637. Bersahabat dengan air

Penulis : Arina N.F.
Tema : Water
=========================================================================================================================================================

Belanda.

Apa yang kamu pikirkan ketika mendengar kata “Belanda”?

Pasti yang ada di pikiran, Belanda itu negara yang tinggi daratannya lebih rendah daripada permukaan lautnya, negara yang punya banyak kincir angin dan negara yang terkenal dengan bunga tulipnya.

Tahukah kalian, bahwa ternyata tingkat harapan hidup di Belanda juga tinggi, yaitu 81 tahun, satu tahun lebih panjang dibandingkan rata-rata harapan hidup negara-negara maju lainnya. Salut bukan? Mereka tinggal di daerah yang rawan terjadi banjir, namun tetap memiliki harapan hidup tinggi.

Yang lebih menarik lagi, survei tingkat kebahagiaan juga menunjukkan bahwa secara umum masyarakat Belanda menilai tingkat kebahagiaan mereka sebesar 7,4 (dari skala 0 sampai 10). Angka ini lebih tinggi dibandingkan rata-rata tingkat kebahagiaan negara-negara OECD (Open Economic Co-operation and Development) lainnya yang hanya mencapai 6,6. Dalam survei tersebut ditanyakan pula tentang bagaimana perasaan mereka sehari-hari, dan sebesar 82 persennya menyatakan bahwa mereka melalui hari-hari dengan perasaan yang positif (misal: bahagia, puas, bangga).

Perasaan positif tersebut kemungkinan berasal dari lingkungan yang nyaman. Karena ternyata penilaian terhadap kualitas lingkungan, terutama air menunjukkan bahwa sebesar 94 persen masyarakat menyatakan puas dengan kualitas air di negara tersebut. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata kepuasan di negara-negara lainnya. Hasil survei kepuasan konsumen juga menunjukkan peningkatan kepuasan atas kualitas air setiap tahunnya.

image001
Sumber : Van Dijk, Hans (2010)

Coba kita bandingkan dengan Indonesia. Indonesia adalah negara kepulauan, sebagian besar wilayahnya merupakan perairan, tapi masih banyak kita temui daerah yang kekurangan sumber air bersih. Di sisi lain, terdapat daerah-daerah yang setiap periode tertentu mengalami banjir.

Mungkin kita dapat belajar dari Belanda tentang bagaimana bersahabat dengan air dan memperlakukan air dengan baik, sehingga kebaikan juga akan kembali pada manusia. Bersahabat ini juga tentang memberi ruang gerak pada air. Sejak tahun 2006 dan direncanakan selesai tahun 2015 ini, mereka melakukan pembangunan “Room for the River”. Mereka menyadari bahwa perubahan iklim bukanlah sesuatu yang dapat dihindari, begitupula dengan kenaikan air laut. Inilah yang mendorong Belanda mengubah cara pandangnya terhadap banjir, dan mereka memilih untuk memberikan ruang pada air untuk mengalir. Ya, kita tidak perlu melawannya, hanya perlu bersahabat dengan air.

Bersahabat dengan air, termasuk juga di dalamnya adalah bagaimana mengolah air dengan baik sehingga dapat bermanfaat bagi masyarakat. Di Belanda, setiap rumah tangga dapat mengakses air bersih layak minum dan bebas klorin. Tidak mengherankan kan, jika mereka begitu puas dengan kualitas air di negaranya.

Belanda sangat memperhatikan kualitas air yang didistribusikan. Mereka tidak setuju dengan penggunaan klorin karena sangat berbahaya bagi tubuh manusia. Sejak awal, mereka benar-benar memperhatikan dan menjaga kualitas sumber-sumber air yang digunakan (baik air tanah maupun air permukaan). Mereka mempunyai peta kondisi tanah dan kandungan-kandungan di dalam tanah tersebut. Kondisi sumber air ini terus dipantau juga lho, jadi ketika kandungan di dalamnya berubah, treatment yang dilakukan juga akan disesuaikan.

Mereka menggunakan pendekatan proses sedimentasi, filtrasi, dan UV-disinfektan. Proses disinfektan dengan klorin diganti dengan menggunakan sistem UV ini. Nah, yang terpenting juga, mereka juga sangat menjaga proses pendistribusian air agar tidak terjadi kontaminasi dan pertumbuhan mikroba. Semua ini tentunya dilakukan dengan teknologi yang canggih. Proses ini disebut multiple barrier, salah satu contohnya adalah seperti bagan di bawah ini, yang merupakan proses treatment terhadap air permukaan.

image002
Sumber : Van Dijk, Hans (2010)

Apakah memungkinkan untuk diterapkan di Indonesia? saya kira cukup memungkinkan. Meskipun nilai investasi yang diperlukan memang tidak sedikit, tapi ini adalah investasi jangka panjang. Dan ini juga memerlukan kerjasama banyak pihak. Di Belanda pun, pengelolaan air dilakukan pemerintah bekerjasama dengan perguruan tinggi dan pihak swasta. Dan juga tidak hanya melibatkan pihak-pihak yang terkait penanganan infrastruktur, namun juga melibatkan pihak yang terkait dengan kesehatan.

Coba bayangkan, jika Indonesia bisa mengolah dan mengelola air dengan baik, berapa banyak keluarga yang tidak menjadi miskin karena kekurangan akses air bersih dan berapa anak yang akan terselamatkan dari diare. Laporan Unicef menunjukkan bahwa diare merupakan salah satu penyebab kematian anak di bawah usia lima tahun di Indonesia. Dan penyebab diare ini salah satunya adalah akses air bersih.

Namun, ada satu hal yang harus lagi yang harus diingat, bahwa secanggih apapun teknologi yang digunakan akan terasa sia-sia jika semua pihak tidak turut memeliharanya. Masyarakat juga harus mempunyai kesadaran untuk menjaga lingkungan. Pemerintah dapat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat melalui publikasi di berbagai media. Publikasi ini terkait dengan program-program apa saja yang sedang dilakukan oleh pemerintah dan di mana masyarakat dapat turut berperan serta terhadap kesuksesan program tersebut serta potensi apa yang akan timbul jika program tersebut tidak dijalankan. Inilah yang juga dilakukan oleh pemerintah Belanda.

Jadi, mari kita sama-sama belajar bagaimana cara menjaga kualitas lingkungan untuk dapat meningkatkan kualitas hidup di Indonesia.

Referensi
Smeets, P. W. M. H., G. J. Medema, dan J. C. Van Dijk. 2009. The Dutch secret: how to provide safe drinking water without chlorine in the Netherlands. Drinking Water Engineering and Science Vol. 2, 2009.
Unicef Indonesia. 2012. Ringkasan Kajian Air Bersih, Sanitasi & Kebersihan.
Vewin. 2013. Reflections on Performance: Benchmarking in the Dutch drinking water industry.
Vewin. Dutch Drinking Water Statistics 2012: The water cycle from source to tap.
Van Dijk, Hans. 2010. The Dutch Secret: safe drinking water without chlorine. Delft University of Technology.
www.hollandtrade.com, diakses tanggal 27 April 2015.
www.nytimes.com/2013/02/17/arts/design/flood-control-in-the-netherlands-now-allows-sea-water-in.html, diakses tanggal 19 April 2015.
www.oecdbetterlifeindex.org/countries/netherlands, diakses tanggal 24 April 2015.
www.ruimtevoorderivier.nl/english/room-for-the-river-programme, diakses tanggal 19 April 2015.