673. PERTANIAN WUJUD NYATA INOVASI BELANDA PADA ELEMEN TANAH

Penulis : SHOFWATUL FADILAH
Tema : Earth
=========================================================================================================================================================

image002
Gambar 1. Distribusi tipe tanah di Belanda

Belanda merupakan salah satu negara yang berada di Eropa bagian barat dimana hampir setengah negara ini berada di bawah laut. Bahkan ada yang menyatakan bahwa hampir 2/3 bagian dataran Belanda ada di bawah permukaan laut. Padahal luas keseluruhan negara Belanda hanya sekitar 41.528 km2 dengan luas perairannya mencapai 7.750 km2. Sebagian besar tanah di Belanda di dominasi oleh tanah pasiran dan tanah liat dari lautan yang diperoleh dari proses fluvial, glasial dan eolian. Rata-rata curah hujan di Belanda sekitar 800 mm per tahun. Jumlah curah hujan tersebut relatif kecil karena berdasarkan letak geografisnya Belanda berada di daerah subtropis yang memiliki 4 musim, sehingga kegiatan selama musim dingin terhenti. Berdasarkan kondisi tersebut, Belanda mengalami kendala pada pengembangan pada beberapa sektor terutama pertanian. Sejarah berkembangnya pertanian di Belanda tidak begitu saja terjadi dengan mudah. Perkembangan pertanian di Belanda membutuhkan waktu yang lama.

Pada abad ke-10 sebagian besar provinsi Zealand mengalami reklamasi dari laut dan danau dengan membuat beberapa saluran pengairan seperti The Green Heart yang berada di antara kota Amsterdam, Utrech dan Rotterdam. Selain itu juga dilakukan pembuatan beberapa tanggul banjir dan saluran drainase. Pembuatan saluran drainase itu merupakan salah satu cara untuk mendukung upaya rekayasa pemebentukan tanah liat yang berguna untu meningkatkan pertanian. Pada abad ke-15 dari tanah hasil reklamasi di Zealand (daerah provinsi Limburg) menghasilkan 1500 kg per hectar gandum. Hal ini membuat Belanda mencapai tahap “Golden Age”.

Awal abad ke-17 tanah gambut mulai digunakan sebagai bahan bakar. Tanah gambut ini berasal dari daerar pesisir yang dihasilkan dari proses pengeringan air danau. Danau yang berisi air dilakukan drainase yang akan menghasilkan dua jenis tanah yaitu tanah gambut dan tanah liat, kemudian tanah liat inilah yang digunakan sebagai lahan pertanian. Sampai tahap ini Belanda berhasil membuat tanaman tembakau menjadi salah satu komoditas pertanian yang unggul sampai abad ke-20.

Pada abad 19 lahan pertanian di Belanda sudah mencapai 15 ha dengan jumlah petani sekitar 600.000 pekerja. Pada waktu itu pertanian mulai berkembang hingga menambah komoditas unggulan berupa kentang, susu sapi, pengolahan berbagai jenis pupuk. Pada abad ini pupuk mulai digunakan sebagai agen penyubur tanah untuk meningkatkan produktivitas. Sejak tahun 1950, peningkatan di sektor pertanian dipengaruhi oleh CAP ( CommonAgricultural policy) dari European Economic Comunity) yang memfokuskan pada intensifikasi lahan pertanian. Pada tahun ini mulai dilakukan perluasan lahan pertanian khususnya dibagian selatan dan timur negara Belanda. Kemudian sektor pertanian Belanda terus mengalami perkembanagn sampai sekarang. Perluasan lahan pertanian kemudian didukung dengan adanya kincir angin dan pembuatan kanal-knal. Belanda banyak mendirikan kincir angin dan kanal, dimana salah satu fungsi kincir angin tersebut untuk mengeringkan air danau, sehingga sampai saat ini banyak ditemui kincir angin dan kanal-kanal indah sebagai pusat pariwisata disana. Daerah Belanda yang tingginya berada di bawah permukaan air laut pasang, daerah ini dapat ditempati dengan berkat adanya tanggul dan pompa dengan memanfaatkan kincir angin untuk mengeringkan lahan : air tanah itu di pompa keluar lahan yang di namakan dengan polder. Adanya angin secara teratur menjamin pompa itu dapat berfungsi secara teratur menjamin pompa itu dapat berfungsi secara teratur pula. Sejak berabad-abad Belanda secara massive telah menggunakan kincir angin baik untuk menggiling gandum maupun untuk memompa air demi mengeringkan negerinya yang lebih rendah dari laut

