626. AIR : TEMAN TERBAIK DAN MUSUH TERBURUK BAGI NEGERI KINCIR ANGIN

Penulis : DWICA WULANDARI
Tema : Water
=========================================================================================================================================================

Banjir. Itulah kata yang seringkali mewarnai koran dan berita di Indonesia jika sudah memasuki musim penghujan. Di awal tahun 2015 bencana banjir juga terjadi di banyak tempat di Indonesia dan menimbulkan kerugian bagi banyak pihak terutama masyarakat kelas menengah bawah. Pemerintah sudah melakukan banyak usaha untuk menanggulangi masalah banjir, namun sepertinya inovasi yang dilakukan belum maksimal. Sebuah artikel online dengan judul : It’s Settled: No Country Does Water Management Better Than the Netherlandshttp://nextcity.org/daily/entry/best-country-water-management-the-netherlands menggelitik saya untuk menggali lebih dalam untuk melihat inovasi yang dilakukan negara Belanda, negara yang terkenal dengan kemampuan manajemen air yang yang terus berkembang dari masa kemasa. Belanda memiliki hubungan unik dengan air seperti teman terbaik dan musuh terburuk karena dengan kelebihan air yang dapat menimbulkan bencana banjir yang merugikan, orang-orang Belanda terus berpikir dan mencari solusi yang tepat untuk mendapatkan keuntungan pada sektor lain dari inovasi yang dilakukan.

1. Tanggul
Inovasi pertama yang dilakukan Belanda untuk menanggulangi banjir adalah dengan membangun tanggul. Hal ini terkait dengan kondisi Belanda yang dilalui empat sungai Internasional : Sungai Rhine, Sungai Meuse, Sungai Scheldt dan Sungai Ems. Sungai-sungai ini mengalir sampai ke Laut Wadden dan Laut Utara. Kondisi ini menjadikan orang-orang Belanda sudah tak asing lagi dengan pembangunan tanggul untuk menjaga tanah mereka agar terhindar dari kelebihan air aliran sungai dan hujan sejak dulu. Tanggul tertua dibangun oleh para biarawan di daerah Peins di Friesland dan dibuat dengan tumpukan gambut pada abad ke-10. Salah satu tanggul yang masih dapat dilihat sekarang adalah Westfriese Omringjidk yang merupakan kombinasi dari beberapa kanal di bagian utara Belanda dan sudah berusia sekitar 800 tahun. Dengan panjang sekitar 126 km, tanggul yang merupakan gabungan tanggul-kanal tanggul yang menghubungkan 5 kota ini merupakan proteksi banjir untuk area disekitarnya yang mencapai luas 800 km2.

image001
Westfriese Omringjidk
Sumber : http://westfrieseomringdijkskeelertocht.nl/

2. Kanal
Kanal atau terusan merupakan saluran air yang dibuat oleh manusia untuk berbagai keperluan. Salah satu kanal tertuan di Belanda adalah Ring Canal yang dibangun di Amsterdam pada abad ke 17. Terdapat tiga kanal utama yaitu Herengracht, Prinsengracht, dan Keizersgracht. Pembangunan kanal bertujuan untuk menarik orang kaya pada zaman itu untuk tinggal disekitar Oldtown Amsterdam karena pada saat itu industri kapal dan pengiriman barang menarik banyak imigran untuk pindah ke Amsterdam. Tiga kanal ini dibedakan berdasarkan biaya pembangunannya dimana Herengracht merupaka kanal dengan biaya termahal. Pada saat sekarang, keberadaan kanal ini menjadi atraksi yang menarik bagi wisatawan yang berkunjung ke Amsterdam, bahkan UNESCO menobatkannya sebagai salah satu World Heritage Site.

image002
Kanal Amsterdam di malam hari
Sumber : http://commons.wikimedia.org/wiki/File:Amsterdam_Canal_at_Night.JPG

Di Indonesia sendiri, juga terdapat Kanal Batavia yang dibangun oleh Insinyur Belanda untuk mencegah luapa sungai Ciliwung di daerah Kota Tua, namun saat ini fungsinya belum dimaksimalkan.

image003
Kanal Batavia di malam hari
Sumber : http://blog.galihsatria.com/2009/05/24/kanal-batavia/

3. Polder
Sistem polder adalah suatu cara penanganan banjir dengan kelengkapan sarana fisik yang meliputi; sistem drainase kawasan, kolam retensi, tanggul keliling kawasan, pompa dan / pintu air, sebagai satu kesatuan pengelolaan tata air tak terpisahkan. (pu.go.id). Polder tradisional di Belanda telah terbentuk dari abad ke-12 ketika orang-orang mulai menciptakan lahan subur dengan mengeringkan rawa ke sungai terdekat. Namun pembangunan polder modern baru mulai direncanakan pada tahun 1891. Rencana awal pembuatan polder adalah untuk daerah tenggara Belanda, namun akhirnya pembangunan polder dilakukan di daerah Timur. Proyek dengan pembangunan tiga polder adalah Zuiderzee Works proyek besar yang mencakup Wieringermeerpolder (1930) Noordoostpolder (1942) Flevopolder (1956/1966).

