690. 3Di, Aplikasi Canggih “Peramal” Banjir

Penulis : LINDA NURUL OKTAVIANTY
Tema : Water
=========================================================================================================================================================

Belanda. Semua orang Indonesia yang pernah mempelajari sejarah nusantara pasti tahu nama itu. Belanda memang memegang peranan yang besar bagi sejarah pembentukan Indonesia. Secara tak langsung, Belanda turut berpengaruh dalam proses penyatuan seluruh suku-suku yang ada di nusantara dengan bangkitnya rasa nasionalisme di kalangan mereka sehingga menjadi suatu bangsa yang utuh dengan satu bahasa persatuan. Indonesia.

Namun, apakah Belanda dikenal hanya dari sejarah penjajahannya saja? Sebagai orang awam, awalnya saya hanya mengetahui Belanda sebatas sebagai salah satu bangsa petualang yang pernah singgah di negeri ini. Tapi, tahukah Anda, prestasi apa saja yang sudah diraih Belanda? Jawabannya: banyak sekali. Kita akan dibuat terkejut dengan berbagai penemuan-penemuan canggih di dunia ini yang ternyata banyak ditemukan oleh para ilmuwan Belanda. Selama ini, negeri kincir angin tersebut memang dikenal karena inovasi-inovasinya yang hebat, termasuk kontribusinya terhadap pengembangan peta dunia modern dan pemetaan astronomi (stellar kartografi) di abad penemuan (Age of Discoveries).

3Di Waterbeheer (water management/pengelolaan air) merupakan sebuah instrumen pengelolaan air tiga dimensi (3D) untuk membantu operasional manajemen pengelolaan perairan, manajemen bencana, dan desain tata ruang. Program ini didesain untuk proses pengambilan keputusan, khususnya bagi manajer dan ahli perairan, desainer tata ruang, pihak pengembang, maupun pejabat terkait setempat yang berwenang membuat kebijakan. Tidak hanya itu, alat ini juga bisa digunakan bagi organisasi-organisasi yang menangani masalah bencana—khususnya banjir—agar dapat diambil keputusan secara tepat dan cepat.

3Di dirancang dengan menggunakan perhitungan hidrolik yang detil dan sangat cepat sehingga memberikan hasil 3D yang akurat dan visualisasi yang realistis, persis seperti keadaan yang sebenarnya. Dengan resolusi yang tinggi, pengguna dapat mengenali gedung, jalanan, taman, dan area penyimpanan air dengan mudah. Sekilas, 3Di ini memang seperti permainan video game dengan grafis yang tinggi dan tingkat kehalusan yang menyerupai aslinya. Program ini bisa diaplikasikan pada touch-table dan iPad.

image001
Gambar 1. Pengaplikasian 3Di pada meja sentuh (touch-table)
Sumber: http://www.3di.nu

Cara kerja program ini yaitu dengan memperlihatkan titik-titik lokasi yang akan dijadikan model pengamatan. Sudut pandang pengamatan terletak di atas dan bisa diubah-ubah, seperti ketika sedang menggunakan google map. Kemudian simulasi air akan dialirkan sesuai skenario kejadian, misalnya ketika air laut tiba-tiba mengalami pasang yang tinggi atau tanggul yang pecah hingga berpotensi menyebabkan banjir. Kemudian air akan mengaliri tempat-tempat rawan banjir dan terus mengalir menuju tempat yang lebih rendah. Dalam hal ini, kondisi model di layar akan menggambarkan ukuran keadaan yang sebenar-benarnya seperti ukuran tinggi tiap-tiap bangunan secara perspektif dan kondisi lain di sekitarnya, sehingga dapat meramalkan kemungkinan-kemungkinan yang akan dialami seandainya terjadi bencana banjir yang parah. Oleh karena itu, para ahli pengelolaan air dapat mengambil langkah-langkah preventif untuk mencegah aliran air masuk ke titik-titik yang vital seperti pemukiman penduduk dan jalan umum. Mereka juga dapat bekerja sama dengan desainer dan pengembang tata ruang dalam menentukan dan membuatkan area-area yang berguna untuk mengalihkan air agar tidak sampai memasuki titik-titik vital tadi. Dengan perangkat yang canggih ini, memungkinkan para pembuat keputusan di bidang terkait untuk memvisualisasikan dampak dari langkah-langkah yang diusulkan dalam berbagai skenario iklim.

image002
Gambar 2. Tampilan realistik 3Di
Sumber: http://www.government.nl

image003
Gambar 3. Tampilan skenario model pada 3Di
Sumber: https://www.deltares.nl

Sebuah model dari area yang dijadikan pengamatan oleh 3Di ini memiliki satu atau bahkan beberapa lapisan model. Lapisan-lapisan tersebut antara lain:
• Lapisan medan raster (raster terrain layer), yaitu lapisan yang berfungsi untuk skenario banjir dan curah hujan.
• Lapisan subsoil (lapisaan tanah bagian bawah) raster (raster subsoil layer), yaitu lapisan untuk skenario kadar air pada tanah dan air tanah (groundwater).
• Lapisan jaringan perairan terbuka 1D (1D open water network layer), yaitu lapisan yang berguna untuk mengetahui berbagai kondisi aliran air untuk dilakukan tindakan-tindakan yang bertujuan mengarahkan aliran air tersebut, seperti membuat bendungan, gorong-gorong, dan jembatan.
• Lapisan jaringan selokan 1D (1D sewer network layer), yaitu lapisan yang berfungsi untuk mengetahui dan mengatur sistem pembuangan air pada selokan sehingga air yang mengalir dapat langsung tersalurkan ke dalam lubang selokan dan terkuras hingga habis.

