613. Belanda: Berinovasi untuk Memperpanjang Usia Bumi

Penulis : NADYA PUTRI SARASWATI
Tema : Earth
=========================================================================================================================================================

Bumi semakin memanas! Perubahan iklim sudah terjadi sejak belasan tahun silam di tandai dengan naiknya temperatur udara dan laut, cairnya salju dan es di seluruh wilayah di dunia, dan yang paling di takutkan, tanah tempat kita berpijak akan tenggelam karena naiknya permukaan laut.

Nasi sudah menjadi bubur. Perubahan iklim tidak dapat kita hindari karena nyatanya manusia tidak benar-benar mencintai satu-satunya rumah yang kita punya di dunia ini. Penduduk bumi terus-menerus melakukan perusakan yang makin mempercepat penuaan Bumi.

Penggunaan energi yang berlebih menjadi salah satu bukti konkret bahwa penduduk Bumi acuh tak acuh pada kelangsungan hidup rumah milik bersama ini. Berbondong-bondong warga Bumi unjuk gigi dengan mobil baru di mana polusi udara merajai jalanan, rumah megah yang difasilitasi dengan beribu-ribu Watt listrik, dan sikap apatis pada limbah yang mereka hasilkan tanpa peduli akan lari kemana limbah-limbah tersebut.

image002

http://www.ipcc.ch/pdf/assessment-report/ar5/syr/SYR_AR5_FINAL_full.pdf

Foto 1 : Cikal bakal terjadinya pemanasan global/sumber: Grist.org

Berdasarkan laporan dari IPCC (Intergovernmental Panel on Climate Change), suhu permukaan bumi telah naik sebesar 0,74°C selama 100 tahun terakhir (1906-2005). Hal yang paling mengerikan dari pemanasan global ini adalah naiknya permukaan laut setinggi 17 cm sejak abad 20, dan kenaikan ini akan terus berlanjut lebih parah di tahun-tahun berikutnya.

Lalu bagaimana dengan Bumi kita? Ucapkan selamat tinggal pada Bumi karena para ilmuwan telah memprediksi nasib Bumi yang akan tenggelam dengan tingginya permukaan laut mencapai 98cm di tahun 2100. Wow! Bagaimana dengan anak cucu kita nanti? Bagaimana mereka tinggal dan hidup di Bumi yang semakin tua renta ini?

Malapetaka besar akan hadir menimpa penduduk Bumi jika kita tidak segera berbenah. Setidaknya, Belanda tengah berupaya untuk memperpanjang usia Bumi dengan beragam inovasi yang terus di lakukannya, tidak hanya untuk kelangsungan hidup penduduknya sendiri, tapi juga berdampak untuk seluruh penduduk Bumi di dunia.

Belanda di kenal dengan Negara kecil yang hanya berukuran 41,526 m2 dan terhimpit dengan segala kekurangan dan keterbatasan dari segi sumber daya alam. Belanda bagaikan “Bawang Putih” yang di siksa “Bawang Merah”; yaitu alam, yang tidak henti-hentinya membuat Belanda tidak hanya kehilangan ribuan penduduknya, tapi juga tempat untuk bertahan hidup.

Tragedi di tahun 1953 membawa Belanda pada kesedihan mendalam. Banjir bandang telah merenggut 1836 nyawa dan melenyapkan tidak hanya harta benda, namun juga daratan karena area Belanda yang terletak di bawah permukaan laut. Ini bukan banjir pertama yang di terima Belanda, khususnya kota Rotterdam yang memiliki daratan paling rendah di banding kota-kota lainnya, tapi ini merupakan banjir terbesar yang menimpa Eropa, dan Belanda menjadi Negara yang paling banyak menelan korban jiwa.

Apakah Belanda mengikhlaskan begitu saja Rotterdam di lalap lautan? Belanda amat sangat mencintai Negaranya. Belanda tidak akan menyerah. Belanda ingin memperpanjang usia Bumi, dan itu di mulai dari Negaranya. Si Bawang Putih ini bertempur melawan serangan Bawang Merah dengan serangkaian ide brilian dan inovasi yang terus berkembang dari masa ke masa.

