643. MENGINTIP KEAJAIBAN PENGELOLAAN AIR DI BELANDA

Penulis : FITRI AFRILIANA
Tema : Water
=========================================================================================================================================================

Tahukah kamu? Dibalik kesuksesan negeri Belanda dalam mengelola air ada berbagai pengalaman buruk yang dialami oleh Belanda. Beberapa diantaranya adalah banjir bandang akibat badai besar yang beberapa kali melanda Belanda. Bencana alam ini memakan banyak korban dan mengakibatkan kerugian yang sangat besar bagi Belanda. Kondisi Belanda yang rentan terhadap banjir dan serangan badai membuat masyarakat Belanda memutar otaknya agar Belanda aman dari berbagai bencana terutama bencana banjir.

Mengapa Belanda rentan terhadap banjir? Alasan singkatnya adalah karena Belanda merupakan low-lying land atau dataran rendah yang berada di bawah permukaan laut. Sekitar 21% populasi Belanda berada di bawah permukaan air laut dan 70% aktivitas perekonomian utama Belanda juga berada di bawah permukaan laut.

Dengan alasan ini pula masyarakat Belanda lebih giat dalam mencari solusi dan berusaha optimal dalam berdaptasi dengan air. Mari kita lihat gambar dibawah ini. Gambar di bawah ini menjelaskan secara singkat tentang perjalanan Belanda dalam mengelola air dan merubah musibah menjadi berkah agar memberi keuntungan bagi Belanda.

image002

image001

image003

image004
Sumber: dutchwatersector.com/our-history/

Dari gambar diatas dapat dilihat perjalanan Belanda dalam beradaptasi dengan air sekaligus belajar dari keganasan air laut untuk melahirkan inovasi berbasis teknologi tinggi. Mulai dari perbukitan dari rumput yang sangat sederhana di awal tahun 800-an hingga pembuatan polder dan delta berbasis teknologi mutakhir saat ini. Kesuksesan Belanda di masa silam terus memacu Belanda untuk melahirkan inovasi-inovasi baru dalam mempertahankan Belanda dari ancaman laut.

Hingga saat ini, Belanda memanfaatkan air laut yang presentasenya lebih besar dari daratan untuk dijadikan sumber kehidupan Belanda di berbagai sektor. Mengapa Belanda yang dahulunya sebagian besar terdiri dari air dapat berubah menjadi seperti saat ini? Sehingga ada banyak daratan di Belanda, mengapa?

Ya, mungkin itu serangkaian pertanyaan yang menunjukkan kekaguman pada Belanda dalam mengelola air laut. Terinspirasi dari melimpahnya air di Belanda dan merasa ingin memperluas daratan, Belanda telah mengembangkan sistem polder untuk mewujudkannya. Prinsipnya adalah membangun dam atau tanggul kemudian mengeringkan tanah yang ketinggiannya lebih rendah dari air laut untuk dikeringkan dengan jalan memompa airnya keluar. Tanah yang bisa dihuni pun bertambah luas seiring berlalunya waktu. Untuk lebih jelasnya cara pembuatan polder, dapat dilihat di gambar di bawah ini.

image005
Sumber: blendspace.com/lessons/jMe2XJgQOm3f7g/16-3-the-benelux-countries

Adapun tanggul berbasis teknologi tinggi yang telah dibuat Belanda dapat dilihat di gambar di bawah ini.

image006
Sumber : flickr.com/photos/24736216@N07/2490726481/

Berkat polder dan tanggul, daratan di Belanda semakin luas. Perbedaan Belanda yang dulu dengan yang sekarang dapat dilihat di gambar di bawah ini.

image008
Sumber: 1. en.wikipedia.org/wiki/Flood_control_in_the_Netherlands

image007
2. pl.wikipedia.org/wiki/Geografia_Holandii

Sistem manajemen air secara keseluruhan di Belanda sangatlah rumit untuk dipahami. Oleh karena itu, pada artikel ini dibahas inovasi Belanda dalam menciptakan sistem manajemen air laut. Belanda merupakan negara yang sangat memperhatikan kemudahan akses air bersih bagi warganya, pengembangan sistem pencegah banjir, distribusi air di semua bidang (makanan, pertanian, industri, peternakan), pemanfaatan air yang berlebih hingga pengolahan limbah.