Tdak hanya bisa meramalkan kondisi banjir yang akan datang, program ini juga dapat digunakan untuk melihat peristiwa-peristiwa banjir di masa lalu. Misalnya untuk melihat model banjir Laut Utara (North Sea flood) yang terjadi pada tahun 1953. Banjir Laut Utara adalah bencana banjir terbesar setinggi lebih dari 5,6 meter yang pernah melanda empat negara sekaligus, yaitu Belanda, Belgia, dan dua negara bagian Britania Raya—Inggris dan Skotlandia—selama dua hari berturut-turut, dimulai pada 31 Januari hingga 1 Februari 1953. Belanda yang sebagian besar daratannya berada di bawah permukaan laut, adalah negara yang menderita kerusakan paling parah akibat bencana tersebut dibandingkan dengan tiga negara lainnya. Rekam jejak ini bisa dimanfaatkan untuk mempelajari penyebab terjadinya banjir besar tersebut dan membantu menemukan solusi penanganan terbaik jika sewaktu-waktu terjadi hal serupa di masa depan. Wah, mungkin juga bisa digunakan untuk melihat proses tsunami besar di Aceh tahun 2004 silam ya

3Di merupakan pengembangan dari program serupa yang sudah terlebih dahulu ada, yaitu SOBEK dan D-Flow Flexible Mesh dengan keunggulan seratus kali lebih detil dan seratus kali lebih cepat. Pengembangan program ini memakan waktu sekitar 4 tahun yang dimulai sejak tahun 2009 dan melibatkan para ahli dari Universitas TU Delft, Institut Riset Deltares, dan perusahaan konsultan perairan Nelen & Schuurmans.

Dengan biaya yang murah—jika dibandingkan dengan biaya penelitian dengan cara terjun langsung ke lapangan—program 3Di ini juga memberikan informasi yang lebih mendalam dan lebih luas. Oleh karena itu, program ini sangat disukai oleh para ahli dan pengamat perairan karena sanggup menekan biaya operasional secara efisien, dan tentunya hasil yang didapat juga lebih akurat. Program ini ternyata tidak hanya digunakan di Belanda saja, namun kini juga sudah digunakan di beberapa titik lokasi di negara-negara lain seperti, sungai Mekong Vietnam, kota New York, Singapura, dan Cape Town.

Apakah kelak pemerintah Indonesia juga akan ikut menggunakan program ini untuk mengatasi bencana banjir terutama di daerah ibukota Jakarta? Kita lihat saja nanti 

Referensi:
Van Dam, Arthur dan Elgard van Leuwen. 2012. 3Di Water Management. https://www.deltares.nl/app/uploads/2014/12/3Di-Water-Management.pdf
3di.nu. (n.d). 3Di Waterbeheer. http://www.3di.nu/en/international/
Eisemann, Elmar dan Guus Stelling. (n.d). 3Di Water Management. TU Delft. http://www.tudelft.nl/fileadmin/Files/tudelft/onderzoek/environment/projectenfolder/Engels/3Di_Watermanagement_Eng..pdf
Dutchwatersector.com. (n.d). 3Di Water Management: More Insight, Low Cost. http://www.dutchwatersector.com/solutions/products/9-3di-water-management.html
Wikipedia.org. (n.d). North Sea Flood of 1953. http://en.wikipedia.org/wiki/North_Sea_flood_of_1953
Rijkswaterstaat (Ministry of Infrastructure and The Environment). 2014. Water Innovations In The Netherlands: A Brief Overview. Government of The Netherlands. http://www.government.nl/documents-and-publications/leaflets/2014/03/01/water-innovations-in-the-netherlands.html
Wikipedia.org. (n.d). List of Dutch Inventions and Discoveries. http://en.wikipedia.org/wiki/List_of_Dutch_inventions_and_discoveries
Waterbeheer, Pieter. 2014. Youtube video: Imagine. https://www.youtube.com/watch?v=gxX2rflzDjQ
Waterbeheer, Pieter. 2014. Youtube video: 3Di Reconstruction Alcatraz 720P. https://www.youtube.com/watch?v=hU4DEV_s5aU
Van Der Kliss, Hanneke. 2014. Foundation 3Di Takes water Management In The 21st Century To A Higher Plane. https://www.deltares.nl/en/news/foundation-3di-takes-water-management-21st-century-higher-plane-2/
Hydrolink. 2012. 10 Questions to Professor Guus Stelling About 3Di Water Management. http://www.3di.nu/wp/wp-content/uploads/2014/03/10-Questions-to-prof-Guus-Stelling-about-3Di-Watermanagement.pdf

Gambar:
Gambar 1: http://www.3di.nu/wp/wp-content/uploads/2014/04/aantafel2-320×176.jpg
Gambar 2: http://www.government.nl/documents-and-publications/leaflets/2014/03/01/water-innovations-in-the-netherlands.html
Gambar 3: https://www.deltares.nl/app/uploads/2014/12/3Di-Water-Management.pdf