641. Ajaib! Vegua Inovasi Unik Negeri Belanda

Penulis : Safira Ryanatami
Tema : Water
=========================================================================================================================================================

“Kulit manggis, kini ada ekstraknya.”

Yap. Semua orang pasti sudah tau slogan iklan yang sedang ngehits di TV Indonesia ini. Siapa sih yang menyangka kalau kulit manggis, sesuatu hal yang sepele dan tidak berguna ternyata punya khasiat luar biasa di baliknya? Sama halnya dengan fenomena kulit manggis, bangsa Belanda pun tak mau kalah untuk menciptakan inovasi-inovasi dari hal yang sederhana. Salah satunya pemanfaatan feses ikan sebagai ‘pencipta’ ruang untuk bertanam yang dicetuskan oleh Johan Manders.

Seperti apa sih bentuknya? Simsalabimabakadabra…

image002
Gambar 1. Akuarium Vegua. http://www.kijkmagazine.nl/wp-content/uploads/2015/01/vegua-01-938×535-300×119.jpg

Jadi cuman akuarium aja nih? Eits, jangan salah. Ini bukan akuarium biasa lho!

Kalau akuarium yang selama ini kita kenal hanya sebagai “rumah” untuk ikan, sekarang dapat menjadi “rumah” untuk tanaman. Sebut saja Vegua. Tidak seperti akuarium biasa yang berbentuk kotak, Vegua memiliki desain unik dan eco-friendly yang merupakan kombinasi antara akuarium dan pot, serta dapat diletakan di tempat-tempat strategis seperti ruang keluarga atau dapur. Keunikan lainnya dari Vegua ini adalah terdapat tanaman segar organik di atasnya. Sangat unik karena berkat feses dari ikan yang hidup di bawahnya, tanaman segar tersebut dapat tumbuh dengan mudah dan cepat. Lebih menarik lagi, kita tidak perlu repot menguras air, karena tanaman akan menyerap kotoran-kotoran ikan, sehingga air akan tetap jernih.

Vegua tercipta karena melihat gaya hidup sehat dengan slogan “Back to Nature” telah menjadi tren baru masyarakat di dunia. Masyarakat semakin menyadari bahwa penggunaan bahan kimia anorganik, seperti pupuk, pertisida, dan hormon tumbuh dalam produksi pertanian berdampak negatif bagi kesehatan dan kelestarian alam. Akibatnya masyarakat semakin selektif dalam memilih pangan yang aman bagi kesehatan dan ramah lingkungan. Pangan yang sehat dan bergizi dapat ditemukan dalam tanaman organik.

Kebutuhan tanaman organik yang semakin tinggi dapat dilihat dari pendapatan sektor pertanian yang semakin meningkat. Sektor pertanian terbesar salah satunya adalah negeri Belanda. Mayoritas sektor pertaniannya menghasilkan tanaman organik.

Pada tahun 2011, nilai ekspor pertanian negeri Belanda mencapai 72.8 miliar euro. Prestasi itu membuat negeri Belanda mendapatkan reputasi sebagai negara pengekspor produk pertanian kedua setelah Amerika. Tak heran kalau sektor pertanian merupakan penggerak ekonomi Belanda. Kontribusi yang diberikan pun sebesar 20% terhadap pendapatan nasional (PNB) Belanda, 10% untuk pendapatan negara dan 10% sisanya untuk pendapatan pekerja. Sektor pertanian di negeri Belanda memberikan lapangan pekerjaan kepada 660.000 jiwa, lho! Kesuksesan tersebut membuktikan bahwa sektor pertanian yang berfokuskan pada tanaman organik tidak hanya menjadi sebuah tren, tetapi juga menjadi kebutuhan bagi masyarakat dunia.

Lalu, tanaman organik seperti apa yang dapat tumbuh dalam Vegua? Bervariasi! Herbal, sayuran, dan buah dapat ditanam di Vegua ini. Ingin selada, stroberi dan tomat? Tentu saja bisa. (Psst! Tomat juga sayuran lho. )

image004
Gambar 2. Beberapa tanaman yang dapat ditanam di Vegua. http://www.kijkmagazine.nl/nieuws/techionista-kweek-sla-tussen-vissenpoep/

Selanjutnya, bagaimana tanaman-tanaman tersebut diproduksi oleh Vegua?

image006
Gambar 3. Komponen Penting pada Sistem Vegua. http://inhabitat.com/vegua-lets-you-grow-plants-and-clean-your-fish-bowl-at-the-same-time/vegua-aquaponics-fish-bowl/

Pada dasarnya Vegua menerapkan sistem akuaponik, yakni perpaduan teknik bertanam antara akuakultur (beternak ikan) dan hidroponik (budidaya tanam yang memanfaatkan air). Terdapat tiga komponen penting dalam sistem akuaponik: ikan, bakteri dan tanaman. Ikan berperan untuk mengeluarkan feses. Meskipun feses mengandung racun (amoniak), namun dengan adanya bakteria di dalam air, racun amoniak dapat dikonversi menjadi nutrisi untuk tanaman. Terdapat dua jenis bakteri dalam Vegua: bakteria pertama mengubah amoniak menjadi nitrit, dan bakteria kedua mengubah nitrit menjadi nitrat yang lalu diserap oleh tanaman. Dengan begitulah, tanaman bekerja dengan sendirinya untuk menciptakan buah, seperti tomat sekaligus membersihkan kolam. Wow!

From small things to big things. Itulah prinsip yang tergambarkan dari Vegua. Berawal dari sebuah akuarium, dengan sentuhan ‘ajaib’ dapat bertransformasi sekaligus menjadi pot tanaman. Sebagai teknologi yang baru, Vegua dalam waktu singkat dapat menghasilkan buah segar dengan kualitas baik tanpa mengkhawatirkan keterbatasan lahan. Sekali tepuk dua lalat tertangkap, dari situ pula kesehatan dapat lebih terjaga.

Vegua merupakan suatu produk yang menjadi cerminan bahwa bangsa Belanda merupakan bangsa yang menghargai hal kecil. Hal kecil diibaratkan kulit manggis yang lazimnya dibuang, justru diolah dan dimanfaatkan untuk kesehatan oleh bangsa Indonesia. Hal kecil bagi bangsa Belanda di sini berupa akuarium. Keterbatasan yang ‘dilihat’ sebagai hambatan, bagi mereka justru menjadi alasan untuk berkembang dan menciptakan sesuatu yang besar. Memang benar ungkapan bahwa, “God created the earth but the Dutch created Holland”. Namun, lebih daripada itu bahwa menghargai hal-hal kecil kemudian memanfaatkannya dengan berkarya merupakan hal yang paling dasar yang selama ini terlupakan.

Daftar Acuan

http://www.kijkmagazine.nl/nieuws/techionista-kweek-sla-tussen-vissenpoep/

http://myvegua.com/

https://sumansutra.wordpress.com/tanaman-organik/

http://thegadgetflow.com/portfolio/vegua-beautiful-way-grow-food/

http://inhabitat.com/vegua-lets-you-grow-plants-and-clean-your-fish-bowl-at-the-same-time/vegua-aquaponics-fish-bowl/

https://amaliah84.files.wordpress.com/2014/11/permasalahan-dalam-pengembangan-pertanian-organik.pdf

http://www.hollandtrade.com/sector-information/agriculture-and-food/

http://internasional.kompas.com/read/2010/08/30/05303243/Pertanian.Hidupi.Belanda.