617. Negeri Tangguh di Bawah Air

Penulis : Reni Yunita
Tema : Water
=========================================================================================================================================================

Sekilas negeri di bawah air sering dikaitkan dengan atlantis, kisah historis yang menceritakan tentang tenggelamnya sebuah negeri ke dasar laut yang menghilang keberadaannya hingga kini. Kisah tersebut kemudian menjadi misteri dan beberapa orang mengganggap bahwa tidak mungkin sebuah negeri bisa tenggelam ke dasar laut dan menghilang. Namun pernahkah anda berpikir bahwa paling tidak ada kemungkinan sebuah negeri bisa tenggelam? Belum lagi jika ditambah dengan isu global warming yang memungkinkan volume air laut bertambah?

Mari kita perhatikan Negara Belanda, sebuah negeri yang maju dalam teknologi, ramah lingkungan dan menyenangkan. Sejuta pesona ditawarkan belanda mulai dari wisata menelusuri sungai dengan perahu, museum-museum terkenal dunia, mengunjungi keukenhof (taman bunga terbesar di dunia) bahkan hanya sekedar ingin merasakan bersepeda mengelilingi kota. Hingga tak heran semua warga dunia mengenalnya dan memasukkannya ke dalam daftar Negara yang harus dikunjungi.

Dibalik pesonanya itu Belanda ternyata adalah sebuah negeri tangguh yang selalu dihantui oleh ancaman akan tenggelam, tersapu oleh air. Hal tersebut bukan tidak mungkin terjadi mengingat Belanda merupakan daratannya lebih rendah dari pada permukaan laut. Namun dengan kecanggihan teknologi yang terus dikembangkan, Belanda mampu bertahan hingga kini dan bahkan dapat dibilang sebagai negeri yang sangat didambakan Negara lainnya. Kebanyakan dari mereka mendambakan kemampuan Belanda untuk bertahan mengahalau banjir yang saat ini marak terjadi.

image001
Keukenhof

http://www.laanyacht.com/routes/5-days-keukenhof

image003
Giethroon

http://www.sorsow.com/2012/12/giethroon-kota-unik-tanpa-jalan-raya-di.html

Berabad-abad lamanya Belanda mampu menjaga ketangguhaannya terhadap ancaman tenggelam berkat inovasi-inovasi yang terus dikembangkan oleh para insinyur terbaik yang dimilikinya. Pada awal abad ke 11 sistem polder mulai dikembangkan di Belanda. Sistem polder adalah cara penanggulangan banjir dengan bangunan fisik, yang meliputi system drainase, kolam retensi, tanggul yang mengelilingi kawasan serta pompa dan pintu air yang kemudian membentuk kesatuan system yang tidak dapat dipisahkan. Sistem polder ini mula-mula dikembangkan Belanda pada abad ke-11 dengan adanya waterschappen, sebuah dewa pertahanan yang bertugas untuk menjaga level ketinggian air dan untuk melindungi daerah dari banjir.

image005

https://bebasbanjir2025.wordpress.com/teknologi-pengendalian-banjir/polder/

image007

http://raisamelia.blogspot.com/2013/05/belanda-berhasil-taklukkan-banjir.html

image008
Gambar: Deltaworks di barat daya negara belanda

http://hwc2015.nvo.or.id/319-dipaksa-berinovasi-belanda-lepas-dari-genangan-air/

Penggunaan pompa untuk mengalirkan air dari tempat rendah ke tempat yang tinggi pada mulanya dilakukan secara tradisional dengan menggunakan kincir angin. Inovasi tersebut tentunya memukau dunia pada saat itu karena mampu memanfaatkan kemampuan angin untuk menggerakkan pompa. Saat itu Belanda menyadari bahwa tanggul untuk memperkuat pertahanannya harus dditinggikan dan diperluas melihat semakin bertambah luasnya area yang terancam tenggelam. Maka untuk mengoptimalkan pompa saat itu dibangunlah kincir angin yang jumlahnya tidak sedikit. Kini kincir angin itu tidak lagi digunakan untuk menggerakkan pompa karena sudah tergantikan dengan inovasi yang lebih canggi. Namun keberadaannya kini menjadi identic dengan Belanda bahkan menjadi tujuan khusus wisatawan. Tak heran jika kita mendengar kata Belanda maka kita akan langsung terbayang dengan kincir anginnya.

Melihat kemampuan Belanda untuk bertahan mengadahapi ancaman tenggelam, sebagai Negara yang rentan mengalami banjir tentunya Indonesia pun mempunyai kesempatan yang sama untuk menjadi Negara tangguh. Oleh karena itu, sebagai Negara jajahan Belanda, kini bukan lagi waktunya untuk menyesali masa lalu namun memanfaatkan hubungan antar Negara yang terjalin tersebut untuk menjalin kerja sama dalam membangun negeri.

Referensi:

http://www.greenduck.com/en/news/keukenhof-2013

https://bebasbanjir2025.wordpress.com/teknologi-pengendalian-banjir/polder/

http://anggunsugiarti.blogspot.com/2012/02/belajar-dari-sistem-polder-negera.html