687. Mengapa Harus ke Belanda?

Penulis : ARPANI
Tema : Water
=========================================================================================================================================================

Kalau Jakarta dan kota-kota besar lain di Indonesia sampai saat ini masih berkutat dengan masalah banjir di musin hujan dan kekeringan di musim kemarau, nampaknya kita harus mengakui dan berbesar hati untuk jangan malu-malu berguru ke negara yang dulunya pernah sangat dekat dengan kita walaupun dalam konteks berbeda yaitu Belanda.

Belanda yang secara geografis kurang beruntung karena 20% wilayahnya, dan 21% populasinya berada di bawah permukaan laut dan 50% tanahnya kurang dari satu meter di atas permukaan laut sehingga cocok dinamakan Nederland yang artinya “negeri berdaratan rendah.” Belanda adalah negara kecil dengan keterbatasan sumber daya alam. Belanda tidak punya hutan lebat sebagai paru-paru dunia seperti yang kita punya di Sumatera, Kalimantan, dan Papua. Belanda tidak punya gunung-gunung yang menghijau seperti Semeru, Rinjani, atau Kerinci.

Karena kondisi geografis yang kurang menguntungkan, bisa dipastikan musuh utama Belanda adalah banjir. Perjuangan Belanda melawan banjir telah berlangsung ratusan tahun. Lebih dari saratus banjir telah melanda Belanda dimulai 26 Desember 838. Salah satu bencana banjir yang paling besar yang disebut Major Flood terjadi pada Sabtu malam tanggal 31 Januari 1953 sampai Senin pagi tanggal 1 Februari 1953. Banjir besar ini telah meluluhlantakkan infrastruktur dan sendi-sendi kehidupan negeri termasuk juga korban sebanyak 1836 jiwa. Banjir ini juga menyapu negara-negara tetangga seperti Inggris, Belgia, dan Skotlandia dengan korban ratusan jiwa.

image004

image002
Gambar 1 dan 2 menggambarkan Major Flood tahun 1953

http://www.eoi.es/blogs/imsd/files/2015/02/6a00d8341c90b153ef017ee4e632f1970d.jpg

Dengan kondisi yang ada, Belanda justru lebih inovatif dalam melahirkan proyek-proyek pencegah banjir yang justru menjadi icon Belanda dan percontohan bagi negara lain. Belanda adalah negara yang tidak pernah berhenti berinovasi. Tak heran kalau seorang Filsuf Perancis Rene Discartes memuji Belanda dengan ungkapan indah “God Created the World, but Dutch Created Holland”. Menurut sumber www.government.nl, pemerintah Belanda membuat 35 proyek inovatif tentang tata kelola air dan telah diterbitkan untuk menandai Hari Air Dunia (World Water Day) yang diberi judul Water Innovation in Netherlands. Proyek ini adalah usaha kerjasama antara Kementrian Infrastruktur dan Lingkungan, Rijkswaterstaat dan Asosiasi Pengelola Air Belanda. Proyek banjir ini dikenal dengan Proyek Delta (Delta Project) dalam bahasa Belanda Deltawerken.

Seperti diketahui 2/3 dataran Belanda ada di bawah permukaan laut, Proyek Delta dibangun untuk menjaga agar setiap orang aman dari ancaman banjir dan untuk mencegah terjadinya lagi wabah banjir seperti tahun 1953. Proyek Delta terdiri dari pembangunan bendungan, tanggul pengukur ketinggian air, pintu air, tanggul, dermaga, dan penangkal badai. Proyek Delta dibangun hampir selama 5 dekade dan menjadi salah satu upaya pembangunan terbesar dalam sejarah peradaban umat manusia. American Society of Civil Engineers menetapkan proyek Delta sebagai salah satu tujuh keajaiban dunia modern. Pencapaian ini juga sebagai bukti bahwa Belanda memiliki inovasi yang sangat tinggi.

