677. SEMANGAT “BERJUANG MEMBANGUN NEGARA” DARI NETHERLAND

Penulis : Mira Kusumawati
Tema : Air
=========================================================================================================================================================

Sumber Referensi : National Geographic “Holland’s Barriers To The Sea”

Dalam kehidupan sangat penting akan pemahaman mengenai Yin dan Yang keseimbangan akan segala unsur yang ada di bumi. Tuhan memang telah menciptakan dunia ini dengan seimbang “Dan langit telah ditinggikan-Nya dan Dia ciptakan keseimbangan” (QS. Ar-Rahman :7). Dari ayat Al-Quran tersebut sangatlah jelas jika alam semesta memang telah diciptakan dengan seimbang, akan tetapi manusia memanglah sesuai dengan tabiatnya yang “serakah” yang mana karena kelakuannya tersebut membuat alam ini menjadi tidak seimbang yang bahkan hal ini juga telah Tuhan yang dijelaskan di Al-Qur’an
“ Agar kamu jangan merusak keseimbangan itu” (QS Ar-Rahman : 8). Namun dalam ayat selanjutnya “dan tegakkanlah keseimbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi keseimbangan itu” (QS Ar-Rahman :9) hal ini secara implisit merupakan janji Allah yang mana jika manusia mengegakkan keseimbangan maka Tuhan akan tetap memberikan alam yang ramah bagi manusia.

Pembangunan suatu Negara yang baik juga harus memperhatikan hal itu agar keseimbangan tetap tercapai. Menjaga keseimbangan alam sama halnya dengan bersabahat dengan alam. Belanda rupanya telah mengenal jika tetap memperhatikan keseimbangan alam maka alam akan membalas baik pula.
Belanda sangat sadar letak georafisnya tidaklah bagus, Belanda dikelilingi air bahkan daratannyapun sangat rendah, hal ini menjadikan mudah terjadi pasang air laut yang bisa mengakibatkan banjir. Tanah yang dimiliki Belanda sangat sempit , padahal untuk hidup, manusia membutuhkan tanah. Kekurangan lahan akibat letak geografis tidaklah menjadikan Belanda menyerah untuk membangun Negara.

Pembangunan Belanda untuk memperoleh cukup lahan merupakan cara yang bisa dibilang modern pada masa itu, Belanda tidak melakukan usaha yang merusak alam akan tetapi membangun dengan menggunakan potensi alam. Para teknisi Belanda menemukan ide untuk membangun DAM dengan memblok laut yang berbatasan dengan daratan dengan menggunakan batu dan pasir yang mana bisa melindungi daratan dari air laut. Belumlah cukup dengan hal itu saja karena daratan Belanda masih belum kering dan belum bisa digunakan, selanjutnya Belanda membangun kincir angin untuk mengeringkan daratan, hal ini sangat mengesankan karena membangun alam dengan menggunakan bantuan dari alam. Pada akhirnya dengan hal itu daratan Belanda bisa digunakan sebagai lahan , terlebih bisa di jadikan sebagai lahan untuk produksi pertanian.

Belanda memang sebuah Negeri yang ajaib, bukan saja Belanda struggle untuk memitigasi kekurangan yang dimiliki. Belanda juga sadar kelemahan bisa menjadi sebuah potensi yang besar, seperti laut yang dimiliki. Belanda kini kaya dengan hasil ikannya yang melimpah (National Geographic: Holland’s Barriers To The Sea). Lahan hasil pengeringan lautpun bisa menjadi ladang pertanian subur bagi Belanda yang pastinya memiliki banyak kekurangan dibanding lahan yang memang untuk pertanian. Laut yang seharusnya menjadi ancaman bagi Belanda juga diubahnya menjadi sungai sungai yang cantik dan sebagai pembangkit listrik.

Global Warming kini menjadi sebuah ancaman besar bagi seluruh Negara di Dunia, cairnya es akan berdampak naiknya permukaan air laut. Sejak awal diketahui bahwa daratan Belanda ada yang sejajar laut dan adapula yang lebih rendah dari laut, Global warming adalah ancaman yang serius bagi Belanda. Namun bukan Holland namanya jika tidak bisa menyelesaikan masalah tersebut dan menemukan solusi atas masalah tersebut. Proyek “Maeslant Barrier” merupakan proyek terkini yang memadukan DAM dengan menggunakan teknologi canggih yang merupakan hasil pemikiran dari teknisi Belanda.

image002
Gambar 1: Maeslant Barrier (sumber: National Geography “Holland’s Barriers To The Sea)

Sangat tercengang memang dan takjub akan semua effort yang Belanda lakukan. Bagaimana bisa ancaman bisa menejadi sebuah potensi, bagaimana bisa membuat dam yang sangat canggih dan beroperasi dengan tanpa merusak alam, yang dalam hal ini membuat belanda tampak menjadi Negara dengan memadukan alam dan teknologi yang tinggi serta masih tetap memerlakkan alam sebagaimana mestinya.
Tapi apakah kita harus terus tercengang dan mengagumi berbagai upaya yang dilakukan negaranya untuk tetap survive . Bukan saatnya seperti itu, sudah saatnya Indonesia tidak hanya meratapi nasib “terbelakang akibat lama dijajah” tetapi berjuang untuk membangun Negara dan segala kecanggihan yang kini dihasilkan oleh berbagai Negara Barat menjadi suatu pelajaran beharga terutama dari Belanda. Setiap tahun ketika musim hujan selalu terdengar “Banjir di daerah A,B,C” padahal Negara ini merupakan Negara yang sangat masih bisa diandalkan alamnya untuk menampung air hujan. Setiap tahun Negara ini menghasilkan ribuan sarjana teknik, lalu kemana mereka? Jika banjir saja masih tidak bisa diatasi. Sudah saatnya Indonesia bangkit. Upaya Belanda dalam mengendalikan air patut untuk dijadikan model rujukan untuk pembangunan di Indonesia.

Tanah hasil pengeringan laut dapat dimafaatkan dengan baik oleh Belanda lalu Indonesia yang terletak di antara lempeng tektonik yang menjadikan Negara ini ”ring of fire” yang berimplikasi tanahnya subur untuk pertanian, dimana saja kita jika masih banyak sekali produk pertanian yang di impor? Sudah saatnya bersyukur dengan kondisi Negara ini yang jauh lebih baik dan memaksimalkan potensi tanah yang luas dan subur yang kita miliki. Negara ini sebagaian besar adalah laut, bahkan sangat kaya akan kekayaan hayati namun nelayan masih tidak sejahtera, ikan hasil tangkapan masih belum maksimal. Dimana para sarjana lulusan perguruan tinggi ? kenapa banyak yang sudah berpendidikan tinggi tetapi rakyat masih belum makmur. Indonesia harus mulai bangkit.
Generasi Indonesia memiliki potensi yang cukup besar sayang masih terkungkung dalam “Bahasa Indonesia” , sayang masih terkungkung “rasa kurang percaya dan menganggap Barat hebat”. Sudah saatnya Generasi XYZ Indonesia membuka mata akan kejaiban dunia saat ini, yang mana pembangunan segala bidang telah memadukan teknologi dan tetap memperhatikan keseimbangan alam jika ingin berhasil. Pembangunan yang baik bukanlah memusuhi alam atau berupaya menakhlukkan alam, akan tetapi berusaha berpadu dengan simphoni alam.

Referensi:
1. National Geography Video Documenter “Holland’s Barriers to The Sea”.
2. http://Wikipedia.org/geography_of_the_netherlands
3. http://Wikipedia.org/wiki/delta_works