632. Beemster: Masterpiece Utara Belanda

Penulis : ASTI RATNASARI
Tema : Water
=========================================================================================================================================================

Siapa yang tidak ingin jalan-jalan ke luar negeri, apalagi ke Negara Belanda. Jika anda diberi kesempatan ke Belanda, mana daerah yang ingin anda kunjungi? Ya, mungkin jawaban terbanyak ada pada kota Amsterdam. Amsterdam merupakan ibu kota Belanda yang menjadi salah satu kota tujuan pertama para wisatawan dunia. Anda akan ditawarkan tempat-tempat exotic yang memanjakan mata. Mulai dari tulisan “I Amsterdam”, Museum Square, Rijksmuseum, Dam Square dan lain-lain.

Tempat menarik lainnya tidak hanya di jantung kota Belanda, berjalan ke arah timur, anda akan bertemu sebuah kota yang tak kalah mengagumkan, Nijmegen. Kota Nijmegen merupakan kota dengan campuran menarik antara kehidupan lama dan baru (modern). Nijmegen termasuk ke dalam kota tua ketiga di Belanda. Nijmegen memiliki lingkungan perbukitan dan hutan yang indah. Terlebih lagi banyak bangunan tua dan beberapa reruntuhan usia menengah yang menarik untuk dikunjungi.

Beralih ke barat Amsterdam, wilayah menarik lainnya adalah Kota Rotterdam. Rotterdam merupakan kota yang paling modern di Belanda. Kekuatan industri dan perdagangan menjadi daya tarik kota ini. Bangunan arisitektur unik yang masih ditemukan di Kota Rotterdam mampu menarik perhatian para wisatawan.

Menuju ke arah selatan, akan anda temui Kota Delft. Kota tua yang cenderung lebih sepi dibandingkan dengan Amsterdam, tetapi bukan berarti sepi dari pengunjung. Turis dari berbagai negara banyak yang menyinggahi kota ini. selain sebagai simbol era keemasan Belanda, Delft terkenal dengan kerajinan tangan keramiknya yang berwarna kebiruan. Itulah mengapa kota ini dijuluki “Delfts Blauw”.

Berjalan ke arah utara Amsterdam, tempat menarik yang menjadi sorotan adalah Beemster. Beemster memang bukan kawasan wisata Belanda seperti daerah-daerah sebelumnya. Tetapi berada di sana merasakan decak kagum cipta karya masyarakat Belanda. Anda akan mendapati pemandangan datar dan rumah-rumah indah khas Belanda, pertanian dan peternakan.

Belanda terkenal dengan Negera di bawah permukaan laut. Bagi masyarakat Belanda, air adalah teman sekaligus musuh. Daratan Belanda yang rendah menjadikan Belanda “dikepung” air. Di tengah keterbatasan wilayah Belanda, hal ini yang menjadikan Belanda mampu mengembangkan diri, menjadikan kelemahan menjadi kekuatan wilayahnya. Menyadari kekurangannya, Belanda mampu mengubah danau menjadi daratan yang subur. Beemster inilah inovasi awal hasil reklamasi pengeringan danau yang sudah dilakukan tahun 1612. Terlebih lagi yang mengagumkan, lahan Beemster tercatat dalam Daftar Pusaka Dunia UNESCO. Siapa sangka Beemster yang anda lihat sekarang dahulunya adalah sebuah danau.

image001
Beemster (Sumber: google.com)

Reklamasi Beemster dilakukan dengan memanfaatkan tidak kurang dari 43 kincir angin. Seorang insinyur bernama Jan Adriaenszoon Leeghwater bertanggung jawab untuk membangun dan menempatkan seluruh kincir angin tersebut. Sejumlah kincir angin dibangun dengan desain di mana satu dengan yang lain harus sedikit lebih tinggi daripada yang lain agar mampu memompa air secara bertahap ke lingkaran kanal. Reklamasi Beemster adalah proyek besar pertama seluas 7.208 hektar. Reklamasi beemster sangat diperhitungkan, sejak dikeringkan Beemster mempertahankan pola dan tata letak yang rasional, khususnya pada pola jalan berjajar dengan pohon-pohon, perencanaan tanah untuk aliran dan kanal cincin dengan cincin tanggul, plot dimensi, skala konstruksi, lokasi dan gaya peternakan, dan struktur historis pemukiman. Semua diatur sedemikian rupa sehingga Beemster menjadi perpaduan indah elemen-elemen tersebut.

Banyak hal yang dapat kita pelajari dari Belanda. Belanda tidak hanya menjadikan danau yang luas menjadi pemukiman dan lahan pertanian yang subur, tetapi Belanda juga cukup cakap dalam memerangi banjir di wilayah daratan rendahnya. Banjir telah berkurang sejak 1932 ketika mantan Zuiderzee (sekarang IJsselmeer) ditutup dari Laut Wadden dengan pembangunan Afsluitdijk (Dam IJsselmeer). Bahkan ketika terjadi banjir besar dan bendungan-bendungan di Zuid Holland ikut hancur tahun 1953 dengan korban jiwa sekitar 1800 orang. Belanda segera membangun bendungan Delta untuk mencegah terjadinya bencana yang serupa di masa depan.

Jika kita meniru inovasi dahsyat dari Belanda di mana Indonesia yang dianugerahi tanah yang luas dan subur maka kita akan dapat memanfaatkan wilayah dengan sebaiknya. Seperti Belanda, Indonesia pun rentan terhadap bencana banjir terutama pada musim hujan. Tak ada salahnya bahkan seharusnya kita tiru cara Belanda dalam menanggulangi banjir. Jika kita mau bukan sebatas ingin, tak ada kata mustahil untuk hal itu terjadi. Belanda dengan keterbatasan wilayahnya mampu berinovasi menciptakan lahan yang subur, Beemster. Menanggulangi dengan “apik” terjadinya bencana banjir. Kini saatnya Indonesia meniru inovasi-inovasi brilian Belanda. Mungkin kata ini yang pantas untuk Belanda dalam menaklukkan air: Berdamai dengan air dan bukan melawan atau memusuhinya.

Referensi:

http://explorerguidebook.blogspot.com/2014/06/tempat-wisata-terkenal-di-belanda-amsterdam.html#.VS8loCakOSo

http://english.nijmegen.nl/

http://en.wikipedia.org/wiki/Nijmegen

http://www.nijmegenonline.nl/zp-nijmegen/nijmegen-information-english.htm

http://www.tripadvisor.co.id/Tourism-g188632-Rotterdam_South_Holland_Province-Vacations.html

http://eropa.panduanwisata.id/belanda-2/saran-wisata/kabur-dari-amsterdam-singgah-di-delft/

http://www.entoen.nu/beemster/id

http://whc.unesco.org/en/list/899

http://www.entoen.nu/watersnood/id