642. “Efek” Rumah Kaca: Integrasi 3 Elemen dalam Karya Spektakuler

Penulis : Muhammad Afif
Tema : Air
=========================================================================================================================================================

Apa yang terbersit dalam pikiran anda ketika mendengar istilah efek rumah kaca?

Pemanasan global? Emisi gas karbondioksida? Hilangnya terumbu karang? Atau mencairnya salju di kutub?

Ya. Hal itu benar. Mungkin sebagian besar dari kita akan memikirkan hal yang sama. Namun “efek” rumah kaca di Belanda justru menghadirkan sesuatu yang positif untuk pertanian dan surplus energi listrik.

Berawal dari kesulitan dalam bertani di musim dingin membuat para ilmuwan di Belanda ingin menciptakan pengatur suhu ruangan agar tetap bisa bertani di musim yang tidak mendukung itu. Lalu ditemukanlah sistem pengatur suhu ruangan yang stabil untuk tanaman pertanian yang disebut Greenhouse Village.

image001

http://hollandfoodpartner.com/greenhouses-a-shiny-city-of-glass/

Greenhouse Village merupakan sistem rumah kaca yang memanfaatkan panas matahari untuk pertanian di dalam ruangan. Inovasi rumah kaca Greenhouse Village didesain menggunakan sel surya yang berguna untuk menangkap energi dari matahari. Selanjutnya energi ini dialirkan ke dalam tanah dan disimpan. Untuk menjaga kestabilan tanah dari panas tersebut, dibuatlah menara pendingin yang mengatur suhu di dalam tanah agar tidak lebih dari 250 C sehingga tidak merusak struktur tanah. Tersimpannya energi panas ini sebelum memasuki ruangan dalam rumah kaca menyebabkan suhu dalam rumah kaca lebih sejuk pada saat musim panas. Kemudian energi panas yang tersimpan di dalam tanah dapat diambil dan digunakan untuk keperluan pemanas ruangan, pemanas air dan ketika di musim dingin dapat digunakan sebagai penghangat tanaman. Untuk mengatur suhu yang tepat bagi pertumbuhan tanaman, rumah kaca Greenhouse Village juga dapat didinginkan pada musim panas dengan menggunakan air tanah yang ada di bawah ruangan.

Instalasi ini membutuhkan energi listrik sebagai penggerak utamanya. Namun jangan khawatir mengenai energi listrik tersebut. Sebab energi ini bisa diperoleh dari biogas limbah tinja rumah tangga sebagai energi listrik perdana yang merupakan bagian dari sistem rumah kaca dan selanjutnya energi listrik dapat dihasilkan dari sel surya. Begitulah cara kerja sistem rumah kaca Greenhouse Village. Selain digunakan sebagai pengatur suhu ruangan, panas matahari yang tersimpan dalam rumah kaca ini mampu menciptakan surplus energi. Berdasarkan fakta di lapangan, 2 hektar rumah kaca mampu memberikan energi pada 200 rumah. Dengan adanya Greenhouse Village para petani di Belanda kini dapat bertani sepanjang tahun sekaligus menghasilkan energi dari rumah kaca tersebut. Bahkan sistem ini juga mampu menekan munculnya hama yang merusak tanaman pertanian karena berada di dalam ruangan.

image003
Sumber: http://www.foodurbanism.org/greenhouse-village/1096-cycle-system/

Keberhasilan Belanda pionir inovasi teknologi ini membuat negaralain beramai –ramai ingin mengaplikasikannya di negara mereka. Sebut saja Tiongkok, Turki dan Perancis yang telah menjalin kerjasama untuk membuat rumah kaca Greenhouse Village di negara masing-masing. Selain ketiga negara itu, Universitas di Australia yaitu University of Western Sidney (UWS) menjalin kerjasama dengan Universitas Wageningen UR yang telah mengembangkan inovasi ini.

image004

http://www.hydroponics.com.au/wageningen-leading-the-way/

Greenhouse Village dapat disebut sebagai teknologi yang mengintegrasikan tiga unsur elemen kehidupan yaitu api,tanah dan air yang bertujuan untuk mengatur elemen udara. Mengapa saya sebut demikian? Sistem dalam teknologi ini benar-benar memanfaatkan keempat elemen tersebut. Pembuatan rumah kaca yang memanfaatkan sel surya untuk menangkap sinar matahari sebagai energi merupakan bagian dari elemen api. Kemudian energi tersebut disimpan ke dalam tanah merupakan bagian dari elemen tanah. Rumah kaca yang membutuhkan pendingin ruangan di musim panas untuk mendukung pertumbuhan tanaman merupakan bagian dari elemen air dan tanah. Lalu apa sih tujuan utama dari pembuatan rumah kaca Greenhouse Village ini? Apalagi kalau bukan sebagai pengatur suhu udara dan bisa disebut sebagai bagian dari elemen udara. Jadi, teknologi Greenhouse Village merupakan integrasi elemen api, tanah dan air untuk mengatur elemen udara.

Sumber:

https://www.regelvisie.nl/AgrocultureEN/pagesUK/projects/greenportkasUK.html

http://www.alfalaval.com/solution-finder/customer-stories/Pages/Van-der-Weijden.aspx

http://www.foodurbanism.org/greenhouse-village/

http://www.hydroponics.com.au/wageningen-leading-the-way/

http://hollandfoodpartner.com/greenhouses-a-shiny-city-of-glass/

http://www.un.org/esa/agenda21/natlinfo/countr/nether/agriculture.pdf