657. Teknologi Inovasi Rekayasa Air Negara Belanda Dari Yang Tradisional Hingga Modern

Penulis : Zaky Prawira
Tema : Water
=========================================================================================================================================================

Belanda Berperang Melawan Air
Negara Belanda sejak dahulu kala sudah dikenal negara yang terus berperang melawan keganasan badai gelombang laut yang tinggi dan kencang yang berasal dari Laut Utara akibatnya bencana terparah yang pernah menimpa Belanda adalah gelombang badai laut terjadi pada tahun 1953 di daerah barat daya yang ketinggian gelombangnya 4 m diatas ketinggan gelombang laut normal. Badai tersebut menyeret sekitar 180 km tanggul pelindung pantai dan menenggelamkan 160.000 hektar tanah yang sudah dikeringkan, bencana ini pun mencatat 1835 orang menjadi korban jiwa, lebih dari 46.000 ladang dan bangunan hancur atau rusak parah serta sekitar 200.000 hewan ternak pun hilang. (Antonisse,1986).

Setelah kejadian tersebut pemerintah Belanda tidak tinggal diam, dari kejadian tersebut maka dilakukan suatu proyek yang sangat besar untuk mengatasi keganasan Laut Utara dengan membuat Proyek Delta . Sebelum Proyek Delta dilakukan, Belanda juga telah melakukan proyek penanggulangan untuk kawasan utara Belanda yang dinamakan dengan proyek Zuyder Zee.

Dalam perjalanannya teknologi yang diterapkembangkan oleh Belanda terus mengalami perkembangan dari mulai Proyek Zuyder Zee hingga Proyek Delta. Dari teknologi sederhana matras brushwood untuk meredam gelombang air laut hingga teknologi canggih bendungan untuk dapat mengatur dan membatasi jumlah air laut yang masuk ke dataran Belanda. Tidak hanya sampai disitu kini pun teknologi itu terus berkembang di kalangan engineer Belanda dengan menggunakan berbagai macam pemodelan yang dapat merepresentasikan lebih akurat untuk kondisi asli dalam penanganan gelombang badai Laut Utara supaya kegagalan yang pernah terjadi tidak akan pernah terulang selama – lamanya. Salah satu pemodelan teknologi tersebut berada di Universitas Teknik Delft.
Teknologi Penanggulangan Banjir Belanda

Belanda merupakan negara yang datarannya berada pada ketinggian yang sangat rendah hingga datar, yang dimana sekitar 26% daerahnya (Quirin, 2010) dan sekitar 21% populasi penduduknya (Millieurekeningen,2008) berada di bawah permukaan air laut dan hanya sekitar 50% daerah yang memiliki ketinggian sekitar 1 meter diatas permukaan air laut (Netherland Guide, 1994). Dengan kondisi tersebut Belanda pun menjadi negara yang rentan terkena banjir baik banjir yang diakibatkan badai gelombang Laut Utara maupun akibat sungai – sungai yang mengalir di Belanda. Berikut adalah gambar potensi banjir akibat Laut Utara :

image001
Gambar 1. Ilustrasi Potensi Banjir Di Belanda (Sumber grafik : Dan Swenson and Emmet Mayer III)

Dengan potensi banjir tersebut maka pada tahun 1932 dibuatlah The Afsluitdijk dam yang direncanakan dan diprakasai oleh Dr. C. Lely pada tahun 1918 (Schultz,1987). Proyek tersebut disebut dengan Proyek Zuyder Zee yang juga terdapat pembangunan lima kawasan polders untuk nantinya tanah hasil reklamasi tersebut dapat digunakan masyarakat Belanda untuk kegiatan sehari – hari. Dalam Proyek Zuyder Zee fokusnya untuk melindungi kawasan utara Belanda dari badai gelombang Laut Utara. Berikut gambar perlindungan di utara Belanda :

image003
Gambar 2. Ilustrasi Proteksi Kawasan Utara Belanda (Sumber grafik : Dan Swenson and Emmet Mayer III)
Akan tetapi, bencana dalam penanggulangan banjir belum berakhir sampai disitu. Berikut adalah ilustrasi bencana di kawasan barat daya Belanda :

image005
Gambar 3. Ilustrasi Bencana di Kawasan Barat Daya Belanda (Sumber grafik : Dan Swenson and Emmet Mayer III)

Oleh karena itu, pemerintah Belanda melakukan revolusi dalam penanggulangan banjir dengan membuat Proyek Delta. Berikut gambar pembagian daerah Proyek Zuyder Zee dengan Proyek Delta :

image007
Gambar 4. Gambar Daerah Proyek Zuyder Zee dan Proyek Delta (Sumber grafik: Dan Swenson and Emmet Mayer III)

Proyek Zuyder Zee
Di dalam proyek ini terdapat konstruksi utama yakni (Schultz,1987) :
1. Konstruksi 2,5 km bendungan penahan air dari North Holland hingga Wieringen dan 30 km bendungan penahan air dari Wieringen hingga Friesland atau disebut dengan Aufsluitdjik Dam dan diatasnya dilengkapi dengan konstruksi jalan raya.
2. Reklamasi daratan baru untuk 5 polders ( Wieringermeer, Northeastern Polder, Easthern Flevoland, dan Markerwaard)
Ada tiga alasan mendasar untuk pembangunan bendungan dan reklamasi pada Zuyder Zee, yakni :
1. Menambah perlindungan terhadap banjir,
2. Meningkatkan kualitas manajemen air,
3. Untuk memperluas area tanah pertanian.
Polders yang telah dibuat pada Proyek Zuyder Zee dalam penggunaanya digunakan untuk :
1. Tanah pertanian
2. Area permukiman
3. Hutan dan cadangan sumber daya alam
4. Kanal, drainase utama, tanggul dan jalan raya.