Pertanian sendiri merupakan kegiatan menghasilkan biomassa. Pada kegiatan pertanian diperlukan beberapa komponen pendukung tumbuhnya tanaman seperti kualitas kandungan hara tanah, ketersediaan cahaya matahari dan kesusuaian tanaman dengan iklim sekitar. Hal tersebut yang menjadi tantangan besar negara Belanda dalam mengembangkan sektor pertanian. Akan tetapi di balik semua keterbatasan yang dimiliki, sektor pertanian di negeri Belanda menunjukan prestasi yang luar biasa. Sektor pertanian merupakan kekuatan pendorong perekonomi Belanda. Industri pertanian pangan memberikan kontribusi sebesar 20% dari total nilai ekspor Belanda serta memberikan nilai tambah terhadap PDB (Pendapatan Domestik Bruto) sebesar 52,5 milyar euro. Belanda adalah eksportir produk pertanian terbesar kedua di dunia setelah Amerika Serikat, sebuah negara berukuran dua ratus kali lipat ukuran Belanda.

Penggunaan lahan di Belanda didominasi oleh penggunaan lahan sebagai peranian. Hampir 56% tanah pertanian digunakan untuk agrikultur dan selebihnya berupa padang rumput untuk peternakan. Untuk menghadapi tantangan cuaca, petani Belanda umumnya melakukan budidaya di bawah rumah kaca (greenhouse). Pada tahun 2010, tercatat lebih dari 10 ribu hektar rumah kaca. Penggunaan rumah kaca di Belanda telah dikombinasikan dengan inovasi di bidang energi, hingga rumah kaca pun mampu menghasilkan sekitar 10 persen dari kebutuhan listrik nasional. Efisiensi energi juga diterapkan di rumah kaca, hingga menghasilkan lebih banyak energi daripada yang konsumsi. Tomat, paprika dan mentimun adalah hasil utama dari budidaya dalam rumah kaca. Produk andalan lain adalah kentang, jagung, barley, bit dan bawang.
Tahun 2011 Belanda mampu menjadi negara peringkat 2 untuk negara pengekspor produk pertanian terbesar didunia dengan nilai ekspor mencapai 72,8 miliar Euro. Produk andalannya adalah benih dan bunga. Sektor pertanian merupakan pendorong utama ekonomi di Belanda dengan menyumbang 20% pendapatan nasionalnya. Kemajuan sektor pertanian Belanda tidak hanya berfokus pada optimalisasi keuntungan namun juga sangat memperhatikan keberlanjutan dan keramahan lingkungan. Tahun 2012 tercatat nilai ekspor pertanian Belanda sebesar 75,4 milyar euro. Di pasar internasional, Belanda memasok 22 persen dari ekspor kentang dunia. Sedangkan di pasar Eropa, Belanda memasok seperempat dari sayuran yang dijual di Eropa. Produk utama yang dihasilkan adalah berbagai jenis tanaman agrikultura, bunga, unggas, sapi perahan juga ternak babi.

Belanda sangat menghargai orang yang bekerja di bidang pertanian karena dianggap bahwa petani memegang peranan utama dalam proses produksi pertanian. Setiap petani di Belanda memiliki kewenangan untuk menjual produk pertanian mereka dengan tingkat harga yang memuaskan. Mereka menggunakan metode yang inovatif dan berkelanjutan dalam arti bertanggung jawab terhadap lingkungan sosial dan kelestarian alam. Sektor pertanian Belanda sangat didukung oleh infrastruktur yang sangat memadai, serta industri pengolahan makanan, perdagangan dan logistik berbasis teknologi tingkat tinggi. Pertanian Belanda berhasil mempertahankan keunggulannya di pasar internasional dengan terus berinvestasi dalam inovasi produksi pertanian

Referensi :
Agriculture_in_Netherlands.pdf
Embassy of the Kingdom of the Neterlands in Beijing. 2005. Holland, Powered By Innovation. Beijing : Press and Cultural Department

http://edukasi.kompas.com/read/2015/03/05/02461531/Perlu.Belajar.dari.Belanda.Negara.yang.Tak.Ada.Apa-apanya.

http://dhodysblog.blogspot.com/2013/03/negara-pertanian-dunia.html

http://ekasarihandayani.blogspot.com/2011/06/belanda-sang-negeri-kincir-angin.html

http://nofrizalmayuyu.blogspot.com/2013/05/gebrakan-dari-negeri-tenggelam.html