648. Dari Pohon (di) Laut hingga Pulau Tulip: Inovasi Cerdik nan Futuristik dari Negeri Belanda

Penulis : Priyo Wibowo Pramularto
Tema : Earth
=========================================================================================================================================================

Pernahkah kalian mendengar Palm Islands atau Pulau Palem di Dubai yang merupakan pulau buatan manusia? Pulau tersebut diciptakan dari beratus juta meter kubik pasir yang salah satu perancangnya adalah warga Belanda, Van Oord. Ternyata Belanda pun memiliki rencana untuk membangun pulau dengan konsep yang serupa, yang akan dinamakan sesuai dengan nama bunga yang menjadi ikon khas negeri itu: Pulau Tulip. Seperti apakah konsep pembangunan Pulau Tulip tersebut?

image002
Gambar 1. Ilustrasi Sea Trees di permukaan air laut.

Perencanaan pembangunan Pulau Tulip itu sendiri dicetuskan atas dasar beberapa tujuan, yaitu sebagai benteng bagi wilayah yang berada di garis pantai utara dari adanya arus pasang air laut, sebagai wilayah pemukiman yang baru, sebagai lahan pertanian masyarakat, dan menciptakan peluang kepada perusahaan-perusahaan Belanda yang bergerak di sektor manajemen air dan tanah untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan perusahaan yang bersangkutan. Tentu dengan adanya proyek pembangunan Pulau Tulip, akan memerlukan adanya partisipasi dari perusahaan-perusahaan untuk menyediakan berbagai fasilitas yang nantinya akan diperlukan oleh warga yang tinggal di wilayah Pulau Tulip itu. Desain dari Pulau Tulip disesuaikan dengan namanya, yaitu berbentuk seperti bunga tulip dengan luas wilayah berkisar antara 49 ribu hingga 101 ribu hektare dan panjang tepinya sekitar 50 km.

Pulau Tulip, meskipun utamanya ditujukan untuk keperluan pemukiman penduduk, sebagai salah satu upaya pemerintah Belanda untuk mendistribusikan secara seimbang kepadatan penduduknya, namun juga berfungsi sebagai lahan pertanian dan juga wilayah cagar alam dan suaka margasatwa. Artinya, pembangunan Pulau Tulip ini tidak serta merta hanya ditujukan untuk kepentingan manusia saja, melainkan untuk kepentingan pelestarian lingkungan hidup juga. Terlebih juga pembangunan ini direncanakan akan dilakukan di wilayah lepas pantai Randstad, yang merupakan wilayah padat penduduk dengan beberapa kota besar antara lain Amsterdam, Rotterdam, The Hague, dan Utrecht. Dengan demikian, konsep pembangunan wilayah cagar alam dan suaka margasatwa di Pulau Tulip dapat menjadi media pembelajaran yang rekreatif dan futuristik bagi masyarakat di Belanda.

Selain itu, proyek pembangunan Pulau Tulip sendiri nantinya dapat dikolaborasikan dengan proyek-proyek lain seperti Watervillas, The Floating Apartments, The Citadel (yang dibangun berdasarkan konsep New Water), Floating Cruise Terminal, hingga Sea Tress. Kesemua proyek tersebut merupakan proyek yang berbasis pada konsep bangunan mengapung (floating buildings). Tentu ada alasan dari pemerintah Belanda dalam menentukan konsep tersebut, yaitu dengan melihat fakta bahwa letak negara Belanda yang berada di bawah permukaan air laut. Melalui pembangunan berbagai proyek bangunan mengapung maka letak geografis Belanda yang berada di bawah permukaan air laut yang menjadi kelemahan sekaligus ancaman, dapat dijadikan sebagai keuntungan dan kelebihan bagi Belanda. Sebuah langkah yang sangat cerdas, kreatif, dan futuristik.

…….

Referensi:
Nytimes.com
Waterstudio.nl (termasuk gambar)
Wikipedia.com