700. (Masih Perlu) Berguru Kepada Belanda

Penulis : Ivonne Natalia
Tema : Water
=========================================================================================================================================================

Tiga ratus lima puluh tahun lamanya Indonesia dijajah oleh Belanda. Banyak hal yang terjadi dan terekam oleh sejarah, mulai dari kisah kelam penjajahan hingga berbagai pembangunan yang kita nikmati sampai saat ini. Belanda secara tidak langsung telah membawa berbagai peradaban yang dikenal bangsa Eropa terlebih dahulu ke Indonesia. Memang sebagian masyarakat Indonesia masih trauma dengan penjajahan yang dilakukan Belanda, namun terlepas dari itu, kini Indonesia adalah negara merdeka yang berdaulat dan diakui oleh dunia.

Hubungan yang lama antara negara penjajah dan negara yang dijajah: Belanda dan Indonesia, telah menciptakan sebuah chemistry yang unik. Seiring dengan berjalannya waktu, Indonesia dan Belanda kini berdiri berdampingan untuk membangun negara ke arah yang lebih baik. Hubungan pemerintah Republik Indonesia dengan pemerintah Kerajaan Belanda telah mencapai tingkat kemitraan menyeluruh atau “comprehensive partnership” dengan cakupan bidang kerja sama yang lebih luas, kata Duta Besar Indonesia untuk Belanda, Retno L.P. Marsudi.

Melihat perkembangan Belanda sebagai sebuah negara maritim yang maju, agaknya Indonesia masih harus belajar banyak dari Belanda, khususnya dalam menangani banjir dan pengolahan air di ibu kota Indonesia: Jakarta. Secara geografis Jakarta dan Amsterdam merupakan dua wilayah yang memiliki kesamaan, yaitu: sama-sama berada di bawah permukaan laut dan sama-sama dibelah oleh sungai dan kanal.

Tercatat oleh sejarah, Belanda berkali-kali mengalami banjir besar yang memakan korban dan kerugian besar. Mulai dari All Saint Flood pada 1170, St. Elizabeth Flood pada 1421, Zuyderzee Flood pada 1916 North Sea Flood pada 1953, hingga banjir karena meluapnya sungai di era tahun 90an. Belajar dari pengalaman pahitnya, lahirlah “Delta Programme” (DP) sebagai salah satu dari sekian banyak upaya untuk mencegah dan menanggulangi banjir di Belanda.

Delta Programme adalah rencana pembangunan delta sungai untuk abad ke-21. Program ini diharapkan dapat menjamin Belanda dan seluruh wilahnya aman dari banjir untuk saat ini hingga masa yang akan datang, dan persediaan air bersih mencukupi. DP adalah program nasional yang mengkolaborasikan berbagai pihak dan elemen masyrakat untuk menanggulangi masalah air di negara Belanda. Mulai dari pemerintah pusat, pemerintah setempat, penata air, masyarat setempat, organisasi sosial, institusi pendidikan, hingga pelaku bisnis. Program Delta mengambil pendekatan berbagai lapisan, seperti: pencegahan (pembangunan tanggul, bukit pasir, hambatan dan bendungan); perencanaan tata ruang di belakang tanggul untuk membatasi efek dari banjir; dan manajemen darurat.

Bencana yang Mendatangkan Inovasi
Terkadang, sebuah solusi lahir karena sebuah masalah. Sungguh disayangkan, di Indonesia kita berkali-kali dilanda banjir namun masih belum mampu menanggulangi banjir. Masyrakat Jakarta yang konon katanya mampu meramalkan banjir yang datang lima tahun sekali di penghujung dan awal tahun, pun belum mampu mampu menghalau kuatnya arus air.

Ironis memang, Indonesia yang pada dasarnya adalah negara maritim terbesar dunia belum mampu bekerja sama dengan elemen terbesar yang ia miliki: air. Alangkah baiknya Indonesia, berguru kepada Belanda dalam berurusan dengan air.

Daratan negara Tuan Menier ini terbentang di hamaparan tiga sungai besar, yakni: Rhine, Meuse dan Scheldt. Pada tahun 1993 dan 1995, ketiga sungai ini meluap pada level yang sangat tinggi dan dan tertinggi sepanjang sejarah. Sehingga mengakibatkan 250.000 manusia harus dievakuasi bersamaan dengan 1 juta hewan ternak.

Sebagai bentuk antisipasi, pada tahun 2006 pemerintah Belanda memulai program “Room for the River” (ruangan untuk sungai). Program ini merupakan integrasi dari Delta Programme. Program yang bernilai € 2.3 juta ini bertujuan untuk memberikan ruang kepada sungai untuk menampung air dalam volume yang lebih besar. Lebih dari pada itu, program ini dirancang untuk meningkatkan kualitas ekosistem disekitar sungai. Pada tahun 2015, Belanda berencana akan menurunkan dan memperluas dataran banjir untuk menciptakan pengalihan sungai dan tempat penyimpanan air sementara.

Room for the River bagi Jakarta
Proyek Room for the River adalah sebuah proyek kelanjutan dari berbagai proyek yang telah dibangun dan dijalankan oleh pemerintah Belanda yang semata-mata ditujukan untuk penanggulangan banjir. Pemerintah Belanda benar-benar serius dalam hal ini.

Proyek Room for the River pun tidak sesederhana namanya, proyek ini memiliki cakupan yang luas dalam sebuah kesatuan. Berikut adalah skema cara kerja Room for the River:

image001
Sumber: http://waterandthedutch.com diakses pada April 2015

Proyek “Room for the River” tepat untuk diterapkan di Jakarta, mengingat kondisi sungai-sungai di Jakarta yang sekarat akibat sampah, pemukiman liar, dan pendangkalan sungai. Tugas untuk menjadikan sungai di Jakarta sebagai tempat penampungan air yang memadai pun bukan tugas pemerintah semata, tugas ini adalah tugas seluruh penghuni Jakarta. Penghuni Jakarta (yang katanya lelah menghadapi banjir) dan PEMDA DKI Jakarta seharusnya bekerja sama, saling bersinergi untuk memperbaiki sistem air di Jakarta. Mulai dari hal-hal kecil seperti kesadaran untuk membuang sampah pada tempatnya.

Room for the River dapat menjadi sebuah gebrakan baru untuk menciptakan Jakarta yang bersih dan bebas banjir, Jakarta yang lebih layak untuk dihuni dan Jakarta ibukota yang indah. Lebih dari pada itu, semangat dan niat berbagai pihak yang terlibat dalam penanggulangan banji di Belanda perlu kita contoh, kita harus berani mengambil tindakan korektif untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Iya, kita bisa diam saja, dan melewati banjir demi banjir. Tapi sampai kapan?

Pepatah Belanda berbunyi: “God created the World, but the Dutch created the Netherlands”. Meneladani semangat Belanda, Indonesia pun seharusnya mampu untuk membangun negaranya sendiri dengan kekuatannya.

Sumber:
“Delta Technology”. 27 April 2015. (http://waterandthedutch.com/delta/)
Maruli, Aditia. “Hubungan Indonesia – Belanda capai kemitraan menyeluruh”. 27 April 2015 (http://www.antaranews.com/berita/424336/hubungan-indonesia–belanda-capai-kemitraan-menyeluruh)
“Room for the River”. Delta Technology. 27 April 2015. (http://waterandthedutch.com/resources/delta-technology/)
“Room for the River (Netherlands)”. Wikipedia.com. 27 April 2015. (http://en.wikipedia.org/wiki/Room_for_the_River_%28Netherlands%29)