Adapun usaha yang dilakukan Belanda untuk memastikan air dapat terdistribusi rata sesuai dengan kebutuhan diseluruh daratan Belanda adalah dengan membagi daratan Belanda sesuai dengan hubungan karakteristik kekeringan dan masalah yang terjadi di wilayahnya. Dengan adanya diagram pembagian air tersebut, Belanda dapat dengan mudah mendistribusikan air bersih. Pembagian diagram ini dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

image009
Sumber: Booklet of Water Management in the Netherlands

Untuk pengembangan sistem pencegah banjir dan perlindungan Belanda dari perubahan iklim yang membuat level air meningkat, Belanda terus melakukan inovasinya, seperti New Delta Plan, Climate Adaptation and Preparing for The Future. Rencana ini telah disusun agar Belanda dapat mengutamakan keselamatan saat ini dan 100 tahun mendatang. Rencana ini berdasarkan The 5 Dutch D’s : Delta Act, Delta Fund, Delta Program, Delta Commisioner and Delta Decision. Penjelasan singkat tentang The 5 Dutch D’s :
1. Delta Act: merupakan dasar hukum untuk Delta program,
2. Delta Fund: untuk membiayai penyediaan air di masa mendatang dan perlindungan banjir,
3. Delta Commisioner: Komisaris pemerintah untuk Program Delta, bertanggung jawab untuk menyusun sebuah Delta Program tahunan dan melaporkan kemajuannya,
4. Delta Program: menetapkan rencana pendekatan yamng disiapkan oleh Komisaris Delta,
5. Delta Decision: proposal yang mengarah pada Delta Works masa depan

Dengan adanya The 5 Dutch D’s yang dibentuk oleh Belanda, maka akan mudah untuk melahirkan inovasi-inovasi baru untuk mengatasi permasalahan air di Belanda. Bahkan, Belanda bisa dijadikan rujukan oleh dunia dalam pengembangan teknologi di bidang air.

image010
Sumber : www.neeltjejans.nl/en/delta-works/

Apabila tata kota Belanda yang terispirasi dari air terus dikembangkan dengan meningkatkan sistem pengelolaan air di berbagai sektor dan pertahan Belanda dari banjir, maka bagaimana dengan pengolahan limbah kota Belanda?

Jangan khawatir, karena Belanda memiliki Waste Water Treatment Technology Nereda. Teknologi Nereda mampu mengolah air limbah perkotaan dengan energi 40% yang lebih rendah dibandingkan dengan conventional activated sludge system.

image012
Sumber: www.dutchwatersector.com/news-events/news/8786-nereda-waste-water-technology-proves-40-energy-saving-at-wwtp-epe-the-netherlands.html

Nereda menggunakan Sequencing Batch Reactor (SBR) dimana granular biomass dapat mengendap lebih cepat. Nereda menggunakan biomass padi-padian granular aerobik yang unik sehingga bakteri lebih cepat mengendap dibandingkan dengan teknologi lumpur aktif. Sebagai hasilnya, Nereda tidak menggunakan tangki pengendapan yang lebih besar.

image013
Sumber: www.dutchwatersector.com/news-events/news/8786-nereda-waste-water-technology-proves-40-energy-saving-at-wwtp-epe-the-netherlands.html

Pabrik Nereda yang baru telah dikembangkan oleh Royal HaskoningDHV, Delft University Of Technology, Stowa dan The Dutch Water Boards.

image014
Sumber: www.dutchwatersector.com/news-events/news/13318-royal-haskoningdhv-to-supply-nereda-wastewater-technology-to-westfort.html

Itulah beberapa inovasi Belanda yang sangat ajaib dan menakjubkan. Perkebunan bunga tulip di Belanda tidak akan nampak indah di mana-mana jika tidak ada inovasi pengembangan air. Sebuah referensi yang dapat dikembangkan di negara Indonesia yang merupakan negara maritim dan rawan terkena banjir . Pelajaran yang dapat di ambil dari Belanda adalah Taklukan Lawanmu Hingga Menjadi Kawan Yang Menguntungkan.

Referensi:

http://www.dutchwatersector.com/our-history/

https://www.blendspace.com/lessons/jMe2XJgQOm3f7g/16-3-the-benelux-countries

https://www.flickr.com/photos/24736216@N07/2490726481/ http://en.wikipedia.org/wiki/Flood_control_in_the_Netherlands

http://pl.wikipedia.org/wiki/Geografia_Holandii

Booklet of Water Management in the Netherlands

http://www.neeltjejans.nl/en/delta-works/

http://www.dutchwatersector.com/news-events/news/8786-nereda-waste-water-technology-proves-40-energy-saving-at-wwtp-epe-the-netherlands.html

http://www.dutchwatersector.com/news-events/news/13318-royal-haskoningdhv-to-supply-nereda-wastewater-technology-to-westfort.html