“The greatest pleasure in life is doing what people say you cannot do.” – Walter Bagehot

Siapa yang menyangka jika daratan yang 60%-nya berada di bawah permukaan laut justru bisa bertahan hingga sekarang? Hal tidak masuk akal ini berhasil di wujudkan Belanda dalam kurun waktu 39 tahun di mana Belanda berhasil membuat 13 bendungan raksasa dengan ‘menguras’ air laut dan mencegahnya membanjiri kota. Ajaib! Menguras laut! Satu wilayah berhasil di selamatkan. Jika saja saat itu Belanda menyerah, tentu Belanda hanyalah sebatas sejarah. Belanda hanya cerita dongeng yang kisahnya cukup kita nikmati di museum atau buku.

Tahu bagaimana susahnya terjebak pada kesulitan, Belanda tidak serta-merta egois dan mementingkan Negaranya saja. Inovasi yang Belanda telurkan juga memberikan sumbangsih untuk Bumi dan untuk kelangsungan hidup orang banyak. Si Bawang Putih ini tahu betul bahwa Bumi perlu perlu di manjakan dengan perawatan jangka panjang.

Negara yang terkenal dengan penggunaan transportasi sepeda terbanyak di dunia ini tengah melakukan penghematan energi besar-besaran. Ya, Bumi tengah ‘kehausan’ dan Belanda tidak ingin memperparah dehidrasi Bumi dengan mengurangi penggunaan energi yang ada.

Negara yang memiliki infrastruktur terbaik di dunia dari segi penanganan air ini tengah berupaya menggunakan energi angin yang ramah lingkungan di sektor transportasi. Di targetkan pada tahun 2018 seluruh kereta di Belanda akan telah menggunakan energi angin yang akan memakan daya setidaknya 1,4 TWh listrik atau setara dengan penggunaan energi untuk menyuplai Amsterdam selama setahun.

image005
Foto 2 : Target penggunaan energi angin dari 2015-2018/Sumber: JoinMosaic.com

Seluruh daya ini seluruhnya akan bersumber dari energi tenaga angin di Belanda, Skandinavia, dan Belgia. Projek ini sudah berjalan di tahun 2015 di mana sebanyak 50% energi angin telah menggantikan energi listrik sebagai daya penggerak kereta di Belanda. Inovasi penggunaan energi angin telah mendapatkan persetujuan dari perusahaan kereta Belanda bernama VIVENS (Verenigd Inkoop en Verbruik van Energie op het Nederlandse S) dan perusahaan energi Eneco yang menyuplai bantuan energi untuk transportasi kereta di Belanda.


(Kereta di Belanda yang menggunakan tenaga angin sebagai daya utama)

Jika berhasil di realisasikan, emisi dari transportasi akan berkurang drastis dan tentu saja akan membantu memperpanjang usia Bumi karena penghematan energi yang di lakukan Belanda. Sebanyak 1,2 juta penumpang dapat bepergian tanpa harus menyumbangkan emisi transportasi yang berdampak buruk bagi kesehatan Bumi. Efeknya tidak hanya bagi Belanda, tapi juga Bumi akan merasakan manfaatnya. Penghematan energi ini akan menjadi upaya untuk membuat Bumi awet muda dan layak huni.

Sungguh besar jasa Belanda terhadap Bumi. Sumbangsihnya tidak tanggung-tanggung dan membuktikan pada dunia bahwa si kecil ini mampu bersaing dengan Negara-negara besar lainnya dengan berbagai inovasi yang sangat berguna bagi manusia dan juga Bumi sebagai rumah manusia. Mari tiru langkah Belanda, dan perpanjang usia Bumi untuk anak cucu kita!

image007
Foto 3 : Sumber: Horizonserviceinc.com

Referensi :

http://www.ipcc.ch/pdf/assessment-report/ar5/syr/SYR_AR5_FINAL_full.pdf

http://www.dailymail.co.uk/sciencetech/article-2609338/Would-YOU-underwater-polar-caps-melted-Map-reveals-planet-look-like-sea-levels-rose-260ft.html

http://www.nationsencyclopedia.com/economies/Europe/The-Netherlands.html

http://rsta.royalsocietypublishing.org/content/363/1831/1271

https://www.spokefly.com/blog/top-10-countries-bicycles-per-capita/

http://www.eurogates.nl/what-you-didnt-know-about-netherlands/

http://news.eneco.com/climate-neutral-rail-journeys-become-reality-by-2018/