726. Si Hijau Tak Berakar dari Negeri Kincir Angin

Penulis : Nino Tannio
Tema : Earth
=========================================================================================================================================================

“Bu.., abang main bola lagi!” teriak adikku.
“Aduh nak, macam mana kau ini? main bola sampai mandi lumpur macam tu?” tukas Ibuku dengan logat melayunya.
Kata – kata itulah yang selalu aku dengar setiap pulang bermain bola sewaktu zaman SD dulu, barangkali teman – teman juga pernah merasakan hal yang serupa. Pulang ke rumah dengan baju kotor adalah momok yang sangat menakutkan untuk kita.

image002
Gambar 1 Bermain bola di atas tanah berlumpur

image004
Gambar 2 Bermain Bola di atas rumput sintetis

Teman – teman tentu sudah tidak asing lagi bermain sepak bola atau futsal di lapangan dengan rumput sintetis, bukan? bermain bola tanpa perlu lagi merasa khawatir akan dimarahi ibu karena baju kotor terkena pasir atau lumpur dari tanah.

Sudah puas bermain bola? Yuk, kita beri apresiasi kepada bangsa yang melakukan inovasi ini. Tahukah teman – teman jika rumput sintetis tempat kita menendang bola saat ini merupakan peran kreativitas inovasi bangsa Belanda?. Belanda yang dulu kita kenal dengan inovasinya dalam mengubah laut menjadi daratan ternyata telah sejak lama berinovasi membuat rumput buatan (sintetis).
Salah satu perusahan terkemuka yang mempelopori penggunaan rumput sintetis ini adalah Desso Group yang berbasis di kota Waalwijk, Belanda. Desso group sendiri sudah didirikan sejak tahun 1930 dan baru mulai memikirkan ide untuk pembuatan rumput sintetis sejak tahun 1980. Dengan basis penjualan di lebih dari 100 negara, saat ini Desso group hanya memiliki 2 pabrik untuk proses produksinya. Hebat bukan?

image006
Gambar 3 Logo Desso Sport System

Rumput sintetis buatan Desso sendiri dibuat dengan menggunakan mesin yang dirancang oleh insinyur – insinyur Belanda khusus untuk menenun rumput sintetis, sehingga menghasilkan permukaan rumput berkualitas tinggi yang cepat dan tahan lama.

image008
Gambar 4 Tampak dalam rumput sintetis Desso

Ngomong – ngomong, apa sih kelebihan menggunakan rumput sintetis?
• Jika dilihat dari harga beli, rumput sintetis memang lebih mahal daripada rumput alami. Tapi jika dilihat dari sisi perawatan, rumput alami akan memakan biaya perawatan 2 kali lipat daripada rumput sintetis.
• Menurut Desso Group, rumput alami hanya dapat digunakan dengan waktu rata – rata hanya sepanjang 250 jam, sedangkan rumput sintetis dapat digunakan kapanpun. Kebayang dong gimana kalau rumput alami digunain buat main bola? Tanpa perawatan yang cukup tentu rumputnya akan rusak dalam waktu yang singkat.
• Dengan menggunakan rumput sintetis kita juga dapat memangkas biaya menyiram dan memotong rumput yang sudah panjang atau mulai menguning.
Jika berkesempatan menonton perhelatan FIFA World Cup di Brazil tahun 2014 yang lalu, teman – teman akan dapat melihat hampir seluruh lapangan sepakbola di stadion – stadionnya menggunakan rumput sintetis buatan Desso Group.

image010
Gambar 5 Logo FIFA dengan sponsor

image012
Gambar 6 Lapisan rumput sintetis desso

Selain dipercaya pada perhelatan FIFA World Cup Brazil 2014 yang lalu, Desso Group juga telah memperoleh beberapa prestasi, antara lain:
• 2013 – Environmentally Friendly Flooring Product Award in South Africa
• 2014 – Australian BPN 2014 Sustainability Awards
• 2015 – BusinessGreen Leaders Awards
Saat ini fokus utama Desso Group memang masih pada pengembangan rumput sintetis, namun disamping produk rumput sintetis, Desso Group juga mempunyai komoditas jenis lainnya yang diperdagangkan seperti rumput hybrid dan karpet komersil untuk berbagai keperluan.

image014
Gambar 7 Berbagai tempat yang menggunakan produk Sintetis Desso

Tak terasa kaki sudah mulai lelah mengejar bola, dan aku pun berhenti sejenak untuk melihat ke belakang. Ternyata melalui hal – hal ini secara tidak langsung bangsa Belanda telah menunjukkan pada kita bagaimana sebuah hal sesederhana akar rumput dapat dijadikan inovasi besar yang bermanfaat untuk kepentingan orang banyak. Terimakasih untuk sebuah inovasi rumput tanpa akarnya, Belanda!

Great things are done by a series of small things brought together. – Vincent Van Gogh

Referensi:
• http://www.dessosports.com
• http://www.desso.com/about/history/
• http://www.hollandtrade.com/media/news/news-archive/index.asp?bstnum=5355&PageIndex=11
• http://www.footballtradedirectory.com/news/2010/january/desso-sports-systems-becomes-fifa.html

Sumber Gambar:
• Gambar 1: http://kfk.kompas.com/image/preview/aW1hZ2VzL3Nma19waG90b3Mvc2ZrX3Bob3Rvc18xMjk4NzM1MTUzX1VZNWVpcTdNLmpwZw%3D%3D.jpg
• Gambar 2: http://www.tivysideadvertiser.co.uk/resources/images/3433089/
• Gambar 3: http://www.dessosports.com
• Gambar 4: http://www.dessosports.com
• Gambar 5: http://www.footballtradedirectory.com/news/2010/january/desso-sports-systems-becomes-fifa.html
• Gambar 6: http://www.dessosports.com
• Gambar 7: http://www.desso.com/delighted-customers