image009
Gambar 5. Aufsluitdijk Dam
(Sumber : http://www.britannica.com/EBchecked/topic/8512/Afsluitdijk)

Brushwood Mattresses
Pada konstruksi Aufsluitdijk Dam yang digunakan juga sebagai tanggul dan jalan raya ditemukan sebuah inovasi teknologi tradisional yang turun – temurun diturunkan dari pendahulu orang Belanda yaitu matras Brushwood yang dimana fungsinya pada konstruksi ini berguna sebagai pemisah material batuan basalt (upper-section) dengan konstruksi timbunan pasir yang telah dilapisi dengan lapisan boulder clay pada bagian (lower-structure). Brushwood ini berguna untuk meratakan beban yang terjadi akibat dari penggunaan batuan basalt dan konstruksi upper-structrue lainnya supaya dapat menseragamkan proses settlement tanah yang terjadi.

Bukan hanya itu brushwood saat ini di Belanda digunakan untuk vegetasi buatan atau rawa mengambang yang letaknya di depan tanggul serta selain sebagai vegetasi juga berfungsi sebagai peredam gelombang air laut yang akan menuju tanggul. Menurut studi yang dilakukan oleh (e.g.Coops et al.,1996 dan Lovstedt et al.,2010) diketahui bahwa vegetasi yang terbuat dari brushwood didepan tanggul berguna untuk mengurangi pengaruh gelombang laut dan menyeimbangkan tanah dalam proses sedimentasi.

Brsuhwood adalah teknologi sangat sederhana yang dapat dibuat dari ikatan ranting-ranting tumbuhan atau dari ilalang-ilalang yang dibuat sedemikian rupa hingga membentuk matras.

image011
Gambar 6. Brushwood (Sumber : http://www.ecvv.com/product_directory/brushwood-fence.html)

image013
Gambar 7. Brushwood sebagai rawa mengambang (Sumber : publicwiki.deltares.nl)

Proyek Delta
Proek Delta merupakan serangkaian proyek canggih berskala besar yang dilakukan pemerintah Belanda untuk melindungi kawasan barat daya Belanda pasca kejadian banjir pada tahun 1953. Pada Gambar 4. Daerah Proyek Zuyder Zee dan Proyek Delta (Dan Swenson and Emmet Mayer III) terdapat angka dari angka 1 hingga 9 yang menunjukkan konstruksi dam yang dibuat.

image015
Gambar 8.Hollandse Ijssel Storm Surge Barrier (Sumber : Foto dari Michael Democker)

image017
Gambar 9. Maeslant Storm Surge Barrier (Sumber : Foto dari Michael Democker)

image021
Gambar 10. Maeslant Storm Surge Barrier (Sumber : Foto dari Michael Democker)

image021
Gambar 11. Haringvliet Dam (Sumber : Foto dari Michael Democker)

image023
Gambar 12. Volkerak Dam (Sumber : Foto dari Michael Democker)

image025
Gambar 13. Brouwers Dam (Sumber : Foto dari Michael Democker)

image027
Gambar 14. Grevelingen Dam (Sumber : Foto dari Michael Democker)

image029
Gambar 15. Eastern Scheldt Storm Surge Barrier (Sumber : Foto dari Michael Democker)

image031
Gambar 16. Veerse Gat Dam (Sumber : Foto dari Michael Democker)

image035
Gambar 17. Zanderk Dam (Sumber : Foto dari Michael Democker)

Teknologi Pemodelan Hidraulika Belanda
Meskipun kemajuan teknologi untuk penanggulangan masalah air di Belanda sudah sangat maju dan telah banyak sekali perubahan dan manfaat di berbagai macam sektor, akan tetapi para engineer Belanda tidak berpuas diri dengan itu semua. Buktinya kini di Universitas Teknik Delft terus melakukan inovasi dalam hal alat pemodelan hidraulika yang nantinya diharapkan pemodelan ini dapat merepresentasikan lebih akurat dari kondisi aslinya. Berikut adalah alat pemodelan hidraulika yang berada di Universitas Teknik Delft :

image037
Gambar 18. Delta Basin (Sumber : Marcel R.A.Van Gent)

image039
Gambar 19. Atlantic Basin (Sumber : Marcel R.A.Van Gent)

image041
Gambar 20. Scheldt Fume (Sumber : Marcel R.A.Van Gent)

image043
Gambar 21. Delta Fume (Sumber : Marcel R.A.Van Gent)

Belanda Kini
Dengan teknologi yang terus berkembang dari yang tradisional hingga modern, engineer Belanda akan terus berinovasi dalam bidang rekayasa air yang dimana inovasi teknologi yang diciptakan akan terus membuat Belanda dapat hidup rukun dengan musuhnya yakni air.

Refferensi :
___.,2012, Aufluitdijk [Online], (http://en.wikipedia.org/wiki/Afsluitdijk, diakses tanggal 26 April 2015].
¬¬ ____.,Netherland [Online], (http://en.wikipedia.org/wiki/Netherlands, diakses tanggal 26 April 2015].
Hulsman, H.(2010). Case-Floating Marsh. Live document.
Staff research. Battle Against The Sea. Dutch Ministry of Transport, Public Worls and Water Management.
Schultz, e (1987). Water Management In Newly Reclaimed Land. Koningskade 4 : Ministerie van verkeer en waterstaat.
Steeg,P and Wesenbeeck, B.K. (2011). Large-scale physical modeling of wave damping of brushwood mattresses. Deltares.
Van Gent, M. (2014). Overview of Physical Modelling At Deltares, Including The New Delta Flume. Deltares.