666. Inovasi Kanal-kanal di Amsterdam-Belanda, Mengubah Selokan Menjadi Jalur Transportasi dan Tempat Wisata

Penulis : Yunita Adiasa Pratama
Tema : Water
=========================================================================================================================================================

Membicarakan Negeri Van Oranje dari sisi keunggulan empat elemen (air, api, udara, dan tanah) memang tidak ada habisnya. Negeri ini membuat kita terkagum dari segi inovasi keempat elemen tersebut. Tanah di belanda terkenal subur dan indah. Sudah sangat tersohor ke seluruh dunia bahwa bunga tulip yang beraneka warna tumbuh subur di Negara asal Robin van Persie ini. Inovasi kincir angin di negara ini bermannfaat untuk mengeringkan wilayah di belanda yang berada di bawah permukaan laut. Maklum saja, kondsi geografis belanda terletak antara 500 LU – 530 LU dan 30 BT – 70 BT dan dengan luas wilayah 41.160 km2 kebanyakan wilayahnya berada di bawah permukaan laut. Mewakili elemen api mungkin anda sudah mendengar inovasi-inovasi tebaru belanda mengembangkan alternatif sumber energi listrik yang unik. Namun kali ini saya akan membicarakan Belanda dari sisi keunggulannya di elemen air. Khususnya kota seribu kanal di Belanda, Amsterdam.

Amsterdam, ibu kota Negara Belanda ini dijuluki sebagai kota seribu kanalnya Belanda. Hal tersebut tidak mengherankan karena kota ini memiliki kanal-kanal bersih nan menawan dengan jumlah mencapai 165 buah yang membelah jalan-jalan di kota ini. Perpaduan antara kanal yang indah, arus lalu lintas yang teratur, bangunan yang rapi membuat suasana kota ini terkesan romantis. Pembangunan kanal di Amsterdam di mulai pada abad ke-17. Sebelumnya, pada akhir abad ke-16 para pendatang baru terus meningkat jumlahnya ke kota ini. Situasi kota saat itu menjadi penuh sesak serta kurangnya lahan maupun perumahan. Hal ini membuat pemerintah Belanda memutar otak bagaimana menciptakan pembangunan tata kota yang ideal dan memiliki nilai estetika.

Pembangunan besar-besaran di Amsterdam terjadi pada tahun 1613. Saat itu mulai dilakukan penggalian kanal-kanal sebagai solusi pemecah masalah meluapnya air laut yang sering terjadi pada saat pasang dan merendam kota Amsterdam yang sebagian besar dibangun di atas rawa-rawa. Sebagai sarana pemersatu kota dibangunlah jembatan-jembatan penghubung yang dulunya berjumlah 52 buah dan sekarang terus meningkat mencapai angka 1.500 buah. Rumah- rumah di sepanjang kanal di anggap sebagai tempat tinggal yang eksklusif, yang kini jumlahnya terhenti di 3.000 unit. Jika dilakukan pengamatan dari udara lingkaran kanal Amsterdam membentuk setengah lingkaran atau bulan sabit.

image002
Foto lingkaran kanal Amsterdam dari udara
Sumber: www.wikipedia.org/Kanal-kanal-Amsterdam

Lingkaran kanal di Amsterdam ini patut dijadikan simbol pembangunan tata kota yang rapi dan estetik akibat urbanisasi besar-besaran. Pemerintah Belanda berhasil menyulap kota yang dibangun di atas rawa dan sering di landa banjir menjadi kota yang sangat menawan dan menjadi objek wisata yang sangat menarik hingga saat sekarang ini.

Perjalanan mengarungi kanal-kanal Amsterdam dimulai dengan mengunjungi tiga kanal yang paling banyak dikunjungi oleh wisatawan di Amsterdam yang membentuk sabuk konsentris. Ketiga kanal tersebut ialah kanal Herengracth, Prinsengranct, dan Keizersgracht yang panjangnya lebih dari 100 km. Salah satu alasan kenapa ketiga kanal ini paling banyak dikunjungi wisatawan ialah karena ketiga kanal ini merupakan tiga kanal yang utama yang dibangun di Amsterdam.

Herengracht adalah kanal pertama dari ketiga kanal di kota ini. Kanal ini berada di tengah kota Amsterdam. Di pinggir kanal terdapat rumah-rumah khas belanda yang menjadi simbol kemakmuran di masa keemasan Belanda. Samuel Sarphati seorang dokter yang terkenal dari belanda pernah tinggal di rumah nomor 598 dan Tsa Peter I Yang Agung (Pembangun Kekaisaran Rusia) pernah singgah di rumah bernomor 527 saat kunjungan keduanya ke Amsterdam.

