656. Penanganan Pencemaran Udara Lingkungan Menggunakan Konsep Mekanis dan Sistem Pendekatan Terpadu

Penulis : FAIZAL ANGGI TOFANI
Tema : Air
=========================================================================================================================================================

Pendahuluan
Polusi pada saat ini sudah terjadi dimana-mana terutama di kota-kota besar yang padat penduduknya. Polutan sendiri merupakan sesuatu bahan, materi, komponen, atau lainnya yang berjumlah tidak wajar atau tidak sesuai dengan peruntukkannya. Polusi adalah kegiatan atau perlakuan atas polutan. Polusi di daerah perkotaan yang biasanya ditimbulkan karena aktivitas kendaraan bermotor, dan kegiatan industri serta kepadatan penduduk, dapat menimbulkan dampak negatif bagi kehidupan. Masyarakat di perkotaan biasanya mempunyai mobilitas atau kegiatan berkesinambungan yang sangat tinggi dalam kehidupan sehari-hari. Aktifitas mereka tidak terlepas dari kendaraan bermotor, seperti mobil, sepeda motor, kereta api dan kendaraan umum. Meski demikian, setiap Negara pasti tidak terlepas dari kendaran bermotor untuk setiap aktifitas. Permasalahannya adalah, dari kendaraan bermotor tersebut dihasilkan gas buang kendaraan bermotor akibat pembakaran yang kurang sempurna. Sehingga, kendaraan bermotor juga merupakan salah satu penyebab timbulnya polusi udara. Selain polusi dari gas buang kendaraan bermotor tersebut, hadirnya industri dan aktivitas masyarakat perkotaan seperti merokok, membakar sampah sembarangan, dan lain-lain dapat menimbulkan polusi udara yang mengganggu kehidupan.

Pencemaran Udara Menimbulkan Pencemaran Lingkungan, Kerusakan Alam, dan Membahayakan Kehidupan.
Pencemaran dapat terjadi dimana-mana. Bila pencemaran tersebut terjadi di dalam rumah, di ruang ruang sekolah ataupun di ruang-ruang perkantoran maka disebut sebagai pencemaran dalam ruang (indoor pollution). Sedangkan bila pencemarannya terjadi di lingkungan rumah, perkotaan, bahkan regional maka disebut sebagai pencemaran di luar ruang (outdoor pollution). Umumnya, polutan yang mencemari udara berupa gas dan asap. Gas dan asap tersebut berasal dari hasil proses pembakaran bahan bakar yang tidak sempurna, yang dihasilkan oleh mesin-mesin pabrik, pembangkit listrik dan kendaraan bermotor. Selain itu, gas dan asap tersebut merupakan hasil oksidasi dari berbagai unsur penyusun bahan bakar, yaitu: CO2 (karbondioksida), CO (karbonmonoksida), SOx (belerang oksida) dan NOx (nitrogen oksida).

Faktor Penyebab Pencemaran Udara
Pencemaran udara disebabkan oleh faktor berikut:
1. Faktor alam, yang bersumber dari aktivitas alam
Contoh:
a. Abu yang dikeluarkan akibat letusan gunung berapi
b. Gas-gas vulkanis
c. Debu yang beterbangan di udara akibat tiupan angin
d. Bau menyengat akibat proses pembusukan sampah organik
2. Faktor manusia, yang bersumber dari hasil aktivitas manusia
Contoh:
a. Hasil pembakaran bahan-bahan fosil dari kendaraan bermotor
b. Bahan-bahan buangan dari kegiatan pabrik industri yang memakai zat kimia organik dan anorganik
c. Pemakaian zat-zat kimia yang disemprotkan ke udara
d. Pembakaran sampah rumah tangga
e. Pembakaran hutan

Unsur-unsur Pencemaran atau Polusi Udara
1. Karbon monoksida (CO)
Gas bersifat racun. Dihasilkan dari pembakaran tidak sempurna bahan bakar, misalnya gas buang kendaraan bermotor.
2. Nitrogen dioksida (NO2)
Gas yang paling beracun. Dihasilkan dari pembakaran batu bara di pabrik, pembangkit energi listrik dan knalpot kendaraan bermotor.
3. Sulfur dioksida (SO2)
Gas yang berbau tajam, dan tidak bersifat korosi. Dihasilkan dari pembakaran bahan bakar yang mengandung sulfur.
4. Partikulat (asap atau jelaga)
Polutan udara yang paling jelas terlihat dan paling berbahaya. Dihasilkan dari cerobong pabrik berupa asap hitam tebal.
5. Hidrokarbon (HC)
Dihasilkan dari pembakaran bahan bakar yang tidak sempurna.
6. Chlorofluorocarbon (CFC)
Gas yang dapat menyebabkan menipisnya lapisan ozon. Dihasilkan dari alat rumah tangga seperti kulkas, AC, alat pemadam kebakaran, pelarut, pestisida, alat penyemprot (aerosol) pada parfum dan hair spray.
7. Timbal (Pb)
Logam berat yang digunakan manusia untuk meningkatkan pembakaran pada kendaraan bermotor. Hasil pembakaran tersebut menghasilkan timbal oksida yang berbentuk debu atau partikulat yang dapat terhirup oleh manusia.
8. Karbon dioksida (CO2)
Gas yang dihasilkan dari pembakaran sempurna bahan bakar kendaraan bermotor dan pabrik serta gas hasil kebakaran hutan.

