682. Dia Sang Pengendali Air

Penulis : NURUL RAHAYU
Tema : Water
=========================================================================================================================================================

Yang mungkin terlintas dalam benak kita, Belanda adalah negara yang berada di atas air serta di bawah air. Hal itu menjadikan Belanda berbeda dengan Negara lain. Belanda selalu membuat inovasi bagi negerinya dalam mengatasi berbagai situasi. Salah satunya dalam bidang air. Jika kita menoleh ke belakang, dulu Belanda selalu diancam akan bahaya banjir. Ketika musim penghujan datang, orang Belanda selalu khawatir akan tempat tinggalnya yang direndam oleh air. Namun, karena adanya kemauan dan kerja keras yang tinggi, Belanda mampu merubah negerinya menjadi tempat tinggal yang nyaman bagi orang Belanda. Air yang sebelumnya menjadi ancaman bagi mereka, kini berubah menjadi sahabat bagi mereka. Semua itu terdengar seperti sebuah sulap.

Kepentingan dalam memberikan perlindungan terhadap penduduknya, hal ini menyebabkan Belanda menumbuhkan sebuah Kementerian khusus yang bertanggungjawab dalam perlindungan terhadap banjir. Adapun cara-cara yang dilakukan Belanda demi memberikan perlindungan bagi penduduk dari ancaman banjir, antara lain:
- Dike (bahasa Belanda dijk) yaitu suatu embankment atau dinding yang dibinakan untuk menahankan air dari tanah banjir. Bentuknya memang sangat cantik dan memiliki nilai arsitektur yang tinggi. Tempat ini digunakan sebagai tempat pengerukan lumpur, sehingga membuat tempat ini tercemar. Namun, pemerintah telah mengantisipasi dengan membangun tanggul setinggi 10 meter dengan diameter 1 km yang berfungsi untuk meminimalisasikan pencemaran terhadap lingkungan di sekitarnya.

image001
Gb. IJsseloog Ring Dyke

- Polder yaitu sebuah kawasan tanah yang mempertahankan dari banjir. Polder ini mampu mengendalikan banjir dan genangan akibat aliran dari hulu. Namun, system kerja polder masih bergantung pada pompa. Jika pompa mati, maka kawasan akan tergenang serta biaya pengoperasian dan pemeliharaannya sangat mahal.

image002
Gb. Sistem kerja Polder

- Sluice (bahasa Belanda sluis atau zijl). Sluice atau pintu air yang berfungsi untuk mengatur air dengan system buka tutup. Jika flap longgar, maka air akan diberikan pada low tide, namun sebaliknya pada hige tide akan menutup. Setiap kali badai berlangsung, diperkirakan gerbang dapat berayun dan dapat menurunkan dasar beton dengan membuka kran. Tapi setelah itu air bisa dipompa melalui katup sehingga gerbang bisa melayang lagi ke pantai.

image003

image004
Gb. Eastern Scheldt Storm Surge Barrier

- Dam, dibangun horisontal sungai yang menghubungkan antar pulau satu kepulau lain sehingga, aliran air pasang tidak tembus kedaratan. DAM-DAM tersebut bekerja secara otomatis. Hal ini disebabkan adanya alat pendeteksi tinggi muka air yang ditempatkan pada titik-titik tertentu dekat DAM tersebut, sehingga hanya dengan sensor pintu-pintu air tersebut mampu menutup sendiri tanpa harus dioperasikan oleh manusia ketika terjadi pasang.

image006
Gb. Peta Dam

image005
Gb. Haringvliet Dam

Sumber :

http://pepyanastasia.blogspot.com/2010/11/tanpa-bendungan-belanda-hancur.html

http://rosiyanto.blogspot.com/2010/11/cara-belanda-menanggulangi-banjir.html

https://lenidisini.wordpress.com/2010/04/07/belanda-banjir-dan-delta-works/