662. Teknologi Mahal Sudah Biasa. Belanda Kembangkan Teknologi Murah

Penulis : Cut Ayu Tiara Sutari
Tema : Water
=========================================================================================================================================================

image002

“Apakah air keran di Belanda dapat diminum secara langsung?”, pertanyaan tersebut kemudian dijawab oleh Salmah Aminati seorang warga Indonesia yang sempat menjalankan kuliah di Negeri Kincir Angin tersebut. Beliau juga mengatakan “air di Belanda bersih dan sama sekali tidak bermasalah”. Mungkin bagi warga Indonesia hal tersebut merupakan sesuatu yang “wow”, namun bagi warga Belanda hal tersebut merupakan sesuatu yang biasa.

Berbagai cara telah dilakukan oleh Belanda untuk mencapai kondisi dimana air tidak tercemar dan memiliki kualitas air yang baik. Hal tersebut tentunya menjadi salah satu penyebab masyarakat Belanda memiliki kesejahteraan yang tinggi. Kondisi yang baik tersebut tidak membuat Belanda berhenti mengembangkan penelitian terkait dengan air.

Berbagai inovasi dikembangkan terkait dengan air. Inovasi tersebut dilakukan untuk mencegah terjadinya degradasi lingkungan yang disebabkan pengambilan airtanah yang berlebihan, polusi, intrusi air laut, dan perubahan iklim. Salah satu inovasi yang sedang gencar dikembangan di Belanda ialah teknologi dalam mencegah degradasi lingkungan yang disebabkan adanya pengambilan air berlebihan. Inovasi tersebut dikembangkan dengan biaya yang murah. Hal tersebut karena banyaknya biaya yang dikeluarkan dalam proses penanggulangan degradasi melalui menejemen air.
Inovasi yang dilakukan melalu konsep pemisahan. Cara pemisahan disini ialah dengan menekankan konsep penghematan air. Konsep penghematan air ini dimulai dari aktifitas domestik karena terbukti merupakan penyebab utama pemborosan air. Aktifitas domestik yang memberikan pengaruh besar terhadap pemborosan air adalah pengeluaran air saat penggunaan toilet. Mesin pembilas toilet di Belanda mengeluarkan air sekitar 5 liter setiap pembilasan, sedangkan di Inggris mengeluaran 9 liter dan di Amerika Serikat mengeluarkan 12 liter setiap kali pembilasan. Teknologi baru yang sedang dikembangkan ialah toilet dengan pilihan ganda pembilasan, yaitu 3 liter dan 6 liter. Adanya pemisahan tersebut merupakan pencegahan pemborosan air dengan cara pengeluaran air sesuai kebutuhan. Selain itu, penggunaan toilet kompos sudah mulai digunakan sehingga residu yang dikeluarkan juga dapat dimanfaatkan untuk kepentingan lain. Mandi dan mencuci merupakan pengeluaan air kedua terboros setelah penggunaan toilet. Hal tersebut dapat diatasi dengan penggunaan shower dan keran dengan sistem pembatasan aliran. Sistem pembatasan aliran ini dilakukan dengan pengurangan debit aliran air yang keluar sehingga dapat mengurangi pemborosan air. Teknologi modern yang digunakan untuk penampungan air hujan dari atap bangunan merupakan salah satu cara penghematan air. Air hujan digunakan secara langsung untuk fungsi non-minum seperti pembilasan toilet dan berkebun. Teknologi dengan biaya yang murah tersebut terus dikembangkan di Belanda mengingat besarnya pengeluaran yang harus dikeluarkan dalam menejemen air.

Sumber:
Krozer, Yoram., Tokich, Sharon Hophmayer., Meerendonk, Hans van., Tijsma, Simon., Vos. Eric. Innovations in the water chain – experiences in The Netherlands. Jurnal Cleaner Production 18 (2010) 439–446.
Tanya Jawab dengan Salmah Aminati
Sumber Internet:

http://img.archiexpo.com/images_ae/photo-g/front-loading-washing-machine-environmentally-friendly-eu-energy-label-9712-4855055.jpg

https://dawnadvertiser.files.wordpress.com/2013/07/real-lead1.jpg

http://g-ecx.images-amazon.com/images/G/01/th/aplus/mjsi_toilet._V151211681_.jpg

http://www.how-to-save-water.co.uk/wp-content/uploads/2012/08/water-efficient-shower-834×399.jpg