkan dengan sebuah fakta)

Ada istilah menyebutkan bahwa manusia akan naik derajatnya apabila sudah diuji. Kata “diuji” disini menggambarkan suatu usaha manusia untuk bangkit dari keterpurukan dan mulai menata dirinya agar lebih baik. Istilah tersebut sepertinya cocok dengan Negara Belanda. Sejarah menyebutkan bahwa di tahun 1953 Belanda mendapat cobaan banjir di daratan Zeeland yang banyak memakan korban jiwa. Dari sinilah, pemerintah Belanda merintis suatu mega proyek yang disebut sebagai DeltaWork. Tujuan dari pemerintah ini memang sederhana pada waktu itu, pemertintah hanya ingin agar banjir tidak pernah terjadi lagi di Belanda. Terdengar seperti harapan yang kosong namun dengan keoptimisan yang tinggi, mega proyek tersebut bisa selesai dengan memakan waktu 44 tahun dalam proses penyempurnaannya yang bisa mencegah dan membatu Negara Belanda menjadi Negara yang maju. Ini sesuai dengan mentalitas masyarakat Belanda yang mandiri dan optimis. Mereka berusaha agar tidak menggantungkan diri kepada orang lain. Self-Service Country itulah mereka. Namun, dengan sifat mereka yang mandiri, tidak menjadikan mereka menjadi manusia yang sombong, mereka mudah menjadi teman karena masyarakat Belanda sangat multikultural dengan begitu masyarakat Belanda akan mudah menerima kita asalkan kita bisa diajak bekerja sama dengan mereka [Read: Simbiosis Mutualisme].
Hanya dari inovasi pengelolaan air saja, bisa menjadikan Negara Belanda sebagai Negara maju. Kanal-kanal dipinggir kota bisa dijadikan ladang usaha bagi si-penarik perahu yang memanfaatkan pesona Belanda yang indah sebagai ajang rekreasi bagi para turis. Layaknya kincir angin yang tak pernah berhenti berputar, Belanda terus menciptakan inovasi-inovasi yang hebat untuk menjadikan Negara Belanda sebagai Negara yang lebih maju. Sebagai contoh, perawatan museum di Belanda sanagtlah apik, sehingga naskah-naskah bahasa Sunda yang ada di Belanda masih terjamin utuh dan masih bisa dibaca [Read: masih bisa dibaca oleh ahlinya]. Penulis tidak menyayangkan bila naskah-naskah tersebut tetap berada di Belanda, selagi Indonesia masih belum bisa meningkatkan kualitas museum yang ada, sebab tidak bisa dipungkiri bila naskah-naskah tersebut disimpan di Indonesia bisa jadi naskah tersebut melapuk. [Read: Penulis lagi-lagi tidak bermaksud pesimis terhadap Negara Indonesia, tetapi ini sudah disesuaikan dengan fakta dan kondisi lapangan].

Dari inovasi air timbul inovasi-inovasi lain yang semakin membuat Negara Belanda maju. Mungkin pemerintah Belanda hanya berniat membuat kenyamanan untuk masyarakat, namun dari niat tersebut bisa membuat Belanda menjadi Negara yang maju. Dimulai dari pemikiran bagaimana cara pemanfaatan air, kedua pemanfaatan angin sebagai energi listrik yang digunakan secara menyeluruh dinegara Belanda, ketiga pemikiran pembuatan benteng-benteng sebagai alat untuk menahan air agar tidak banjir ke wilayah warga.dari pemikiran sederhana, bisa kita lihat hasil yang luar biasa yang yang telah dicapai oleh Negara Belanda.

Dari uraian-uraian diatas, bisa terjawab pertanyaan Kok Belanda Ga Banjir?. Penulis berharap tulisan ini menjadi bahan refleksi bagi Negara Indonesia tercinta. Dimana inovasi-inovasi bisa muncul karena adanya tekad dari keinginan yang kuat untuk membangun negeri. Belanda bisa dijadikan cermin yang baik untuk Indonesia, dimana omongan pesimis bisa dibayar dengan suatu pencapaian yang luar biasa. Dengan banyaknya anak muda yang kreatif di negeri ini penulis optimis Indonesia akan menjadi Negara yang maju bahkan bisa menyaingi Negara Belanda. Namun dengan satu syarat, pengelolaan dan pengawasan yang baik dari pemerintah. Pesan dari pulis, tegaklah seperti benteng kanal yang terus diterjang badai, namun ingat kita harus tetap berjalan karena waktu bergerak seperti putaran kincir angin yang tidak akan berhenti. (Lisna Anggraeni)

Sumber bacaan: enosrudy-enru.blogspot.com/2012/05/delta-werken-inovasi-belanda-melawan.html/m=1