672. Pengajaran dan Penelitian Bahasa Belanda sebagai Inovasi Pengembangan Budaya dan Masyarakat

Penulis : Ismi Rahmawati
Tema : Earth
=========================================================================================================================================================

Bumi merupakan tempat manusia dilahirkan, dibesarkan, dan bertahan hidup. Di planet inilah manusia berinteraksi dan berkomunikasi dengan manusia-manusia lain untuk kemudian menciptakan peradaban. Di samping aspek lingkungan dan hal-hal yang sifatnya natural science, kajian tentang bumi atau tanah juga dapat dilihat dari kebudayaan manusia yang hidup di dalamnya. Tanah sering diasosiasikan dengan “asal manusia”. Dari dan di atas tanahlah manusia hidup dan membangun kebudayaan. Kebudayaan menjadi hal yang penting untuk dikaji karena kebudayaan merupakan hal yang mendasari segala hal yang dilakukan oleh masyarakat. Dalam menciptakan teknologi, masyarakat suatu daerah tidak dapat melepaskan diri dari kebudayaannya. Salah satu bentuk karya manusia berupa budaya yang amat penting dan menjadi penentu keadaan peradaban suatu bangsa adalah bahasa.

“Jika kau ingin mengenal suatu bangsa, kenalilah bahasanya,” meski tak begitu populer, kalimat ini benar adanya. Kridalaksana (2005) mendefinisikan bahasa sebagai sistem tanda bunyi yang disepakati untuk dipergunakan oleh para anggota kelompok masyarakat tertentu dalam bekerja sama, berkomunikasi dan mengidentifikasi diri. Bahasa merupakan cermin dari masayarakat yang menghasilkannya. Keberadaan bahasa menjadi sangat penting dalam kemajuan suatu negara karena masayarakat membutuhkan bahasa dalam segala aspek kehidupannya. Selain itu, bahasa juga berperan sebagai pengantar segala ilmu pengetahuan. Dalam bahasa, terkandung konsep-konsep kebudayaan yang disimbolkan dengan lambang kata. Ketika masyarakat dalam suatu negara memiliki bahasa yang menyebar dan dipakai di berbagai sektor kehidupan secara luas, dapat dikatakan bahwa negara tersebut juga berhasil menyebarkan kebudayaannya.

Belanda sebagai salah satu negara terbesar di Eropa, memiliki bahasa tersendiri. Dutch ‘bahasa Belanda’ merupakan salah satu dari dua bahasa resmi yang digunakan di Belanda. Bahasa Belanda merupakan bahasa asli dari 15 juta masyarakat Belanda dan 5,5 juta masyarakat Belgia (National Statistics Office, 1994). Bahasa Belanda sudah menjadi bahasa resmi di Belanda, Belgia, Aruba, Curucao, dan Sint Maarteen. Ada sekitar 17.560 kata dalam bahasa Belanda yang sudah diserap oleh bahasa lain. Pengaruh bahasa Belanda ternyata sudah sampai ke berbagai penjuru dunia. Bahasa Indonesia sendiri menyerap ribuan kata dari bahasa Belanda, mulai dari kata-kata dalam bidang perdagangan, kehidupan sehari-hari, hingga pemerintahan. Hal ini berkaitan dengan sejarah kolonialisme Belanda di Indonesia. Dari diserapnya kata-kata dalam bahasa Belanda ke dalam bahasa lain, dapat dikatakan juga bahwa kebudayaan Belanda juga diserap dan diadopsi oleh kebudayaan lain.

Masyarakat Belanda, khususnya kaum muda, juga memiliki minat yang tinggi terhadap bahasa asing seperti bahasa Inggris, Prancis, dan bahasa-bahasa Eropa yang lain. Hal ini menyiratkan bahwa masyarakat Belanda sudah sadar akan pentingnya belajar bahasa untuk mengembangakan ilmu pengetahuan dan kebudayaan. Dengan belajar bahasa-bahasa asing tersebut, masyarakat Belanda dapat go international untuk mencari ilmu sekaligus mengenalkan dan menyebarkan kebudayaan Belanda kepada negara yang mereka tuju.