image004
Kanal Herengracht
Sumber: www.wikipedia.org/Kanal-kanal-Amsterdam

Keizersgracht atau yang juga disebut sebagai kanal kaisar adalah kanal kedua dari tiga kanal utama di kota Amsterdam. Kanal ini dinamai sesuai dengan nama Maximilian I, Kaisar Romawi Suci. Orang terkenal yang pernah berkunjung dan tinggal di rumah di sekitar kanal ini ialah Heinrich Schliemann, Daniel Fahrenheit, dan juga Tsa Peter I Yang Agung.

image006
Foto kanal Kezeigracht saat menjelang malam
Sumber: www.wikipedia.org/Kanal-kanal-Amsterdam

Prinsengracht atau kanal pangeran adalah utama yang terpanjang di Amsterdam. Kanal ini dinami sesuai dengan nama Pangeran Orange. Bangunan terkenal yang ada di sekitar Prinsengracht adalah Noorderkerk (Gereja Utara), Noordermarkt (Pasar Utara), Anne Frank House, Westerkek (Gereja Barat, gereja yang tertinggi di Amsterdam) dan Homomonument. Selain ketiga kanal utama tersebut, Amsterdam juga memiliki kanal-kanal yang terkenal lainnya.

image008
Kanal Prisengracht
Sumber: www.wikipedia.org/Kanal-kanal-Amsterdam

Zwanenburgwal, kanal ini juga bernama kanal Verversgracht setelah industri tekstil mendominasi. Pelukis Rembrandt dan filsuf Spinoza adalah orang tersohor yang pernah tinggal disana. Menurut para pembaca Het Parool, sebuah surat kabar harian lokal di Amsterdam, kanal ini dinyatakan sebagai salah satu jalur terindah di Amsterdam pada tahun 2006. Ada juga kanal Brouwersgracht, kanal di tengah kota Amsterdam yang juga bagian dari sabuk kanal yang terhubung dengan kanal Herengracht, Keizergracht dan Prinsengracht. Kanal ini dijadikan sebagai tempat berlabuhnya kapal-kapal dari Asia yang membawa rempah-rempah dan sutra.

image010
Kanal Zwanenburgwal
Sumber: www.wikipedia.org/Kanal-kanal-Amsterdam

Masih menjelajah kanal-kanal nan eksotik di Belanda. Namun kali ini sedikit menjauh dari pusat kota, jarak tempuh sekitar 1,5 jam perjalanan dari kota Amsterdam. Terdapat sebuah desa terapung di Belanda, desa ini bernama Giethoorn. Kanal-kanal di sini berfungsi seolah-olah menggantikan jalan raya. Pada awalnya di desa ini memang tidak ada jalan jalur darat sama sekali. Namun sekarang, walaupun sudah dibangun jalan darat dan jembatan penghubung, tetap saja perahu menjadi alat transportasi yang tidak tergantikan di sini. Oleh sebab itu, desa Giethoorn dijuluki sebagai Venesia dari Utara atau Venesia dari Belanda.

image012
Desa Giethoorn tanpa jalan raya, perahu merupakan alat transportasi utama
Sumber: www.apakabardunia.com

Giethoorn adalah sebuah desa yang bebas dari asap kendaraan. Selain menggunakan perahu yang bersuara sangat pelan yang disebut whisper boat, penduduk di sini menggunakan sepeda sebagai alat transportasi utamanya. Bisa dibayangkan betapa segar dan asrinya lingkungan di desa ini. Giethoorn adalah salah satu tempat di Eropa yang terbebas dari polusi.

image014
Desa Giethoorn yang menarik wisatawan
Sumber: tavelblog.ticktab.com

Kanal-kanal di Amsterdam dan wilayah lainnya di Belanda menunjukkan bahwa Belanda adalah sebuah bangsa yang bersahabat dengan air. Mereka mampu memperlihatkan kepada dunia bahwa mereka mampu menyulap kekurangan menjadi kelebihan. Bagaimana tidak, belanda adalah Negara yang sebagian besar wilayahnya berada di bawah permukaan laut. Amsterdam adalah sebuah kota yang dibangun sebuah kota yang dibangun di atas daerah rawa-rawa yang berpasir. Dahulu Belanda adalah Negara yang sangat sering dilanda banjir. Di Amsterdam, ketika air laut pasang, air-air kanal meluap merendam perumahan warga. Namun dengan inovasi kanal yang mereka terapkan, selokan penampung air dapat memiliki fungsi yang berlipat ganda, selain sebagai penampung air ketika meluap, menambah estetika tata kota, juga berfungsi untuk menarik perhatian wisatawan mengunjungi Negara ini. Inilah inovasi air yang diperlihatkan Belanda kepada dunia.

Referensi:

http://aryafatta.wordpress.com/kanal-amterdam

http://kompetiblog2013.wordpress.com/Mengintip-Giethoorn-Desa-Terapung-di-Belanda

http://m.replublika.co.id

tavelblog.ticktab.com
www.anneahira.com/kincir-angin.htm
www.apakabardunia.com
www.bonjourbag.com/tempat-wisata-di-belanda
www.entoen.nu/grachtengordel/id
www.wikipedia.org/Kanal-kanal-Amsterdam