627. ‘Jalan Tata Surya’ sebagai Inovasi Pendukung Lingkungan yang Ramah

Penulis : AGISA ADIARISMA
Tema : Fire
=========================================================================================================================================================

Pada tahun 2014 Negera Kincir Angin membuat gebrakan besar di dunia yaitu membuat sebuah inovasi dengan membangun jalan penyerap tata surya. Inovasi dari jalan penyerap tata surya tersebut adalah yang pertama di dunia dan diterapkan pada jalur pengguna sepeda. Teknologi yang dibangun di atas tanah berbentuk jalan tersebut terbuat dari batuan keras dan solar cell yang dilapisi kaca anti pecah rancangan perusahaan SolaRoad. Inovasi tersebut masih dalam tahap percobaan selama tiga tahun. Fungsi energi yang dimanfaatkan adalah untuk kebutuhan sarana lalu lintas seperti lampu lalu lintas dan juga kebutuhan rumah tangga. Teknologi tersebut dapat dikatakan ramah lingkungan karena berasal dari sumber energi yang tidak terbatas jumlahnya pada musim tertentu. (Aliya, 2014)

Perlu diketahui bahwa kondisi geografis Belanda yang beriklim subtropis mampu membuat sebuah inovasi dengan memanfaatkan sumber daya alam yang berasal dari matahari. Hal tersebut patut untuk dijadikan percontohan bagi kita Warga Negara Indonesia yang memiliki iklim tropis dan akan lebih banyak ‘merasakan’ matahari daripada Negara Belanda.

Jalan penyerap tata surya tentunya akan berfungsi secara efektif pada saat di bangun di tempat yang selalu tersorot matahari. Pertanyaan yang terbesit adalah ketika jalan penyerap tata surya dibangun di tempat yang banyak terkena matahari, “bagaimana dengan keadaan udaranya?”; “Apakah akan gersang?”; “Bagaimana upaya mengatasinya?”.

Pemikiran yang muncul dan dapat menjawab ketiga pertanyaan tersebut tentunya di mulai dengan tata kota yang teratur. Pinggiran jalan penyerap tata surya perlu ditanami oleh pohon berjenis kayu keras yang terletak menjulang tinggi di sebelah timur agar tidak menghalangi sinar matahari pada pagi dan siang hari. Mengingat penanaman pohon yang cukup lama, dapat di upayakan dengan hal lain yaitu membangun di tempat dengan kondisi yang telah dijelaskan sebelumnya.

Penggunan sepeda pada ruas jalan penyerap tata surya juga merupakan alternatif dalam upaya mendukung lingkungan yang ramah. Apabila sepeda yang digunakan pada tempat yang udaranya kurang sejuk, maka setidaknya tidak terdapat polusi udara yang berasal dari asap kendaraan bermotor.

DAFTAR PUSTAKA
Aliya, A. (2014, 11 15). Detik Finance. Belanda Punya Jalan Penyerap Tata Surya Pertama di Dunia , p. 1.