675. Akulah Api dan Kaulah Angin Duhai Belanda

Penulis : DERRY OKTRIANA
Tema : Fire
=========================================================================================================================================================

image001

Di dalam hidup ini, penyandingan sesuatu yang berkebalikan senantiasa menjadi rujukan untuk memberi keinsyafan tentang hakikat dan makna. Entah itu antara langit dan bumi, air dan api, bulan dan matahari hingga hidup dan mati. Lantas adakah pelajaran tentang hakikat kehidupan pada kalimat ‘Akulah Api dan Kaulah Angin Duhai Belanda?’ Tentu saja ada, minimal bagi diriku sendiri, gadis kelahiran suatu negara yang disebut-sebut telah dijajah sekitar 350 tahun oleh Belanda. Kaitan historis itu pula yang membuat judul tulisan kali ini seolah tak masuk akal, ianya lebih layak ditulis dengan judul ‘Akulah Bumi Nusantara dan Kaulah Api Penjajahan’. Tapi malam ini, salah satu inovasinya berhasil melahirkan Belanda sebagai Sang Negeri Kincir Angin yang menyulut api kebangkitan dalam diriku. Are you curious? Then here we go…

Belanda merupakan sebuah negara dengan populasi hampir 17 juta jiwa yang sekitar 25 ribu diantaranya dikategorikan homeless karena tidak memiliki alamat yang pasti, tidur di pinggir jalan, tempat penampungan atau bangunan publik lainnya. Memang terkesan jauh lebih baik dibandingkan Indonesia dengan total hampir 250 juta jiwa sedangkan lebih dari 28 juta jiwa diantaranya adalah rakyat miskin. Menyedihkan bukan? Tapi bersedih bukanlah solusi, ada gerimis inovasi dengan pendekatan psikososial yang telah dilakukan baik di Belanda maupun Indonesia.

image002

Sejak tahun 2003, dunia telah menginisiasi terselenggaranya turnamen Homeless World Cup dengan melibatkan lebih dari 30.000 tunawisma dari 70 negara. Hal ini pula yang dilakukan oleh Belanda dengan membentuk Dutch Homeless Cup. Turnamen ini berhasil merangkul para tunawisma dengan berbagai latar belakang, mulai dari mereka yang berasal dari keluarga broken home hingga para pecandu obat-obatan terlarang dan alkohol. Media between-us.com pernah melansir data mengenai suksesnya program yang dilakukan Belanda ini dalam mengembangkan skil, kompetensi, komitmen dan tentunya aktivitas positif bagi para atlet tunawisma di Belanda, diantaranya :
- 94% partisipan berhasil memperoleh motivasi baru untuk menikmati hidupnya
- 71% partisipan yang mengikuti turnamen ini secara drastis mampu merubah hidup mereka menjadi lebih baik
- 71% partisipan tetap bermain sepak bola pasca turnamen

Bahkan tak hanya sampai disitu, banyak dari partisipan yang berhasil terbebas dari kecanduan akan obat-obatan dan alkohol hingga memperoleh pekerjaan dan rumah yang layak bahkan menjadi pelatih sepak bola. Salah seorang dari mereka berkata :

“When I picked up the ID badges for the team,
I had to look at mine twice.
It really did say ‘coach’ behind my name”
Lain Belanda, lain pula Indonesia. Meski belum memiliki turnamen selevel Dutch Homeless Cup, Indonesia melalui Rumah Cemara, sebuah Homeless World Cup Partner ikut mengirimkan atletnya pada turnamen di Chile 2014 lalu. Salah seorang atlet tunawisma asal Indonesia yang pernah menjadi pecandu narkoba mengatakan dengan nada yakin sebagaimana dilansir dalam laman resmi HomelessWorldCup.org :

“Everyone has a chance to move on and have a chance to a new life”

image003

Kalimat yang menyimpan napas pembaharuan dan api semangat tuk berubah dan bangkit. Seolah tak ada hal yang tak mungkin tuk ditaklukkan, hanya butuh secercah kepercayaan dan kesempatan. Karena sungguh, banyak dari mereka di luar sana yang ingin berubah, memiliki banyak mimpi tuk berkarya dan memanfaatkan seluruh elemen yang ada. Tapi apalah daya bila elemen dalam diri saja tak berhasil dinyalakan? Bukankah seluruh elemen entah itu udara, tanah, air ataupun api dalam artian sesungguhnya menjadi sia-sia bila ‘api’ semangat dalam diri telah padam mendahului? Siapa pula yang mampu berinovasi bila semangat meneliti dan memperbaharui telah sirna dalam hati? Ayolah padamkan api balas dendam terhadap penjajahan Belanda. Lebih baik biarkan Belanda menjadi angin yang semakin menyalakan kobaran semangat kita tuk menyentuh hati para generasi muda dengan pelbagai persoalan mereka masing-masing dengan pendekatan psikososial diantaranya Indonesian Homeless Cup, hingga seluruh pelita api tersebut mampu bersatu dan menjelma menjadi matahari Indonesia bagi dunia.

Akhirul kata,
Selamat menyalakan api dalam dirimu Nusantara, terima kasih Belanda!

References

http://countrymeters.info/en/Netherlands

http://www.cbs.nl/en-GB/menu/themas/veiligheid-recht/publicaties/artikelen/archief/2015/stijging-aantal-daklozen-lijkt-voorbij.htm?RefererType=RSSItem

https://www.homelessworldcup.org/groups/netherlands

http://www.between-us.com/486/sports-success-factor-for-social.htm

www.bps.go.id/

https://www.contributoria.com/issue/2014-11/54044cdf9c9b2e5339000056

Pictures
1. http://uniqpost.com/wp-content/uploads/2013/04/foto-karya-ron-buis.jpg
2. http://www.between-us.com/486/sports-success-factor-for-social.htm
3. https://www.homelessworldcup.org/news/the-emerald-of-a-new-life-2