696. Vic Hayes, Dari Belanda Merubah Peradaban Dunia (FINALIST)

Penulis : Sufiyati
Tema : Air
=========================================================================================================================================================

Bisa jadi, satu-satunya makhluk gaib yang tidak ditakuti dan justru menjadi incaran masyarakat modern saat ini adalah sinyal Wi-Fi. Kenapa disebut makhluk gaib? Karena ia tidak terlihat oleh mata manusia, tapi keberadaannya nyata disekitar kita.

Dulu ada ungkapan: ‘Dimana ada gula, disitu ada semut’. Sekarang ungkapan itu sepertinya harus direvisi menjadi ungkapan yang lebih kekinian: Dimana ada ‘Free Wi-Fi’, disitu berkerumun manusia.

Hadirnya Wi-Fi menjadi salah satu faktor pendorong -selain internet- berubahnya peradaban manusia. Jika dulu interaksi antar sesama banyak dilakukan dengan cara face to face, sekarang model itu digantikan oleh interaksi dalam kultur virtual. Maka muncullah virtual traveler, virtual student, virtual office hingga virtual family.
Seperti kita ketahui, Wi-Fi atau Wireless Fidelity adalah produk teknologi yang membuat proses transfer data bisa dilakukan tanpa memakai kabel. Wi-Fi bekerja menggunakan gelombang radio elektromagnetik.

Berikut ilustrasinya:
Wireless LAN bekerja seperti halnya modem ketika melakukan transfer data dari dan ke internet. Ketika peralatan wireless itu akan mengirimkan data, maka alat-alat itu akan memainkan fungsinya dengan mengubah data digital yang ada menjadi sinyal radio. Kemudian ketika menerima, peralatan-peralatan itu akan berfungsi dengan mengubah sinyal radio menjadi data digital yang kemudian diolah oleh computer atau perangkat elektronik yang lain.

image001
Sumber: http://cara-kerja-wifi.blogspot.com/

Perubahan sinyal radio menjadi data digital memakai prinsip persamaan Maxwell. Persamaan ini merupakan hasil karya James Clerk Maxwell.

Kata Maxwell, setiap ada perubahan dalam medan magnet akan menghasilkan medan listrik. Begitu juga sebaliknya. Ketika arus listrik bergerak melalui konduktor, sebagian dari energinya akan terlepas dan membentuk medan magnet di ruang bebas. Medan magnet yang muncul dari energi yang dilepaskan itu akan membentuk medan listrik juga. Peristiwa saling melepas-menciptakan ini terjadi berulang-ulang dan bergantian sampai arus listrik yang pertama terputus. Energi yang muncul dari aktifitas ini yang kemudian disebut sebagai gelombang radio atau radiasi elektromagnetik.

Transmitter bertugas menghasilkan gelombang radio. Sedang yang bertugas menangkap atau mendeteksi gelombang radio di udara adalah receiver. Supaya kedua alat ini bisa bekerja maksimal sesuai dengan fungsi masing-masing, maka kehadiran antena begitu diperlukan.

Berangkat dari persamaan Maxwell ini, ketiga alat yang dijadikan satu ini dalam peralatan wireless LAN yang membuat computer atau gadget yang lain bisa melakukan tugasnya dalam proses transfer data.

Gambar diatas hanya ilustrasi cara kerja Wi-Fi. Kemudian, seperti apakah bentuk sinyal Wi-Fi itu?

Mewakili rasa penasaran jutaan manusia tentang seperti apa sih bentuk sinyal Wi-Fi itu, seorang ahli astrobiologi yang juga mantan pegawai NASA, Dr. Browning Vogel mencoba memvisualisasikan bentuk sinyal Wi-Fi. Kira-kira seperti inilah bentuk sinyal Wi-Fi. Keberadaannya memenuhi ruang udara.

image002
Sumber:

http://gizmodo.com/what-the-world-would-look-like-if-you-could-actually-se-846030448

image003
Sumber:

http://gizmodo.com/what-the-world-would-look-like-if-you-could-actually-se-846030448

Pertanyaan yang kemudian muncul adalah: siapa yang menciptakan Wi-Fi?
Ternyata, yang menciptakan Wi-Fi bukan ahli IT dari Sillicon Valley, tapi dari Belanda. Yes! Penemu teknologi Wi-Fi adalah Vic Hayes. Beliau adalah peneliti senior di Delft Technology University, Belanda.