Rahasia kesuksesan bahasa Belanda ini tentu saja berkaitan dengan usaha pengembangan bahasa dari pemerintah maupun masyarakat Belanda. Salah satu upaya untuk mempertahankan dan mengembangkan bahasa adalah dengan cara melakukan pengajaran bahasa. Pengajaran bahasa dapat dilakukan secara resmi di sekolah, mulai dari sekolah dasar, sekolah menengah, hingga sekolah menengah atas.
Dalam proses pengajaran bahasa ini, Belanda melakukan cara-cara jitu yang patut ditiru bangsa lain yang ingin mengembangkan bahasanya. Dari segi pengajar, pengajar bahasa di Belanda harus memenuhi kriteria tertentu. Dinas Pendidikan Belanda menyiapkan persyaratan khusus bagi sesiapa yang ingin menjadi guru bahasa Belanda. Guru harus memiliki pengetahuan bahasa yang tinggi, baik itu bahasa Belanda maupun bahasa asing lain seperti bahasa Inggris. Guru di Belanda minimal harus memiliki sertifikat. Terdapat sekitar empat puluh lembaga training calon guru bahasa, mulai dari lembaga yang kecil hingga besar. Dalam tingkat intermediate atau guru kelas dua yang menjadi penngajar kelas satu hingga tiga SD, seorang calon guru harus menempuh pendidikan tinggi di universitas, begitu seterusnya.

Semakin tinggi tingkat pengajaran, semakin tinggi pula tingkat pendidikan yang harus ditempuh seorang calon guru Bahasa Belanda. Seorang pengajar bahasa di universitas bahkan harus memegang gelar dalam bahasa Belanda, Prancis, Frisian, Jerman, Italia, atau Spanyol. Calon guru yang sudah memegang gelar tetap harus mengikuti “orientation course” sebelum mengajar. Kurikulum untuk course ini juga dikhususkan. Dalam perkembangannya, di pendidikan formal, pengajaran materi di sekolah-sekolah Belanda sudah dilakukan secara bilingual. Namun, hal ini tidak menghentikan perhatian khusus sekolah dalam menerapkan kurikulum bahasa Belanda yang efektif pada proses belajar mengajar.

Selain itu, pengembangan bahasa Belanda juga disebabkan banyaknya penelitian yang menjadikan bahasa Belanda sebagai objeknya. Para linguis Belanda maupun asing telah meneliti berbagai aspek linguistik bahasa Belanda. Sebagai contoh, penelitian yang berjudul Linguistics in the Netherlands (Doetjes dan Wijer, 2005) yang memuat aspek sosiolinguistik seperti dialek dan penggunaan sintaktis. Dalam hal grammar, fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik, terdapat pula banyak inovasi. Pada aspek fonetik fonologi misalnya, terdapat online course yang akan menjelaskan penggunanya tentang bagaimana mentranskripsikan pengucapan bahasa Belanda dalam kerangka fonetis (Transcription of Dutch Intonation oleh Carlos Gussenhoven, 2003). Di bidang morfologi juga terdapat banyak penelitian. Misalnya, disertasi Ph.D. dari Gert Meesters (2004) yang mengkaji susunan kata dalam bahasa Belanda modern.

Penelitian-penelitian yang disebutkan tadi tentu hanyalah seujung kuku dari begitu banyaknya penelitian linguistik bahasa Belanda. Salah satu ciri bahasa yang berkembang adalah bahasa tersebut memiliki banyak dokumentasi tentang peristiwa kebahasaan yang terjadi. Itu berarti, Belanda unggul dalam hal pengembangan bahasa baik itu melalui sistem pengajaran di sekolah-sekolah maupun melalui penelitian ilmu linguistik.

Daftar Referensi
http://www.nesoindonesia.or.id/tinggal-di-belanda/bahasa-belanda diakses pada 26 April 2015
Kushartanti, dkk (ed.). 2005. Pesona Bahasa: Langkah Awal Memahami Linguistik. Jakarta: Gramedia.
Salverda, Reinier. 2005. “Dutch Studies Language” The Year’s Work in Modern Language Studies,Vol. 67.
Van Essen, Arthur. “Language Teaching and Bilingual Education in the Netherlands” dalam http.www.celelc.org.projects_Past_Projects_TNP_LanguagesTNP1_resourcesSP6NatRepNL.pdf