Dampak Pencemaran Udara Terhadap Lingkungan Alam
1. Hujan Asam
Hujan asam adalah hujan yang memiliki kandungan pH (derajat keasaman) kurang dari 5,6.

image002
Gambar 1. Skema terjadinya hujan asam

SO2 dan NOx (NO2 dan NO3) yang dihasilkan dari proses pembakaran bahan bakar fosil (kendaraan bermotor) dan pembakaran batubara (pabrik dan pembangkit energi listrik) akan menguap ke udara. Dengan bantuan cahaya matahari, senyawa tersebut akan diubah menjadi tetesan-tetesan asam yang kemudian turun ke bumi sebagai hujan asam.

2. Penipisan Lapisan Ozon
Ozon (O3) adalah senyawa kimia yang memiliki 3 ikatan yang tidak stabil.

image004
Gambar 2. Proses Kerusakan Ozon Oleh Klorin

Zat kimia buatan manusia yang disebut sebagai ODS (Ozone Depleting Substances) atau BPO (Bahan Perusak Ozon) ternyata mampu merusak lapisan ozon sehingga akhirnya lapisan ozon menipis.

3. Pemanasan Global
Pemanasan global adalah kenaikan suhu rata-rata di seluruh dunia dan menimbulkan dampak berupa berubahnya pola iklim.

Upaya Penanggulangan Pencemaran Udara
1. Usaha Preventif (sebelum pencemaran)
a. Mengembangkan energi alternatif dan teknologi yang ramah lingkungan.
b. Mensosialisasikan pelajaran lingkungan hidup (PLH) di sekolah dan masyarakat.
c. Mewajibkan dilakukannya AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan) bagi industri atau usaha yang menghasilkan limbah.
d. Tidak membakar sampah di pekarangan rumah.
e. Tidak menggunakan kulkas yang memakai CFC dan membatasi penggunaan AC dalam kehidupan sehari-hari.
f. Tidak merokok di dalam ruangan.
g. Menanam tanaman hias di pekarangan atau di pot-pot.
h. Ikut berpartisipasi dalam kegiatan penghijauan.
i. Ikut memelihara taman kota dan pohon pelindung.
j. Tidak melakukan penebangan hutan, pohon dan tumbuhan liar secara sembarangan.
k. Mengurangi penggunaan zat aerosol dalam penyemprotan ruang.
l. Menghentikan penggunaan busa plastik yang mengandung CFC.
m. Mendaur ulang freon dari mobil yang ber-AC.
n. Mengurangi atau menghentikan semua penggunaan CFC.

2. Usaha kuratif (sesudah pencemaran)
a. Menggalang dana untuk mengobati dan merawat korban pencemaran lingkungan.
b. Kerja bakti rutin di tingkat RT/RW atau instansi, untuk membersihkan lingkungan dari polutan.
c. Melokalisasi tempat pembuangan sampah akhir (TPA) sebagai tempat/ pabrik daur ulang.
d. Menggunakan penyaring pada cerobong kilang minyak atau pabrik yang menghasilkan asap penyebab pencemaran udara.

Penutup
Manfaat dan resiko lingkungan berkaitan erat satu sama lain, jika kita ingin mendapatkan manfaat lingkungan, maka kita selalu dihadapkan pada resiko lingkungan. Dalam tulisan ini, resiko lingkungan yang kita hadapi adalah polusi udara. Pencegahan polusi udara dapat direncanakan secermat mungkin, dengan cara mengaplikasikan konsep mekanis dengan pendekatan terpadu. Pada hakekatnya, semua komponen lingkungan saling berinteraksi, oleh sebab itu perlu diupayakan interaksi yang bersifat positif atau menguntungkan. Pendekatan terpadu dari berbagai aspek diharapkan dapat membantu mengatasi masalah polusi udara secara efektif dan efisien.

Daftar Pustaka
Riski Putri Harsanti. (2008). Alternatif Pemecahan Masalah Polusi Udara Melalui Perencanaan Terpadu Menggunakan Konsep Ekologi. Yogyakarta: SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta.
www.artikelbiologi.com. Diakses pada 20 April 2015 pukul 14.07 WIB.