616. Integrasi Sel Surya dalam Tata Kota di Belanda

Penulis : Handi Suryawinata
Tema : Air
=========================================================================================================================================================

Pendahuluan
Banyaknya kincir angin yang ada di Belanda menjadikan nagera ini mendapat julukan sebagai sebagai Negeri Kincir Angin. Kincir Angin sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu dan tersebar diberbagai penjuru Belanda dengan jumlah yang sangat banyak.

Sekitar abad 13 awal mulanya kincir angin digunakan untuk mendorong air ke lautan agar terbentuk daratan baru yang lebih luas (polder). Hal ini mengingat letak dataran Belanda yang sebagian besar wilayahnya berada di bawah permukaan laut.

Terbatasnya daratan, memaksa Belanda mengeringkan sebagian perairan untuk pemukiman penduduk. Kincir angin juga dimanfaatkan sebagai penghasil energi alternatif yang ramah lingkungan dengan
memanfaatkan angin, Belanda bisa menghasilkan tenaga listrik yang besar. Hal ini menempatkan Belanda ke dalam 10 besar negara yang menggunakan kincir angin untuk menghasilkan tenaga listrik.

Perkembangan Sel Surya di Belanda
Sel Surya adalah pembangkit yang memanfaatkan sinar matahari sebagai sumber penghasil listrik. Seperti yang kita ketahui bahwa energi surya merupakan sumber energi terbarukan. Matahari hampir tak terbatas sebagai sumber energi sehingga energi surya tidak dapat habis pemanfaatannya. Selain itu, energi surya merupakan sumber energi yang bersih dan ramah lingkungan karena tidak memancarkan emisi karbon berbahaya yang berkontribusi terhadap perubahan iklim seperti yang terjadi pada bahan bakar fosil.

Dalam segi inovasi, Belanda memang salah satu Negara yang percaya kepada pengembangan energi terbarukan. Bahkan di Belanda kini sudah terdapat jalur sepeda yang memiliki solar cells didalamnya, atau disebut SolaRoad. Proyek ini dimulai dengan membangun jalur sel surya sepanjang 70m, dan ini menjadi jalur sepeda pertama yang menyematkan teknologi tersebut.
Pembangkit listrik ini dibuat dengan melekatkan kristal silikon sel surya pada beton dan dilapisi kaca tempered setebal 1 cm. dengan posisi sedikit miring kesetiap sisi (seperti aspal pada umumnya) akan membuat permukaan jalur sepeda tetap bersih jika terkena air hujan.

Jalur sel surya ini akan diperpanjang menjadi 100m pada 2016, sehingga akan menambah daya listrik yang dihasilkan. Pihak pembuatnya mengklaim bahwa hingga 20% dari 140.000km total jalan di Belanda mungkin bisa diadaptasi menjadi SolaRoad.

image001
Gambar 1. Pemanfaatan SolaRoad di Belanda
Sumber: bikestreak.com

SolarRoad ini membuktikan bahwa Belanda selalu menawarkan inovasi terbaru untuk mewujudkan sebuah Negara yang aman, tentram dan damai.

Terdepan dalam Inovasi
Sebagai salah satu Negara di Eropa yang terkenal akan keindahannya. Belanda selalu menciptakan tata kota yang indah. Salah satu bukti inovasi yang telah Belanda lakukan yaitu dalam hal pembudidayaan bunga tulip. Sebenarnya bunga tulip berasal dari Turki, namun Belanda telah berhasil mengembangkan inovasi yang luar biasa pada bunga tulip, sehingga bunga tulip lebih banyak ditanam oleh Belanda dan sekarang dikenal menjadi bunga khas Belanda.

Setiap kali usai banjir besar yang melanda negeri ini, campuran lumpur dan pasir mengakibatkan tanah menjadi subur. Hal ini dimanfaatkan orang-orang Belanda untuk membudidayakan bunga tulip. Sekitar 3.000 varietas tulip di dunia dengan 14 kelompok nama yang cantik telah banyak di ekspor oleh Belanda dengan harga yang mahal. Hal ini menjadikan Belanda semakin menarik untuk dijadikan salah satu tujuan wisatawan mancanegara.

Integrasi Sel Surya dalam Tata Kota di Belanda
Untuk kembali mewujudkan sistem tata kota yang menarik, Belanda bisa kembali memanfaatkan integrasi sel surya dengan pemanfaatan penyiraman otomatis pada bunga tulip di wilayahnya. Dengan mengintegrasikan 2 hal tersebut untuk menciptakan sistem penyiraman air otomatis berbasis solar sel pada bunga tulip di Belanda diharapkan mampu meningkatkan kota yang semakin indah dan modern dengan tetap mengedepankan sisi estetikanya.

Berikut adalah sistem penyiraman otomatis bunga tulip yang bisa diterap kembangkan yang bisa berfungsi ganda sebagai penghemat energi juga berfungsi sebagai penambah estetika kota:

image002
Gambar 2. Sistem Penyiraman Bunga Tulip Otomatis dengan Panel Surya.
Sumber: Analisis Penulis, 2015

Selain sistem tersebut juga bisa ditambahkan sistem sel surya di atas pohon yang diberi lampu hias yang dipasang melingkar pada pohon sehingga mampu menyala pada malam hari. Fungsinya untuk memperindah kota dan juga membantu penerangan pada jalan untuk menghemat konsumsi energi pada lampu jalan.

image003
Gambar 3. Lampu Pohon Berlampu Hias Biru
Sumber: Analisis Penulis, 2015

Penerapan energi sel surya yang diterapkan pada tata kota untuk menambah nilai estetika dan sebagai upaya penghematan energi ini diharapkan menjadi ciri khas baru bagi Belanda selain sebagai negeri kincir angin juga sebagai negeri sel surya.

Penutup
Penerapan teknologi ini yang memanfaatkan pancaran sinar matahari sebagai sumber energinya, kita bisa mulai memberdayakan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di seluruh penjuru kota untuk memperindah kota dan juga bisa menjadikan pengetahuan masyarakat tentang pemanfaatan energi surya bisa menigkat untuk semakin mewujudkan Belanda yang mandiri dari segi suplai energi bermodalkan energi bersih dan ramah lingkungan untuk keperluan penerangan (listrik) khususnya.

Referensi:

http://bikestreak.com/belanda-membangun-jalur-sepeda-berteknologi-sel-surya/

https://www.facebook.com/notes/dewi-pri-handayani/sial-kenapa-aku-bisa-suka-belanda/10152636774572128

http://handisemangat.blogspot.com/2015/03/plts-sebagai-solusi-pemasok-energi.html