706. BELANDA HASIL CIPTA KARSA BANGSANYA

Penulis : FITRIA WIYARTI NINDYANINGRUM
Tema : Water
=========================================================================================================================================================

Semua orang di dunia pasti sepakat dengan pernyataan “Air merupakan sumber kehidupan.” Bisa dibayangkan bagaimana jadinya jika di Bumi yang indah ini sama sekali tidak ada ketersediaan air yang memadai dan mampu menopang kelangsungan hidup bagi kita semua. Tentunya air yang tersedia termasuk dalam kategori “cukup” untuk kehidupan di Bumi, tak lebih dan tak kurang.

Pernahkah terbayang di benak kita, bahwa kita menjadi penduduk dari suatu negara yang dikelilingi laut dengan kondisi daratan yang terletak lebih rendah dibandingkan dengan permukaan lautnya? Apa yang mungkin akan kita lakukan untuk tetap bertahan hidup dalam kondisi yang demikian? Satu hal yang bisa diandalkan dari manusia agar bisa mengatasi kondisi tersebut, kreativitas.
Tak dipungkiri, menurut taksonomi berpikir bahwa tingkatan tertinggi dari tahap pemikiran manusia adalah kreativitas. Melalui kreativitas, segala sesuatu yang murah dapat dijadikan sesuatu yang mahal. Segala sesuatu yang biasa bisa dijadikan luar biasa, dan segala sesuatu yang dianggap sulit dicari solusinya akan menjadi mudah dengan kretivitas yang bagus, daya cipta yang terlatih dengan baik.

Siapa yang tidak mengenal negeri Belanda, Van Oranje? Kebanyakan dari kita pasti sudah mengenal negeri tersebut, entah karena bidang pendidikan, bidang olahraga khususnya sepak bola, atau mungkin karena pengalaman pribadi misalnya mendapatkan pasangan dari Belanda. Terlepas dari semua hal itu, ada satu hal yang tidak diketahui oleh banyak orang tentang negeri dengan julukan Kincir Angin tersebut yang berkaitan dengan kreativitas bangsanya dan pengelolaan air yang baik.

image002
(Sumber: Pusat Informasi Beasiswa)

Belanda, merupakan negara yang memiliki daratan lebih rendah dari permukaan laut yang mengelilingi negara tersebut. Hal ini terjadi karena sekitar 50% dari wilayah daratannya berada pada titik kurang dari satu meter di bawah permukaan laut. Menghadapi kondisi geografis demikian, akibatnya masyarakat Belanda seringkali menghadapi genangan air laut ketika pasang terjadi. Selain itu, bencana besa yang pernah dihadapi oleh masyarakat Belanda adalah terjadinya banjir pada tahun 1953 yang merenggut korban jiwa hingga lebih dari 1800 orang, menenggelamkan ribuan rumah dan lahan pertanian, serta merusak infrastruktur negara. Bencana alam yang demikian dahsyat terjadi tidak lantas membuat bangsa Belanda terpuruk dalam kesedihan dan ketidakberdayaan mereka. Melalui ide yang dicetuskan oleh engineer civil bernama Cornelis Lely, masyarakat Belanda mampu menunjukkan di hadapan negara-negara dunia bahwa Belanda bukanlah “Negeri Tenggelam”. Justru Belanda adalah negeri apung yang berdiri kokoh dengan penerapan sistem polder bagaikan benteng yang mengelilinginya.

Apa itu yang dimaksud dengan sistem polder? Sistem polder merupakan sistem yang terbentuk dengan cara membangun tanggul-tanggul di dataran rendah Belanda untuk membendung air kotor sisa dan air hujan yang selanjutnya dihisap oleh pompa listrik untuk dialirkan ke dataran tinggi yang nantinya disalurkan kembali ke laut, sungai, dan danau-danau buatan. Selain penerapan sistem tersebut, Belanda juga mengembangkan sebuah proyek bernama proyek delta. Cara kerja proyek ini adalah dengan membangun bendungan di mulut-mulut sungai di pantai utara yang rentan terhadap hempasan air laut. Proses pembangunannya meliputi kombinasi bendungan, pintu air, tanggul dan penahan gelombang badai.

image004
(Sumber: www.deltawerken.com)

Proyek-proyek yang diterapkan tersebut terbilang sukses karena Belanda dapat keluar dari bahaya banjir dan dinobatkan sebagai negara dengan sistem pengelolaan air terbaik di dunia. Cornelys Lely pun mendapatkan penghargaan Seven Wonder World Modern oleh American Society of Civil Engineers. Semua keberhasilan ini tentunya tidak terlepas dari peran serta masyarakat, bangsa Belanda itu sendiri. Mereka berpartisipasi secara mandiri melakukan tata kelola dan pemeliharaan sistem dengan baik. Kerjasama yang terjalin antara pemerintah Belanda dengan masyarakat yang tertuang dalam wujud pembagian tanggung jawab mampu menghasilkan tata kelola sistem yang baik dan berkelanjutan.

image006
(Sumber: www.quieroalgodiferente.com)

Inilah sebuah pembuktian besar yang dilakukan oleh bangsa Belanda di mata dunia. Mereka mampu mengubah sumber daya alam berupa air yang tadinya menjadi ancaman bencana bagi mereka menjadi salah satu wujud keindahan alam yang menentramkan bagi mereka. Sekali lagi mereka berhasil mengubah persepsi dunia terhadap Belanda dengan cara berani memimpikan kemajuan negara mulai dari berpuluh-puluh tahun silam. Mimpi yang berani merupakan salah satu wujud dari kreativitas manusia, kreativitas bangsa Belanda.

Referensi:

http://en.wikipedia.org/wiki/Zuiderzee_Works

http://en.wikipedia.org//wiki/Delta_Works

http://m.kompasiana.com/post/read/741042/1/indonesia-belanda-negara-maritim-dengan-potensi-laut-tanpa-batas-berkah-atau-bencana.html