Tidak seperti dua polder lainnya, Flevopolder menjadi pulau buatan terbesar karena disatukan oleh jembatan dan menjadi provinsi sendiri pada tahun 1986. Proyek ini bertujuan untuk memperbaiki sistem perlindungan banjir dan tambahan lahan untuk pertanian, dan bersamaan dengan proyek Delta Works, proyek ini di sebut dengan Keajaiban Dunia oleh American Society of Civil Engineers.

image004
Wilayah Flevoland

http://en.wikipedia.org/wiki/Flevoland#/media/File:Satellite_image_of_Flevopolder,_Netherlands_(5.48E_52.43N).png

6. Delta Works
Delta Works merupakan serangkaian proyek-proyek konstruksi di barat daya Belanda untuk melindungi area sekitar delta Rhine – Meuse – Scheldt dari laut setelah banjir yang terjadi pada tahun 1953. Proyek ini terdiri dari bendungan, pintu air,tanggul, dan pemecah gelombang badai. Tujuan dari pembangunan proyek ini adalah untuk memperpendek garis pantai Belanda, sehingga mengurangi jumlah tanggul yang harus dibangun kembali.

Berikut merupakan timetable pembangunan proyek ini :
image005

Pada rencana awal rencana, proyek ini akan selesai dengan pembangunan penahan banjir Europoortkering dan penahan banjir Maeslantkering. Proyek ini dinyatakan selesai setelah hampir lima puluh tahun pada tahun 1997. Pada kenyataannya pembukaan resmi baru dilakukan selesai pada tanggal 24 Agustus 2010. Proyek delta works ini juga membangun 13 dam dengan Oosterscheldekering yang merupakan dam terbesar.

image006

Namun, akibat perubahan iklim dan kenaikan permukaan laut, beberapa tanggul akhirnya harus dibuat lebih tinggi dan lebih luas. Saat ini, penguatan tanggul di sepanjang revetments Oosterschelde dan Westerschelde sedang berlangsung.

7. Institusi Manajemen Air
Inovasi ini merupakan salah satu inovasi penting dalam manajemen air negeri kincir angin. Pengaturan air dalam oleh institusi Belanda secara resmi sudah ada sejak tahun 1255 yang didirikan oleh Count Willem II of Holland yang diberi nama Hoomheemraadschap van Rijnland. Dewan air ini adalah badan pemerintah daerah yang melaksanakan tugas dengan pengelolaanair, saluran air, air permukaan , kualitas air dan pengolahan limbah. Secara historis, Dewan air ini diselenggarakan secara lokal dan tergabung menjadi institusiyang lebih besar, yang merupakan proses yang sedang berlangsung . Pada tahun 2014, Belanda memiliki dewan air dibagi pada 24 daerahyang memiliki batas-batas yang sangat berbeda dari ketatanegaraannya di provinsi dan kota-kota.

Dari paparan inovasi diatas dapat dilihat bahwa Belanda dengan “kelebihan air” nya, dapat menjadikan air sebagai pemicu untuk terus melakukan inovasi dan mensiasatinya agar dapat memberikan manfaat pada sektor lain. Dengan mengetahui inovasi-inovasi diatas, saya juga menyadari bahwa penyelesaian permasalahan banjir Indonesia pun dapat dilakukan. Yang dibutuhkan Indonesia adalah generasi-generasi muda yang dapat terus berpikir untuk melakukan inovasi yang cocok dan sesuai dengan kondisi di Indonesia dan saya berharap semoga tulisan ini juga dapat menginspirasi teman-teman generasi muda untuk terus melakukan yang terbaik bagi Indonesia di masa yang akan datang.

Sumber :
www.dutchwatersector.com/our-history/

http://www.historischecartografie.nl/nieuws/2007/07/pannerdensch-kanaal-300-jaar-geleden-geopend/

http://www.holland.com/us/tourism/article/history-of-the-canals-in-holland.htm

https://www.rijksmuseum.nl/en/explore-the-collection/timeline-dutch-history/1600-1665-amsterdams-prosperity

http://www.fao.org/fileadmin/templates/giahs/PDF/Dutch-Polder-System_2010.pdf

https://www.rijkswaterstaat.nl/en/images/Water%20Management%20in%20the%20Netherlands_tcm224-303503.pdf