691. Inovasi Pembangkit Energi Tenaga Angin: Cara Belanda Menciptakan Energi Berkelanjutan

Penulis : Luqman Hakim
Tema : Air
=========================================================================================================================================================

Menciptakan ketahanan energi untuk generasi masa depan merupakan salah satu tantangan global hari ini. Ketahanan energi berarti kemampuan negara menjamin wilayahnya dengan tersedianya energi yang mudah diakses, cukup, merata dan berkelanjutan Bertambahnya populasi penduduk, meningkatnya pertumbuhan kota, dan eksploitasi industri telah mendorong permintaan energi di seluruh belahan dunia. Sedangkan dari sisi pernawaran, terdapat ketidakmampuan memenuhi semua kebutuhan energi duniasehingga menimbulkan ketidaktersediaan akses memperoleh listrik, terutama mayoritas terjadi di negara berkembang. Untuk mempersempit gap permintaan dan penawaran energi serta mengatasi perubahan iklim dibutuhkan teknologi yang mampu menciptakan energi secara efesien. Melalui inovasi teknologi yang ramah lingkungan seperti geothermal, kincir angin, hydropower, dan energi surya, pembangunan energi yang berkelanjutan dapat tercapai serta memenuhi tanggung jawab dari Protokol Kyoto.

Belanda, salah satu negara pelopor inovasi pembangunan energi yang efesien. Global Innovation Index 2014 yang dirilis Cornell dan World Intellectual Property Organization menempatkan Belanda sebagai peringkat lima negara paling inovatif. Posisi geografis Belanda diuntungkan karena berdekatan dengan laut utara Eropa. Berkat kondisi kecepatan angin dan perairan yang relatif dangkal, laut utara Eropa menjadi lokasi strategis untuk industri pembangkit energi tenaga angin Belanda beroperasi. Sejak puluhan tahun yang lalu, pemerintah Belanda sangat mendukung industri pembangkit energi tenaga angin di lepas pantai yang mengingat sebagai motor penggerak utama pertumbuhan ekonomi dan inovasi Belanda. Berbagai paket kebijakan pemerintah diterbitkan untuk meningkatkan supply chain energi angin, antara lain: (1) memperkuat kemajuan teknologi tenaga angin yang efesien melalui riset dan pengembangan dan (2) menawarkan paket kerjasama pemerintah dan privat (atau lebih dikenal dengan Top Consortium for Knowledge and Innovation Offshore Wind) untuk membiayai pembangunan pembangkit energy tenaga angin

Untuk mewujudkan kondisi yang ramah lingkungan, pemerintah Belanda menargetkan peningkatan pada penggunaan konsumsi energi angin yang terbaharukan sebesar 16% pada tahun 2023. Pembangkit energi tenaga angin berperan penting dalam mencapai agenda tersebut melalui dukungan peningkatan inovasi dan kebijakan pemerintah. Inovasi ini mencangkup desain dan produksi turbin kincir angin, pembangunan area kincir angin dam perawatan mesin turbin di lepas laut, Berdasarkan kesepakatan energi nasional, Belanda sedang berusaha menurunkan biaya produksi pembangkit tenaga angin hingga 40% di tahun 2023.

Saat ini pemerintah Belanda sedang membangun pembangkit energi tenaga angin yang mampu menghasilkan output 3.450 MW untuk tahun 2023 atau lebih dikenal dengan agenda Flow Konsortium. Dalam agenda ini, setiap kicir tenaga angin yang dibangun diharapkan ini mampu meciptakan 700 MW yang setara memenuhi kebutuhan listirk untuk 100.000-300.000 rumah tangga. Kemudian, teknologi ini mampu mengurangi biaya dan risiko lebih dari 20% untuk meningkatkan kelangsungan energi angin. Hal ini dilakukan dengan maksud untuk mengurangi karbon dioksida sebesar 180.000 hingga 550.000 ton per tahun

