615. INOVASI BELANDA, INSPIRASI INDONESIA

Penulis : Imam Hariyanto
Tema : Air
=========================================================================================================================================================

image002
Kincir Angin di Belanda
(sumber: http://pixabay.com/en/architecture-building-classic-dutch-20470/)

Sudah sejak kecil saya mengetahui bahwa Belanda adalah negeri kincir angin. Pak Sabar, guru SD saya, yang pertama kali memberitahu saya tentang hal itu. Dilanjutkan pada saat SMP, saya juga diberitahu lagi dalam Mata Pelajaran Geografi oleh guru saya, Pak Hamid. Sampai akhirnya kuliah sekarang, saya masih menganggap Belanda adalah negeri kincir angin. Sebegitu eratkah hubungan Belanda dan kincir angin?

Belanda, negara yang telah menjajah Indonesia selama 350 tahun ini boleh dibilang sebagai “saudara tua” bagi negara kita. Negara maju di benua Eropa ini adalah sebuah negara kecil yang luasnya tak lebih besar dari Provinsi Jawa Timur, yaitu sekitar 41.526 km2. Negara ini memiliki topografi unik, karena SEKITAR 20% daratannya lebih rendah dari air laut dan sekitar 50% wilayahnya hanya lebih tinggi 1 m dari permukaan laut, karena itulah Belanda disebut sebagai Nederland (bahasa Belanda), yang artinya “negeri-negeri berdaratan rendah”. Ditambah lagi Belanda berada di muara tiga sungai besar Eropa, yaitu sungai De Rijn, Maas dan Schelde. Sudah bisa ditebak, Belanda sangat rentan akan bencana banjir. Sejarah mencatat bahwa negara ini pernah mengalami bencana banjir luar biasa pada tahun 1953 yang menelan korban jiwa hingga 1.836 orang. Ketakutan, kesedihan, penyesalan, dan kemarahan mungkin adalah satu paket penderitaan yang dialami oleh Bangsa Belanda saat itu. Belum lagi kerugian materiil yang besar. Namun ternyata kondisi tidak menguntungkan tersebut menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi mereka. Pertanyaan yang ingin dijawab mereka tentu saja adalah “bagaimana cara agar negeriku ini tidak mengalami bencana mengerikan seperti itu lagi?”. Bangsa Belanda bangkit. Berbagai konstruksi hebat dibangun untuk menjadi benteng bagi daratan agar air laut tidak bisa masuk ke daratan saat meluap. Sejak 1953 Belanda aman dari banjir, berkat mahakarya teknik sipil yang mengagumkan, antara lain Afsluitdijk dan Delta Plan. Kehebatan konstruksi bangsa ini bisa kita saksikan di Indonesia. Coba saja lihat bagaimana bangunan peninggalan Belanda saat masa penjajahan masih berdiri kokoh sampai sekarang walau sudah di makan umur. Tengok Bendungan Cisokan di Desa Sukarama, Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Meski sudah berumur lebih dari 100 tahun, bangunan ini masih tegak berdiri. Hebat bukan?!

image003
Bendungan Cisokan di Kabupaten Cianjur
(sumber: cianjurpost.blogspot.com)

Anda kagum dengan karya Bangsa Belanda? Jika ingin lebih kagum lagi, coba lanjutkan membaca sampai akhir tulisan ini.

Kehebatan sebuah negara maju seperti Belanda tidak hanya berhenti di pertanyaan “bagaimana cara mengatasi masalah ini?”, tetapi “bagaimana cara memanfaatkan masalah ini?”. Berkat letak geografisnya yang sebagaian besar wilayahnya dikelilingi oleh lautan dan juga letak negaranya yang lebih dekat dengan daerah kutub (dibandingkan Indonesia tentu saja), Belanda dikaruniai angin yang sangat melimpah. Dalam Mata Pelajaran IPA dulu, saya diajari kalau angin adalah udara yang bergerak dari daerah yang bertekanan tinggi (daerah dingin) ke daerah yang bertekanan rendah (daerah panas). Karena negara Belanda terletak dalam wilayah subtropis, maka angin dari kutub utara akan melewati negara subtropis ini sebelum mencapai wilayah tropis. Oleh sebab itulah Belanda menjadi negara yang memiliki intensitas angin tinggi, dan hal ini menjadi sesuatu yang menakjubkan di tangan para jenius negara ini.

image005
Vincent van Gogh
(sumber: www.biography.com)

Siapa yang tak kenal dengan tokoh-tokoh jenius dari Belanda seperti Vincent van Gogh, dan Piet Mondriaan? Bangsa ini memang dikenal sebagai orang yang rajin, pintar, ulet, dan terbuka. Mereka rupanya tahu betul bagaimana menjadikan karunia tersebut sebagai sesuatu yang bermanfaat bagi kehidupan mereka. Jadilah mereka menggunakan angin sebagai salah satu sumber energi yang menunjang hampir seluruh aktivitas kehidupan di sana. Kincir angin adalah alat yang digunakan untuk “menghirup” angin kemudian merubahnya menjadi energi untuk menggerakkan berbagai aktivitas kehidupan rakyat, layaknya tubuh manusia yang menghirup udara melalui paru-paru kemudian dirubah menjadi energi lewat proses oksidasi. Maka tak berlebihan kalau kincir angin dikatakan “paru-parunya” negeri Belanda, tanpa kincir angin apa jadinya kehidupan orang-orang di Belanda?!