Bersama dengan tim-nya di IEEE Standar Workgroup, beliau menyusun IEEE 802.11, standar jaringan tanpa kabel yang kemudian dikenal sebagai Wi-Fi. Standar WLAN 802.11 yang pertama ini dirilis pada tahun 1996.

Ketika Pak Hayes menemukan perangkat teknologi ini, namanya bukan Wi-Fi tapi standar IEEE 802.11. Supaya lebih mudah diucapkan –ini salah satu alasannya- akhirnya produk ini dinamakan dengan Wi-Fi.

Banyak penghargaan yang diraih Pak Hayes terkait dedikasinya yang luar biasa. Inilah infografis tentang biografi singkat Pak Hayes.

image004

Bagaimana Pak Hayes bisa memiliki prestasi secemerlang ini? Dari kajian terhadap beberapa literatur, setidaknya ada 4 karakter yang beliau miliki yang menjadi factor utama hadirnya banyak prestasi di kehidupan beliau:
1. Memiliki passion yang kuat dibidang IT.
Kata orang tua: ‘Apapun profesi yang engkau geluti, berlakulah professional’. Sikap professional didorong oleh passion. Pak Hayes jelas memiliki passion di bidang IT. Buktinya adalah hasil dari perjuangannya yang sekarang kita nikmati yakni Wi-Fi. Banyak tantangan dan halangan yang beliau hadapi ketika menciptakan Wi-Fi ini, tapi tantangan dan hambatan itu bisa dengan mudah beliau atasi. Resepnya karena beliau mencintai pekerjaan itu.

2. Memiliki jiwa leadership yang tinggi.
Dengan jiwa leadershipnya, proses penciptaan Wi-Fi bisa dilakukan dengan sangat baik dan akhirnya bisa menghasilkan produk yang cukup murah sehingga memberi banyak manfaat untuk masyarakat luas.

Tugas inovator bukan hanya tentang menciptakan inovasi baru, tapi juga memelihara agar perjalanan inovasi itu tetap pada jalurnya.

Setelah mengomandani IEEE selama 10 tahun yang sukses menghasilkan Wi-Fi, sekarang Pak Hayes berada dalam posisi memelihara. Beliau sekarang mengepalai sub komite regulasi di Wi-Fi Alliance yang bersama-sama dengan pemerintah seluruh dunia memastikan bahwa mereka mengalokasikan spectrum yang sama untuk komunikasi menggunakan Wi-Fi.

Selain duduk di komite regulasi di Wi-Fi Alliance, sebagai upaya untuk ‘memelihara’ temuannya dan mengenalkannya kepada masyarakat luas, Pak Hayes bersama koleganya John Groenewege dan Wolter Lemstra, menerbitkan buku berjudul “The Innovation Journey of Wi-Fi: The Road Toward Global Success” yang terbit pada tahun 2010

3. Seorang inovator adalah seorang pemimpi
“In the beginning of the ’90s, we dreamed of having our chipset in each laptop. Then we were just dreaming. Now it’s real”, kata Pak Hayes. Mimpi yang dulu muncul, sekarang menjadi kenyataan setelah melalui kerja keras untuk mewujudkannya.

Bercerita tentang kesuksesan orang Belanda dalam menciptakan berbagai inovasi bukan hanya tentang menjadi ‘sosok di pinggir jalan yang memberi tepuk tangan’, tapi juga tentang menangkap hikmah atau pelajaran darinya. Sehingga semangat menciptakan prestasi yang ada disana, di negeri Belanda, bisa ditularkan dan diwujudkan disini, di negeri Indonesia.

Referensi

http://lbbonline.com/news/wi-fi-a-very-european-success-story/

http://www.networkworld.com/article/2202036/wireless/living-legend–vic-hayes.html

http://cara-kerja-wifi.blogspot.com/

http://gizmodo.com/what-the-world-would-look-like-if-you-could-actually-se-846030448