Pabrik Pembuatan Turbin Kincir Angin Flow Konsertium
Pemerintah Belanda telah menyiapkan lokasi strategis untuk Flow Konsortium dengan tiga zona pembangunan pembangkit listrik, antara lain: (1) Laut lepas Borselle, sebelah tenggara Belanda, (2) Pesisir Selatan Belanda, (3) Pesisir Utara Belanda. Selain itu, pemerintah telah menjalin kerjasama dengan berbagai pihak universitas. Banyak program universitas di Belanda yang khusus mendidik keterampilan yang berkaitan dengan pembangkit energi tenaga aingin. TU-Delft, salah satu kampus di Belanda, berkontribusi signifikan pada riset dan pengembangan melalui program PhD. Hasil keluaran dari program TU-Delft ini ialah fokus pada pembangunan inovasi, teknologi baru, desain zona, sistem listrik tenaga pembangkit energy serta integrasi jaringan.

Desain Zona Flow Konsortium
Untuk mendukung kesuksesan pembangunan pembangkit tenaga angin lepas laut ini, Universitas Utrecht mengembangkan Konsep Sistem Teknologi Inovasi yang fokus menjelaskan karakteristik perubahan teknologi tenaga angin. Konsep ini bertujuan untuk menganalisis dan mengevaluasi pembangunan teknologi berdasarkan struktur dan indikator. Indikator keberhasilan konsep ini meliputi kemampuan pemangku kepentingan, kolaborasi dengan berbagai pihak, , dan pertukaran keahlian. Oleh karena itu, pengembangan konsep ini menitikberatkan pada riset dan pengembangan serta keterlibatan tenaga ahli dan pihak swasta untuk mengevaluasi supaya sistem ini bekerja optimal.

Pada akhirnya pembangkit energi tenaga angin menjadi pilar penting dari ketahanan energi Belanda di masa depan yang berkontribusi pada pembangunan ekonomi yang berkelanjutan. Penguatan kapasitas inovasi yang dilakukan Belanda merupakan buah dari aktivitas kolektif dan kolaborasi dengan industri dan menempatkan sistem inovasi teknologi berkelanjutan secara lebih luas. Kesuksesan Belanda dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang pesat sangat ditentukan bagaimana sistem inovasi mereka di teknologi energi tenaga angin dibangun dan berfungsi optimal. Dengan
demikian, kebijakan pemerintah Belanda sangat menekankan pentingnya inovasi dan evaluasi dalam mengidentifikasi masalah.

Keberhasilan Belanda dalam mengembangkan pembangkit energi tenaga angin dapat menginsiasi pemerintah Belanda untuk membantu negara berkembang. Hal ini sangat beralasan, penguatan kerjasama antara negara maju dan negara berkembang dalam transfer keahlian dan teknologi tenaga angin berdampak pada persediaan energi masa depan. Hal ini juga dapat dilihat sebagai peluang besar untuk mempersempit jarak kesenjangan energi serta mengurangi kemiskinan. Energi dari tenaga angin yang cenderung bersifat ramah lingkungan, dapat diandalkan, dan mudah diaplikasikan menjadi solusi tepat bagi negara berkembang untuk meningkatkan ketahanan energi, mengurangi dampak perubahan lingkungan, mengakselerasi perekonomian, serta menciptakan lapangan pekerjaan. Tentu saja, negara berkembang perlu juga memikirkan tidak hanya teknologi, keahlian, dan operasi yang efesien, tetapi juga bagaimana menemukan lokasi yang tepat untuk pembangkit energi tenaga angin ini.

Referensi
A Systemic Assesment of the European Offshore Wind Innovation https://setis.ec.europa.eu/system/files/Offshore%20Wind%20TIS%20Europe_2012.pdf
Holland Your Portal of Offshore http://www.nfia.com/images/shared/sector_OFFSHOREWIND/Holland_Your_Portal_to_Offshore_Wind_Power_flyer_Sep2014.pdf

http://heimeriks.net/Wieczorek%20et%20al%20OW%20review%202013.pdf

Wieczorek, Anna.2014. A review of the European wind innovation system. Universiteit Utrecht http://www.geo.uu.nl/isu/pdf/isu1204.pdf

http://www.offshorewind.biz/2015/01/12/connecting-offshore-wind-farms-tso-tennet-uses-german-experience-for-dutch-offshore-challenge/