623. Angin (Udara) – Pergeseran Fungsi Kincir Angin Belanda

Penulis : GEORGIUS SUHUD
Tema : Air
=========================================================================================================================================================

Hal yang pertama terbesit di benak orang pada umumnya tentang negeri Belanda adalah kincir angin. Hal tersebut memang benar adanya. Orang belanda telah sejak lama menggunakan kincir angin. Berdasarkan sejarah dan fakta yang ada, negeri Belanda dahulu merupakan daerah rawa yang banyak dilalui oleh sungai. Kondisi tanah yang cenderung berair ini mendorong orang belanda berpikir untuk bagaimana cara agar mereka dapat bertani dan hidup pada lahan-lahan yang kering. Dari situlah timbul pembangunan tanggul untuk membatasi daerah yang basah dan daerah yang kering. Inovasi dilakukan juga terhadap bagaimana memperlakukan air yang banyak tersebut untuk dapat dipindahkan secara efektif ke daerah lain untuk menjaga tanah tetap kering. Hasilnya, terciptalah bentuk kincir angin yang berfungsi untuk memompa air yang banyak tadi untuk dikumpulkan pada tempat tertentu (seperti: sungai, danau, dan lain-lain) dan diperolehlah tanah yang kering. Selanjutnya, penggunaan kincir angin di Belanda terus berkembang yang mana dimanfaatkan sebagai pengirikan, memotong kayu, memompa air, mem-press¬ anggur, memproduksi cat, kayu, kertas, sampai bahan pangan seperti roti dan mustard.

Dewasa ini, penggunaan kincir angin di Belanda telah memasuki era modern. Penggunaan tenaga angin tidak lagi banyak digunakan untuk memotong kayu misalnya sebagai keperluan pembangunan. Sebaliknya, tenaga angin tersebut lebih digunakan untuk mengakomodasi kebutuhan energi listrik masyarakat Belanda modern.
Penggunaan energi angin ini menyumbang sekitar 20 persen dari total konsumsi energi terbarukan di Belanda pada tahun 2010.

image002
Tabel 1. Energi terbarukan oleh angin (Sumber: Renewable energy in Netherlands 2010)

Penggunaan kincir angin untuk memproduksi energi listrik ini tidak hanya digunakan di darat saja (onshore) namun sejak tahun 2006 telah mulai diaplikasikan juga pada daerah-daerah lepas pantai (offshore). Berikut adalah beberapa daerah-daerah ladang angin lepas pantai tersebut.

image004
Gambar 1. Beberapa pembangkit listrik tenaga angin lepas pantai Belanda (Sumber: http://en.wikipedia.org/wiki/List_of_offshore_wind_farms_in_the_Netherlands)

Sampai dengan tahun 2015, negara Belanda mempunyai sekitar 246,8 MW pembangkit listrik tenaga angin atau mengokupansi sekitar 17% komposisi negara-negara Uni Eropa yang telah juga menggunakan tenaga angin sebagai pembangkit listrik. Tidak cukup berpuas diri pada keadaan ini, pemerintah Belanda menargetkan bahwa pada tahun 2020, sedikitnya 20 persen energi listrik yang dihasilkan adalah bersumber dari pembangkitan energi listrik menggunakan kincir-kincir angin tersebut. Sehingga untuk tahun 2015 ini, pemerintah Belanda berencana akan membangun beberapa lahan kincir angin dengan kapasitas sekitar 2.833,8 MW (EWEA 2009).
Pada kesimpulannya, orang Belanda adalah sangat inovatif dalam hal menyelesaikan masalah yang ada pada negaranya. Mulai dari masalah volume air yang meluber sampai ke darat sampai untuk mengakomodasi kebutuhan energi listrik dari sumber energi terbarukan seperti dengan menggunakan kincir angin ini. Hal ini akan lebih baik apabila dapat juga diterapkan di negeri Indonesia. Oleh karena itu, diperlukan kerjasama yang baik antara pemerintah, rakyat, serta kaum muda yang inovatif.

REFERENSI

http://www.holland.com/uk/tourism/activities/traditional/windmills/wind-energy-in-holland.htm

http://www.holland.com/uk/tourism/activities/traditional/windmills.htm

http://en.wikipedia.org/wiki/List_of_offshore_wind_farms_in_the_Netherlands

Renewable energy in Netherlands 2010.
Offshore Statistics January 2009, European Wind Energy Association.