image007
Gambar 3 Delta Works

http://www.neeltjejans.nl/en/delta-works/

Keberhasilan proyek Delta Works tidak lepas peran Water Board. Anggota dewan perairan adalah orang-orang yang langsung merasakan manfaatnya yaitu umumnya para petani. Karena struktur organisasi lambat laun akan lebih kompleks dan meluas dalam hal masalah yang akan dihadapi, dewan perairan juga diisi oleh orang-orang yang berminat untuk mengawasi tingkat ketinggian air pada lahan mereka sehingga sehingga yang pertama muncul adalah dewan permainan. Pertama-tama, dewan perairan akan mengawasi lahan yang kecil, satu polder atau tanggul. Kemudian mereka akan berlanjut ke lahan yang lebih besar. Pada dasarnya setiap dewan perairan berbeda satu sama lain dalam organisasi, tenaga dan area yang mereka tangani. Di pertengah abad ke 20, ada kira-kira 2700 dewan pengawasan air. Setelah digabung, hanya tinggal 27 dewan perairan yang tersisa. Ada aturan lama “Whom the water hurts, he the water stops” yang artinya siapa yang tinggal tanggul, dia harus bayar dan merawatnya. Dengan begini diharapkan, banjir tidak akan terjadi lagi atau tidak separah dulu apabila tanggul dalam kondisi baik.

image009
Gambar 4. Water Board
Welcome to Deltawerken.com/Delta Works.Org
Proyek Delta bukanlah pekerjaan yang dirancang untuk satu atau dua ke depan tetapi memang dirancang sejak dulu kala dan dirancang untuk bertahan ratusan tahun ke depan. Disamping itu, Proyek Delta bukan hanya diperuntukkan untuk melindungi Belanda dari bencana banjir tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana rekreasi, kelestarian lingkungan, dan tempat penelitian untuk pengembangan ilmu dan teknologi.

Berikut adalah daftar Proyek Delta Works dari awal hingga akhir.
image008

Pemerintah Indonesia melalui Menteri Luar Negeri Martalegawa pada tanggal 21 Februari 2014 telah menandatangani nota kesepahaman dengan Menteri Luar Negeri Belanda Frans Timmermans mewakili Pemerintah Belanda tentang pengelolaan air termasuk manajemen banjir, kebutuhan air bersih, pertanian, dan tata kota. Menteri Natalegawa mengatakan kerjasama dalam urusan pengelolaan air ini sifatnya bukan bantuan maupun investasi, namun lebih pada optimalisasi fungsi dan kemampuan dan keahlian dalam mengelola air, baik untuk menanggulangi ancaman banjir, juga air untuk kebutuhan. Dengan ditandatanganinya nota kesepahaman antara Pemerintah Indonesia dan Belanda tentang tata kelola air diharapkan persoalan banjir dan kebutuhan air layak minum dapat teratasi dan pasokan air bersih dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat dari seluruh kalangan dan status sosial ekonomi. Dengan capaian yang gemilang dalam teknologi tata kelola air dan manajemen perairan yang telah dibuktikan oleh Belanda melalui Delta Works, sudah saatnya kita berguru ke Belanda. Mudah-mudahan usaha ini akan sangat bermanfaat bukan hanya saat ini tetapi untuk anak cucu kita nanti. Dengan modal sumber daya alam yang melimpah dan sumber daya manusia, kita harusnya mampu mengolah sumber air untuk kesejateraan hidup orang di negeri ini.

Sumber:

http://en.wikipedia.org/wiki/North_Sea_flood_of_1953

http://anggunsugiarti.blogspot.com/2012/02/belajar-dari-sistem-polder-negara.html

http://en.wikipedia.org/wiki/flood_control_in_the_Netherlands

http://www.government.nl/issues/water-management/water-top-sector/delta-technology

http://www.voaindonesia.com/content/ri-belanda-jalin-kerja-sama-bidang-tata-kelola-air/608581.html

http://edukasi.kompas.com/read/2015/03/05/02461531/perlu belajar dari Belanda Yang Tak ada apa apanya

http://id.wikipedia.org/wiki/Belanda