704. Sebidang Tanah Peristirahatan Terakhir di Negeri Kincir Angin

Penulis : Sirli Kartika Putri
Tema : Earth
=========================================================================================================================================================

Ketika nama negara Belanda disebutkan,kebanyakan yang terpikir oleh kita adalah sebuah bangsa yang pernah menjajah Indonesia berabad-abad lamanya dimasa lampau,negara yang selalu muncul dalam pelajaran sejarah saat dibangku sekolah.Lain lagi bagi pecinta sepak bola ketika nama negara Belanda disebut maka yang teringat adalah negara yang memiliki tim sepak bola yang tangguh dalam piala dunia.Bermacam-macam pendapat dan cara pandang masing-masing orang terhadap negeri kincir angin yang identik dengan warna oranye-nya.

Terlepas dari sejarah panjang negara Belanda dan Indonesia dan cerita-cerita seru tim sepak bola Belanda di lapangan hujau piala dunia,negara Belanda memiliki keunikan sendiri secara geografis Belanda adalah negara berpermukaan rendah 20% wilayahnya dan 21% populasinya berada dibawah permukaan air laut, 50% tanahnya kurang dari satu meter di atas permukaan air laut.Sebagian besar daratan yang berada di bawah permukaan laut adalah hasil campur tangan manusia, ini disebabkan oleh ekstraksi gambut yang meluas, dan kurang terkontrol selama berabad-abad, dan merendahkan permukaan setinggi beberapa meter. Sejak akhir abad ke-16 reklamasi daratan dimulai; kemudian wilayah polder yang luas kini dilestarikan dengan mengelaborasi sistem drainase yang melibatkan beberapa tanggul, terusan, dan stasiun pompa.

Belanda merupakan salah satu negara terpadat di dunia, kepadatan penduduk mencapai 487 penduduk/Km2. Angka ini merupakan yang tertinggi di Eropa.Dengan kondisi tersebut tidak heran jika pemerintah Belanda cukup ketat dalam membuat peraturan pertanahan atau regulasi penggunaan lahan.Sistem Belanda tentang hak atas tanah adalah sebagai berikut. Setiap bagian kecil tanah di Belanda memiliki pemilik yang sah secara hukum. Dia diperbolehkan untuk menggunakan sendiri tanah tersebut, tapi dia juga diperbolehkan untuk memberikan hak atas tanah tersebut kepada orang lain. Dia dapat mengalihkan kepemilikannya, tetapi juga dimungkinkan bahwa ia menawarkan hanya sebagian dari kekuasaannya kepada orang lain.

Menyinggung tentang tanah,tak luput dari peran tanah itu sendiri terhadap keberlangsungan kehidupan manusia baik dari aspek sosial,teknologi,ekonomi,budaya dan lain sebagainya.Namun tidak hanya bagi kehidupan tapi tanah juga dibutuhkan untuk kematian.Tentu saja saat kematian akan membutuhkan tanah untuk tempat pemakaman sebagai tempat peristirahatan terakhir.

Di Belanda penduduk hanya boleh menyewa lahan pemakaman selama 10,15 dan 20 tahun.Penduduk Belanda tidak dapat membeli lahan pemakaman dikarenakan lahan Belanda yang sempit dan terbatas serta untuk membuka tempat baru bagi jenazah baru..Makam biasanya akan diruimen atau digusur setelah 10 tahun. Menjelang akhir masa 10 tahun, sanak keluarga yang harus mengurusi pemindahaan tulang sisa kerabatnya. Biasanya pemindahan itu membutuhkan biaya tambahan lagi untuk 10 tahun ke depan. Jika sanak saudara tidak mengklaim setelah 10 tahun, maka pengurus pemakanam umum Belanda akan membakar sisa tulang belulang dari jenazah yang dikuburkan tersebut.

Biaya pemakaman di Belanda untuk saat ini € 8500 all-in. Harga ini akan berubah setiap tahun menurut nilai inflasi. Kemungkinan akan menjadi lebih mahal di tahun-tahun kedepan. € 8500 adalah angka yang sangat besar apalagi kalau harus dibayar sekaligus

image002
(Picture 1 courtsey: http://www.indonesia.travel/id/destination/494/banda-aceh/article/43/makam-kerkhof-belanda-saksi-bisu-dasyatnya-perang-aceh)

Cara seperti ini bisa berdampak baik tapi juga bisa berdampak buruk.Dampak baiknya,dengan regulasi penggunaan lahan pemakaman seperti itu,Belanda dapat menghemat dan mengendalikan penggunaan lahan secara bijaksana.Dampak buruknya bagi masyarakat Belanda,pengurusan penggunaan lahan pemakaman yang cenderung rumit seperti makam harus dipindahkan setelah 10 tahun digunakan.Belum lagi soal biaya yang harus dikeluarkan untuk pemakaman,sewa makam,penggusuran makam dan pemindahan makam.

Namun jika dikaji ulang,sistem ini bertujuan baik dan akan lebih berdampak cukup baik bagi Belanda,mengingat bahwa negara Belanda memiliki lahan yang tidak luas sehingga perlu suatu sistem yang mengatur terkait masalah pertanahan khusunya mengenai lahan pemakaman.Dengan adanya sistem pengaturan lahan pemakaman maka akan membantu menghemat penggunaan lahan di Belanda.

Referensi:

http://id.wikipedia.org/wiki/Belanda

http://www.berkuliah.com/2014/07/50-fakta-menarik-tentang-belanda.html

https://serbalanda.wordpress.com/2015/03/04/aku-gali-kuburku-sendiri-di-belanda/

https://serbalanda.wordpress.com/2015/03/05/makam-abadi-khusus-muslim/