659. Saringan Kopi, Si Pengolah Limbah Air Hujan

Penulis : Khotimatul Husna
Tema : Water
=========================================================================================================================================================

Pernahkan Anda membayangkan bagaimana bisa saringan kopi mengubah air hujan yang tentu tidak akan bisa menjadi bersih hanya dengan sekali saringan?. Atau, Anda bertanya-tanya apakah benar sebuah Negara mempunyai ide gila menyulap air hujan menjadi air bersih sehingga layak kita konsumsi hanya dengan saringan kopi?. Mari kita telisik ceritanya.
—————————————————————————————————————-
“ God created the world, but the Dutch created Holland” (Rene Descartes)

Kiasan yang tersirat oleh filsuf Perancis ini cukup menggelitik hati, bukan?. Bayangkan saja, segelintir penduduk mengaku dirinya mampu mendirikan sebuah “dunia”. Kata “dunia” dalam konteks ini pun bukanlah sebuah dunia dalam artian eksplisit, melainkan sebuah dunia yang diam-diam mempunyai kecerdasan tinggi dalam berinovasi.

Netherland, sebutan bagi negara Belanda yang berarti “tanah-tanah rendah” menjadikan 20% wilayahnya berpermukaan rendah, dengan 20% populasinya berada di bawah permukaan air laut. Sedangkan 50% wilayahnya terletak tidak lebih dari 1 meter di atas permukaan air laut. “Negeri Apung” jika boleh saya menyebutnya.

Salah satu elemen dasar dalam hidup yang selalu menjadi sorotan dunia terhadap negeri ber-dijk ini adalah “air”. Air adalah sumber kehidupan. Namun air bagi Dutch –julukan bagi penduduk Belanda¬– bukan hanya sebagai sumber kehidupan, namun sebuah “permainan” yang patut dicoba setiap waktu. Enabling Delta Life, itu salah satu semboyan Belanda untuk air. Membiarkan bendungan jaya di negara tersebut memang sudah tidak asing lagi bagi mereka. Bagaimana tidak, banjir yang menyisakan kegalauan di tahun 1953 membuat Belanda terus berinovasi dalam memecahkan “God Play”. Sebut saja Delta Works, salah satu hasil inovasi ilmuwan Belanda ini merupakan bendungan yang Belanda bangun dengan dana proyek raksasa sebesar ±500 juta per tahun. Bendungan ini mampu mencegah Belanda dari masalah banjir bertahun-tahun lamanya.

image002
Gambar 1: Delta Works

Kalau problema banjir dapat dipecahkan dengan bendungan kokoh, bagaimana rasanya jika air hujan yang jatuh langsung ke parit-parit di pinggir jalan diolah menjadi air bersih, sehingga manfaatnya layak dinikmati masyarakat? Jawabannya, Belanda ahlinya.

Leidsche Rijn merupakan sebuah kanal yang terletak di Provinsi Utrecht (Belanda Utara). Kabar baiknya, kanal ini mendapatkan sistem perairan spesial yang baru dari Kota Madya Utrecht dan De Stichtse Rijnlanden. Sebenarnya program tersebut sudah menjadi objek utama yang berkembang sejak tahun 1997. Sistem perairan tersebut menggunakan sistem sirkulasi tertutup. Artinya, air hujan yang jatuh tidak akan tercampur dengan air pembuangan limbah pabrik, namun air hujan yang memang jatuh langsung ke air limbah domestik (rumah tangga).

Cara kerjanya, air hujan yang langsung jatuh ke selokan (tempat pembuangan limbah rumah tangga) akan mengalami proses penyaringan terlebih dahulu sebelum kemudian terserap oleh tanah. Jadi, di dalam selokan terdapat filter sebagai penyaring air hujan. Namun, karena permukaan air sedikit terkontaminasi zat fosfat dan rawan terjadinya pertumbuhan alga, proses unik pun terjadi disini.

image004
Gambar 2: Selokan Penampung Limbah Air Hujan

Adalah sistem vertical-flow reed beds atau yang lebih unik disebut saringan kopi, yang artinya kita bisa menggunakan penyaring tersebut berulang kali layaknya saringan kopi. Vertical-flow merupakan gaya olahan limbah air hujan yang berbentuk vertikal dengan endapan akhir senyawa yang tertinggal di dasar tabung, sedangkan reed bed yang dimaksud disini merupakan sistem penyiraman tanaman oleh hasil pengolahan limbah air hujan. Bukan Belanda namanya jika tidak menyertakan kejutan di tiap inovasinya, karena bahkan proses dalam sistem penyaringan ini tanpa menggunakan tambahan zat apapun untuk menjernihkan air.

Prinsip dasar pengolahan limbah ini berdasarkan reaksi kimia alami. Hampir sama dengan proses kerja IPAL sederhana yang biasa masyarakat Indonesia terapkan dalam proses penyaringan limbah air kolam ikan. Cara kerjanya, pertama, air hujan yang jatuh ke selokan akan terpompa dan digiring menuju saringan. Air hujan bercampur pasir yang penuh dengan zat besi dan kalsium di kedalaman 1 meter akan diolah dengan sistem drainase. Tahap kedua, dalam sistem drainase air hujan yang telah bercampur tadi akan membentuk senyawa fosfat, dan terakhir, “kopi” inilah yang akan tertinggal di dasar saringan. “Kopi” membahayakan yang mengandung senyawa fosfat dan alga ini pun tidak akan nunut dengan air yang sudah mengalami proses filter, karena air tadi sudah bisa mengalir langsung ke tanaman alang-alang atau reed.

image006
Gambar 3: Reed-Bed System

image008
Gambar 4: Vertical-Flow System

Begitu banyaknya inovasi yang ditorehkan negara si empunya warna favorit “orange” ini, sampai-sampai banyak pabrik dibangun untuk mengembangkan inovasi-inovasi yang lahir dari penduduk “penyuka onthel” ini. Rijkswaterstaat, Delf Blue Water (DBW), dan Practica Foundation adalah beberapa di antaranya. Satu kata mewakili negeri ini, Hebat!

Sumber:

http://nwp.nl/_docs/DWS-2014-2015-Compleet-lr-b.pdf

http://www.wte-ltd.co.uk/vortex_sewage_treatment_plant.html

http://nationalgeographic.co.id/forum/topic-1934.html

http://www.wte-ltd.co.uk/vortex_sewage_treatment_plant.html

http://www.reedbeds.co.uk/page/what-is-a-vertical-flow-reed-bed.php

http://www.wte-ltd.co.uk/reed_bed_sewage_treatment.html

http://en.wikipedia.org/wiki/Leidse_Rijn

Sumber Gambar:

http://www.ice2sea.eu/policy/case-study-rotterdam/

http://nwp.nl/_docs/DWS-2014-2015-Compleet-lr-b.pdf

http://www.wte-ltd.co.uk/vortex_sewage_treatment_plant.html