644. Belanda dan Musuh Besarnya, Air

Penulis : Tessalonika
Tema : Water
=========================================================================================================================================================

Bukan sulap bukan sihir, tetapi bangsa Belanda telah membuktikan kepiawaian mereka dalam menghadapi musuh bebuyutannya melalui berbagai inovasi yang telah mereka lakukan sejak dulu. Apa itu? Tidak disangka-sangka ternyata musuh bebuyutan Belanda ini adalah air. Dalam artikel ini akan dijelaskan sejarah yang melatar belakangi inovasi Belanda yang berhubungan dengan air dan kemajuan inovasi tersebut hingga saat ini.

Terletak di benua Eropa, negara yang seragam tim sepak bolanya berwarna jingga ini ternyata memiliki banyak pengalaman dan inovasi yang dihasilkan melalui perjuangan mereka melawan air, mulai dari bendungan hingga polder (tanah rendah yang direklamasi menggunakan sistem tanggul drainase)1. Nama Netherlands atau yang sering kita sebut Belanda ini berasal dari dua kata yaitu neder yang artinya rendah dan lands yang artinya negara-negara2. Sepertiga daratan negara ini berada di bawah permukaan laut. Adanya kenaikan permukaan laut, badai, dan air pasang menyebabkan Belanda harus memutar otak untuk menyelamatkan tanah mereka. Alih-alih angkat kaki karena beratnya beban yang mereka alami akibat keadaan geografis, Belanda memilih untuk tidak hanya berjuang melawan air, tetapi pada akhirnya hidup dalam harmoni bersama air.

image002
Gambar 1. Daratan Belanda tanpa Bendungan3

Lihat gambar di atas, menyeramkan bukan? Melalui gambar tersebut kita dapat membayangkan apa yang akan terjadi pada Belanda apabila orang-orangnya tidak berinovasi dalam menghadapi masalah dengan air. Amsterdam yang terkenal dengan kanal-kanalnya akan tenggelam seketika. Banyak masalah yang timbul terutama dalam hal banjir sebelum Belanda berhasil melakukan inovasi untuk mengahadapi musuh besar mereka, air.

image004

image006
Gambar 2. Keadaan ketika Banjir di Belanda1

Sejarah Singkat
Pada abad ke enam belas dan tujuh belas, banyak danau di sebelah utara Amsterdam yang dikeringkan dan direklamasi untuk keperluan pertanian. Kincir angin (windmills) digunakan untuk memompa air dari danau hingga kering. Selanjutnya, pada abad ke sembilan belas, danau Haarlem menjadi danau terbesar yang telah dikeringkan di Belanda dan salah satu danau yang pertama kali dikeringkan menggunakan pompa bertenaga uap. Akhirnya, pada abad ke dua puluh muara air pasang Zuiderzee dikeringkan dan direklamasi menghasilkan perluasan lahan baru sebesar 1.650 km2 untuk pertanian, rekreasi, dan ekspansi perkotaan4.

Setelah periode zaman es (masa postglacial), terjadi kenaikan air laut yang menyebabkan banjir dan hilangnya wilayah yang cukup luas di tanah Belanda4 . Hal ini, disertai dengan pengeringan danau, air pasang, dan badai menyebabkan sepertiga dari total luas wilayah Belanda berada di bawah permukaan air laut. Salah satu kejadian terburuk yang terjadi karena air adalah banjir besar pada tahun 1953 yang menewaskan lebih dari 1800 korban jiwa dan menyapu bersih dua buah desa1.

Inovasi
Menyadari hal tersebut, orang Belanda mulai memikirkan cara untuk menanggulangi masalah dengan musuh mereka. Danau-danau mulai dikeringkan, namun kali ini pengeringan bukanlah untuk dipergunakan dengan semena-mena seperti sebelumnya melainkan untuk membangun daratan baru untuk menambah luas daratan Belanda. Pengeringan danau tersebut dilakukan berdasarkan beberapa fase4:
1. Fase awal merupakan fase di mana semua air dari danau dikeringkan
2. Fase pemeliharaan, danau dijaga dari air hujan dan serapan air tanah agar tetap kering. Fase ini dilakukan dengan cara memompa air dari sumber tersebut keluar dari danau.
3. Fase penanaman vegetasi

Sebelum dikeringkan, aliran sungai yang menuju danau tersebut sudah terlebih dahulu diputus dan diarahkan ke sekeliling danau. Selanjutnya, kanal berbentuk cincin digali di sekeliling danau tersebut dan tanah hasil galiannya digunakan untuk membangun tanggul yang memisahkan danau dan kanal. Setelah kanal dan tanggul dibangun, air danau dipompa ke kanal tersebut menggunakan penggilingan air bertenaga angin (wind-powered water-pumping mills). Selanjutnya, parit pembuangan air digali di dalam danau yang dikeringkan untuk menyalurkan air dari bagian tengah ke kanal di sekeliling danau4.

