697. Aliran Inovasi Tiada Henti

Penulis : Theresia Junita Christy
Tema : Water
=========================================================================================================================================================

Belanda memang terkenal akan kincir anginnya, namun keberhasilan dalam menangani permasalahan terkait air, memberikan predikat berbeda kepada negara pimpinan Raja Willem-Alexander itu.\

Setiap manusia yang hidup pasti pernah menghadapi tantangan. Bagi sebagian orang, tantangan bisa menjadi penghalang untuk berkembang. Namun hal yang sebaliknya dapat terjadi, ketika orang-orang tersebut bersikap lebih optimis dan berpikir bahwa mereka pasti dimampukan untuk mengatasi tantangan itu. Dengan menolak dikalahkan oleh sebuah kesulitan, seseorang akan bergerak maju ke arah yang lebih baik.

Ini bukanlah sesuatu yang baru, melainkan bersifat alamiah. Dan sejak dilahirkan, manusia sudah harus siap dengan berbagai tantangan yang menanti. Sebagai contoh, bayi yang masih merangkak akan segera berhadapan dengan sebuah aktivitas yang kita sebut berjalan, di usianya yang kedua belas bulan. Apakah ini dapat disebut tantangan? Bagi bayi itu, tentu saja iya. Sungguh tidak mudah mengubah kebiasaan dari bergerak dengan menggunakan empat bagian tubuh, yaitu dua tangan dan dua kaki, menjadi hanya dua kaki. Namun itu hanyalah salah satu tahap dalam perkembangannya, yang harus ia lalui. Dapat dibayangkan jika seorang bayi merasa kapok karena pernah jatuh saat sedang belajar berjalan, lalu tidak mau mencoba lagi.
Kehidupan manusia memang begitu lekat dengan tantangan. Sejumlah orang bahkan akan menganggap hidup terasa monoton, membosankan, kurang dinamis, ketika mereka tidak “dipertemukan“ dengan tantangan. Untuk individu-individu semacam ini, tantangan mampu membuat hidup terasa lebih hidup, karena secara otomatis mereka diajak untuk berpikir kreatif dan bahkan berinovasi demi mendapatkan solusi.

Belanda dan Inovasi
Secara geografis, Belanda diperhadapkan dengan kondisi yang menyulitkan. Sebagai negara yang berpermukaan rendah, sekitar dua puluh persen wilayahnya berada di bawah permukaan laut, sementara lima puluh persen tanahnya berada kurang dari satu meter di atas permukaan laut. Tak heran jika antisipasi terhadap banjir dan kekurangan air bersih menjadi sebuah prioritas. Apalagi peristiwa banjir besar di tahun 1953 telah meninggalkan kesedihan mendalam, seiring dengan hilangnya nyawa dari 1836 rakyat Belanda beserta terendamnya sembilan persen area pertanian di sana.

Adalah Delta Programme, yang kemudian diusung pemerintah Belanda sebagai langkah penanganan banjir dan penjaminan akan ketersediaan air bersih. Prinsipnya sederhana yaitu bagaimana mengurangi kemungkinan terjadinya banjir semaksimal mungkin, salah satunya dengan menetapkan standar ketinggian baru dalam pembuatan tanggul di setiap tahunnya. Proses yang berlangsung secara kontinu itu ditempuh mengingat adanya perubahan yang terjadi seperti, bertambah tingginya permukaan laut, sementara permukaan tanah semakin rendah. Kemudian adanya peningkatan curah hujan meski suhu bumi memanas. Dengan kata lain, terjadi perubahan cuaca yang sangat ekstrem.

Selanjutnya, demi terjaminnya ketersediaan air bersih untuk berbagai kebutuhan seperti air minum, pertanian, dan industri, melalui program ini diharapkan semua kebutuhan tersebut dapat terpenuhi, bahkan di musim panas sekalipun, ketika tidak terjadi hujan. Misalnya, kota-kota di sebelah barat bisa memperoleh air dari Kanal Amsterdam-Rhine dan River Lek. Di saat yang sama, masyarakat harus dapat menghemat penggunaan air.

Tujuannya tak lain supaya negara ini tetap aman dan nyaman untuk dijadikan tempat tinggal, lalu masyarakatnya dapat menjalankan aktivitas bisnis mereka tanpa harus khawatir akan bencana yang mungkin timbul akibat kondisi geografis yang kurang menguntungkan tersebut.

Demi mencapai tujuan itulah, pemerintah Belanda tak ragu menggelontorkan dana sebesar satu milyar euro setiap tahunnya, yang diperoleh dari pembayaran pajak semua masyarakat di seluruh penjuru negeri. Selain pendanaan, masyarakat juga diikutsertakan secara organisasi, yaitu melalui pelibatan organisasi sipil masyarakat, komunitas bisnis, dan berbagai organisasi lainnya yang ahli dalam mengatasi sejumlah permasalahan terkait air. Dengan demikian, Delta Programme adalah sebuah proyek yang dibuat untuk seluruh masyarakat dan oleh masyarakat Belanda.
Mungkin konsep ini terlihat sederhana, namun pada kenyataannya, tidaklah mudah mempersatukan berbagai kalangan dalam satu koridor demi mencapai tujuan bersama. Butuh kesadaran tinggi dan kedisiplinan untuk menempatkan kepentingan seluruh bangsa di atas kepentingan pribadi dan golongan. Oleh karena itulah, Delta Programme masih terus berjalan hingga saat ini. Belanda bahkan diakui sebagai yang terdepan dalam hal manajemen air.

Selain Delta Programme, ada berbagai inovasi lain yang dipublikasikan tahun lalu, bersamaan dengan diperingatinya Hari Air Sedunia. 35 inovasi manajemen air tersebut dirangkum dalam sebuah brosur yang diberi judul “Water Innovations in the Netherlands“. Di dalamnya termasuk proyek seperti teknologi pengolahan air limbah biologis Nereda, simulator banjir dalam bentuk tiga dimensi, dan lahan khusus penampungan air untuk kota-kota yang tangguh dalam menghadapi perubahan iklim.
Pemerintah Belanda memang senantiasa mendukung masyarakatnya menyumbangkan pemikiran mereka dalam mengatasi persoalan-persoalan yang dihadapi. Alasannya, solusi yang inovatif sangat diperlukan untuk menjawab berbagai isu yang kompleks, sementara sumber daya begitu terbatas. Tak heran jika inovasi di negeri tersebut terus mengalir, menolak untuk menyerah terhadap kekuatan alam yang “mengatasi” tanah mereka.

Bumi masih berputar, dunia terus berubah. Kalimat yang pernah tercetus dari Herakleitos berikut terasa benar-benar mewakili itu semua, tidak ada yang tetap selain perubahan itu sendiri. Siapapun tidak bisa mengetahui apa yang akan terjadi di kemudian hari, namun dengan akal budi yang dianugerahkan Tuhan kepada umatNya, kita dapat terus berinovasi untuk menyikapi perubahan yang terus menerus terjadi.

Referensi
1. id.m.wikipedia.org/wiki/Belanda
2. en.m.wikipedia.org/wiki/North_Sea_flood_of_1953
3. www.government.nl/issues/delta-programme
4. Water Innovations in the Netherlands brochure