image007
Kincir Angin Turbin di Belanda
(sumber: flipboard.com)

Belanda memanfaatkan kincir angin untuk sebagai salah satu sumber listrik. Kegiatan-kegiatan sehari-hari seperti mandi, mencuci, dan menyetrika, semuanya menggunakan listrik yang dihasilkan oleh kincir angin. Yang lebih keren lagi, tidak hanya mencukupi kebutuhan listrik rumah tangga, bahkan saat ini sumber energi terbarukan yang sangat ramah lingkungan ini telah mampu menjadi penopang kebutuhan listrik untuk industri-industri besar. Tengok saja perusahaan sekelas Google yang menggunakan energi listrik dari kincir angin untuk kebutuhan pusat datanya (data center). Proyek besar senilai USD750 juta ini rencananya akan ditujukan untuk gedung kantor utama pusat data tersebut yang berlokasi di Eemshaven. Gedung ini akan mendapatkan pasokan listrik sebesar 62 MW dari 18 turbin pembangkit listrik tenaga angin. Hebat!

image009
Taman Langit Tenaga Listrik di Kabupaten Sumba Timur, NTT
(sumber: www.dahlaniskan.net)

Lagi-lagi Belanda menularkan manfaatnya pada Indonesia. Di negeri kita sendiri, tampaknya pembangkit listrik tenaga angin di Belanda telah menginspirasi Pemerintah untuk mengatasi masalah kelangkaan listrik. Tengok saja bagaimana Taman Langit Tenaga Listrik (TLTA) di Desa Kemanggih, Kecamatan Mauba, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur. “Taman Bunga Listrik” ini benar-benar mirip dengan kincir-kincir angin di Belanda yang digunakan sebagai penggerak generator listrik. Taman yang menakjubkan ini menjadi sumber energi ramah lingkungan dan mampu menghidupkan puluhan rumah di desa terpencil ini. Selain itu, inovasi ini juga menjadi solusi yang murah (khususnya buat orang Indonesia) untuk mengatasi masalah pasokan listrik kepulauan yang sampai saat ini masih belum banyak tersentuh oleh infrastruktur pemasok energi listrik. Bahan-bahannya pun bisa dengan mudah didapatkan dalam negeri, baik itu baterai ataupun kayu pinus untuk kerangka baling-balingnya. Ini bisa menjadi modal besar untuk pengembangannya di masa depan.

Memang saat ini Taman Langit Tenaga Listrik tersebut hanya bisa memasok beberapa daerah kecil saja. Sangat kecil sekali dibandingkan dengan kebutuhan listrik oleh Indonesia yang merupakan negara kepulauan terbesar di dunia. Namun, marilah melihat kesuksesan negara Belanda yang sudah berhasil menghidupkan negerinya dengan memanfaatkan sumber daya alamnya. Tak perlu target muluk-muluk untuk berhasil seperti itu, hanya perlu komitmen, kerja keras, ketekunan, dan optimisme yang kuat untuk mewujudkan inspirasi menjadi karya nyata. Tentu saja peran para intelektual di tanah air tercinta ini sangat dibutuhkan untuk mewujudkannya. Belanda telah menjajah Indonesia di masa lalu, namun dari situ kita mengenal Belanda sebagai negara maju. Dari situlah kita menjadi sadar bahwa ada sesuatu yang bisa kita pelajari untuk membuat karya yang bermanfaat bagi rakyat Indonesia. Seperti judul tulisan ini, Inovasi Belanda, Inspirasi Indonesia.

Referensi Informasi:
1. http://id.wikipedia.org/wiki/Belanda
2. http://news.detik.com/read/2013/01/25/191358/2152542/103/banjir-jakarta-rangkullah-belanda
3. http://ms.wikipedia.org/wiki/Banjir_Laut_Utara_1953
4. http://www.pasundanradio.com/2013/11/bendungan-cisokan-peninggalan-belanda.html
5. http://www.bimbingan.org/iklim-sedang-dan-iklim-tropika.htm
6. http://www.pustakasekolah.com/respirasi-aerob.html
7. http://ekasarihandayani.blogspot.com/2011/06/belanda-sang-negeri-kincir-angin.html
8. http:// www.listrikindonesia.com/pemanfaatan_energi_angin_di_belanda_belum_optimal_123.htm
9. http://www.batamtoday.com/berita50334-Google-Manfaatkan-Listrik-Tenaga-Angin-di-Belanda-untuk-Pasok-Pusat-Data.html