Melalui cara ini, akan terbentuk daratan kering yang disebut polder. Salah satu polder yang paling terkenal adalah Beemster Polder yang ditetapkan sebagai World Heritage Site oleh UNESCO pada tahun 1999.

image008
Gambar 3. Midden Beemster, Aerial Beemster Polder. UNESCO World heritage Site6

image010
Gambar 4. Polder, Grootschermer, Belanda5

Selain membangun polder, Belanda juga membangun proyek besar yang diberi sebutan Delta Works yang berupa struktur masif untuk proteksi dari banjir yang dibangun di sepanjang laut utara. Proyek ini terdiri dari peletakan 13 bendungan, termasuk hambatan, pintu air, kunci, pematang dan tanggul, untuk memperkecil ukuran garis pantai Belanda dan melindungi daerah di dalam dan di sekitar delta Rhine-Meuse-Scheldt dari banjir Laut Utara7.

image011
Gambar 5. Delta Works7

Berkat inovasi yang dilakukan Belanda ini, bukan hanya air yang berhasil dihadang namun juga muncul manfaat-manfaat lain dari adanya Delta Works ini antara lain bertambahnya persediaan air tawar untuk pertanian dan mudahnya lalu lintas dari satu pulau ke pulau lain.

Inovasi luar biasa lainnya yang dihasilkan oleh bangsa Belanda karena masalah yang mereka hadapi dengan air yaitu Maeslant Barrier. Proyek ini pertama kali diresmikan oleh Ratu Beatrix pada tanggal 10 Mei 1997. Maeslant Barrier dibangun untuk melindungi Rotterdam dan daerah sekitarnya dari banjir.

image012
Gambar 6. Maeslant Barrier8

Saat tinggi air laut meningkat lebih dari tiga meter karena adanya badai, gerbang (Maeslant Barrier) akan secara otomatis menutup dan banjir yang datang akan masuk ke palung yang dibangun di sepanjang dasar sungai. Pada keadaan normal, gerbang tersebut akan terbuka dan dapat dilewati oleh kapal-kapal.

image015
Gambar 7. Maeslant Barrier yang Terbuka9

Selain menghasilkan proyek yang luar biasa di tanah sendiri, ternyata proyek raksasa di Dubai yang disebut “The Palm Islands project” juga merupakan proyek yang dipimpin oleh perusahaan Belanda, Van Oord, yang memiliki spesialisasi dalam reklamasi tanah dan telah berkecimpung dalam bisnis tersebut sejak 1800-an1.

image017
Gambar 8. The Palm Islands project10

Saking terkenalnya Belanda akan inovasinya untuk mengatasi air, salah satu surat kabar ternama, New York Times sampai mengeluarkan headline, Awakening the ‘Dutch Gene’ of Water Survival11. Luar biasa bukan bagaimana Belanda digambarkan memiliki gen untuk bertahan hidup dari air.

Jika ada yang mengatakan bahwa cobaan yang diberikan menimbulkan ketekunan dan ketekunan memberikan hasil yang luar biasa, sepertinya kata-kata tersebut patut kita tujukan kepada bangsa Belanda. Inovasi mereka akan air telah terkenal di seluruh penjuru dunia. Daratan yang harusnya tenggelam menjadi timbul kembali karena kerja keras yang luar biasa secara terus-menerus. Berbicara inovasi ini tentu membuat kita teringat akan apa yang terjadi di Jakarta. Semoga saja, kita dapat belajar lebih banyak dari Belanda dan mengaplikasikan ilmu tersebut untuk Indonesia, khususnya Jakarta sehingga permasalahan banjir di kota tersebut dapat diatasi.

REFERENSI
1. NO. 5: BATTLING IT OUT WITH WATER http://stuffdutchpeoplelike.com/2013/08/31/reclaimed-land-water-sea/
2. Seward, P. & S. Arora. 2006. Culture of The World Netherlands. Marshall Cavendish International. Malaysia
3. Flood control in the Netherlands

http://en.wikipedia.org/wiki/Flood_control_in_the_Netherlands

4. Hoeksema, R. J. 2007. Three Stages in The History of Land Reclamation in The Netherlands. Irrigation and Drainage (56): S113, S114
5. Burtynsky, E. 2013. Edward Burtynsky’s “Water” Project.

http://www.adammandelman.net/2013/10/08/water-burtynsky/

6. Lemmens, F. 2012. The Netherlands, Midden Beemster, Aerial Beemster Polder. UNESCO World heritage Site.

http://www.alamy.com/stock-photo-the-netherlands-midden-beemster-aerial-beemster-polder-unesco-world-49524230.html

7. Delta Works Flood Protection, Rhine-Meuse-Scheldt Delta, Netherlands

http://www.water-technology.net/projects/delta-works-flood-netherlands/

8. NFS inviterer til faglig studietur til Nederland

http://www.stalguiden.com/nederland.htm

9. Schuler, M. 2008. Incredible Engineering: The Maeslant Barrier.

http://gcaptain.com/maeslant-barrier/

10. Gulf Business. 2013. Dubai’s Nakheel To Restart Work On Palm-Shaped Island – Sources.

http://gulfbusiness.com/2013/10/dubais-nakheel-to-restart-work-on-palm-shaped-island-sources/#.VT5ayjSUesQ

11. Schuetze, C. F. 2013. Awakening the ‘Dutch Gene’ of Water Survival.

http://www.nytimes.com/2014/06/30/world/europe/netherlands-water-management-system-global-climate-change-sea-level-rise-dutch-gene.html