720. Tawaran Konsep Smart City dari Almere City

Penulis : Rosyid Bagus Ginanjar Habibi
Tema : Fire
=========================================================================================================================================================

Apakah anda pernah mendengar nama Stefano Lilipaly? Ya. Pemain sepakbola berdarah Indonesia-Belanda itu kini resmi menyandang predikat warga negara Indonesia. Lilipaly tidak harus menunggu lama dinaturalisasi oleh PSSI setelah penampilan pemain Almere City ini memukau pencari bakat nasional. Bakat Lilipaly yang tidak dimanfaatkan oleh Timnas Belanda dimanfaatkan oleh PSSI untuk membela Indonesia di kancah internasional.

image002
Sumber foto: www.architecturelab.net

Almere City, kota yang dijadikan nama sebuah klub sepakbola yang bermarkas di Mitsubishi Forklift Stadion ini ternyata tidak hanya terkenal karena sepakbolanya. Di samping menghasilkan bakat-bakat pemain sepakbola, Almere City salah satu pelopor penghasil energi alternatif pengganti bahan bakar fosil. Pada tahun 2005 Belanda tercatat sebagai negara yang mampu mengoptimalkan sumber energi terbarukan dan menyuplai 2,4% dari total energi yang ada. Lantas, apa sumbangsih energi alternatif dari Almere City terhadap isu perubahan iklim di Belanda?

Awalnya Almere City yang dibangun pada tahun 1976 merupakan sebuah wilayah yang tak berpenghuni. Seiring dengan perkembangan zaman, kota ini semakin banyak dihuni oleh penduduk. Almere City didesign sebagai kota masa depan sehingga dalam pembangunannya pun juga memperhatikan dampak dari meningkatnya pertumbuhan penduduk. Salah satu hal yang menjadi roadmap pembangunan jangka panjang adalah kecukupan kebutuhan energi.

Kota yang memiliki penduduk sebesar 184.405 jiwa (7 Juli 2008) ini terletak di provinsi Flevoland. Sebagian besar penduduknya merupakan komuter yang bekerja di Amsterdam. Almere City merupakan penghasil energi listrik yang berasal dari solar sel yang membentuk seperti ‘pulau’ dengan menggandeng perusahaan energi Noun. ‘Pulau’ sel surya yang disebut dengan “Solar Island Almere” ini adalah sebuah ‘pulau’ dengan luas lahan sel surya sebesar 6,900 m2 setara dengan luas 1,5 lapangan sepakbola. Dengan ukuran tersebut, ‘pulau’ ini menjadi panel surya terbesar nomer 3 dunia. Terdiri atas 520 panel surya yang mampu memenuhi 10% dari total kebutuhan energy 2700 rumah dan beberapa fasilitas lokal yang ada sekitar area ‘pulau’. Tiap tahun, panel surya tersebut dapat menghasilkan energi sebesar 9.750 gigajoule.

Solar sel di Almere City merupakan sebuah prestasi tersendiri bagi negara Belanda. Selain menyandang predikat kemajuan teknologi energy terbarukan di kancah internasional, solar sel ini mendapatkan peringkat ke-4 dalam aplikasi paten untuk energi sel surya. Belanda juga memperoleh peringkat ke-6 dalam aplikasi paten terkait pembangkit energi listrik berkelanjutan.

image004
Sumber foto : http://www.nuon.com

Dengan predikat yang disandang ini bukan tidak mungkin Almere City bisa menjadi salah satu Smart City Belanda di masa datang. Ditopang oleh energi ramah lingkungan dengan konsep energi terbarukan, kota ini mempunyai prospek yang sangat cerah sebagai kota yang nyaman ditinggali. Karena pada dasarnya Smart City tak selalu menyoal pada pembangunan fisik saja. Tetapi juga kecukupan energi kota dan sosialisasi mental, yakni memberikan pengetahuan seluas-luasnya bagaimana konsep kota yang cerdas bisa dipahami semua kalangan masyarakat. Belanda khususnya Almere City sudah mempunyai modal itu yakni perilaku serta pemahaman masyarakat wilayah Eropa akan konsep Smart City cukup memadai secara merata.

Selain itu Almere City juga harus memperhatikan kondisi sosial seperti tingkat kriminal, kemiskinan, pendidikan, dan masalah sosial lainnya untuk menuju Smart City yang tertata. Dalam artian kompleks, perlu adanya pembenahan pra kondisi seperti peningkatan pelayanan sosial, pelayanan kesehatan, serta memberi pendidikan pada masyarakat akan konsep Smart City dalam segala dimensi yang tidak hanya soal pembangunan infrastruktur dan perluasan jaringan internet.

Lantas mengapa Jakarta tidak mencoba meniru cara Almere City dalam membangun Smart City? Tidak ada salahnya belajar dari sebuah kota yang sudah berhasil menata pembangunan di wilayahnya. Terutama kecukupan energi yang terbarukan.

Daftar Pustaka:

http://www.pehtem.com/11511/stefano-lilipaly-antusias-gabung-persebaya

http://id.wikipedia.org/wiki/Almere_City_FC

https://kompetiblog2013.wordpress.com/2013/05/15/487-belanda-sang-pionir-energi-baru-dan-terbarukan-dunia/

http://www.republika.co.id/berita/nasional/jabodetabek-nasional/14/08/12/na76fd-konsep-smart-city-tak-sekedar-tampilan-fisik

www.architecturelab.net

http://www.nuon.com